Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Milik Bagas


__ADS_3

Nahla mulai disibukkan dengan urusan pernikahan, Maryam turut serta membantu mempersiapkan nya.


"Akhirnya ya, selangkah lagi menuju halal" ujar Maryam.


"Iya. Insya Allah berjalan lancar sesuai rencana" sambung Nahla.


"Jadi udah mulai ada rasa belum" goda Maryam.


"Rasa manis" jawab Nahla sekenanya.


"Assalamu'alaikum" ucap Ummi Zahra dari balik pintu kamar.


"Wa Alaikum Salam" jawab keduanya kompak.


"Lagi apa sih anak-anak Ummi, serius amat" sambil berjalan masuk.


"Lagi cerita Mi, Ummi kapan datangnya. Mana Abi" tanya Nahla.


"Barusan kok datang, Abi lagi di bawah sama kakek kamu" jawab Zahra.


"..."


"Bagaimana sayang kamu udah siap menjadi seorang istri" tanya Zahra.


"Insya Allah siap Ummi, do'akan Nahla ya".


"Do'a Ummi selalu ada untuk kalian, semoga kalian bahagia menjalani kehidupan pernikahan kalian" ujar Ummi Zahra.

__ADS_1


"Iya Ummi, semoga Ummi juga selalu bahagia bersama Abi" sambung Maryam.


▪️▪️▪️


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba, Akad nikah akan segera dilaksanakan.


Nahla tampak gugup, diremasnya kebaya pengantin yang dikenakan nya.


"Ya Allah, semoga semua berjalan lancar" ucapnya.


"Jangan gugup sayang" sambung Ummi.


"Nahla gugup Mi, Apa bisa Nahla jadi istri dan ibu yang baik".


"Semua wanita terlahir dengan kodrat yang sudah ditentukan, terlahir sebagai anak, sebagai istri dan sebagai ibu" tutur Zahra.


"..."


"Sah" ucap yang lainnya serempak.


"Alhamdulillah Nak, kamu sudah sah menjadi istri nak Bagas" ucap Zahra.


"Alhamdulillah Mi".


"Ayo kita turun, semuanya sudah menunggu" ucap Zahra lagi.


Nahla turun didampingi sang Ummi, Ia mengenakan kebaya muslimah modern berwarna abu-abu. Nahla tampak cantik dengan kebaya pengantinnya.

__ADS_1


Bagas memandangi Nahla dengan senyum yang mengembang di bibirnya.


"Alhamdulillah. Cantiknya istriku" batinnya bangga.


Soni yang juga turut serta menghadiri pernikahan sahabat dan orang yang ditaksirnya, hanya memandang dari kejauhan kecantikan Nahla.


"Akhirnya dia benar-benar jadi milik bang Bagas" batin Soni sedih


Semua tamu memberikan do'a restu nya pada kedua pengantin baru. Tak terkecuali Soni, Ia dengan ikhlas mengucapkan selamat dan do'a restu nya pada keduanya.


"Selamat ya Bang, Nahla, Semoga jadi keluarga sakinah, mawadah dan warahmah. Jodoh sampai kakek nenek, jodoh sampai maut memisahkan" ucap Soni.


"Terima kasih,bro" jawab Bagas.


"Terima kasih do'a nya" sambung Nahla.


Nahla yang tak tahu menahu mengenai perasaan Soni padanya bersikap biasa, beda halnya dengan Bagas. Bagas sedikit merasa bersalah, pada sahabatnya itu. Mungkin Ia egois, karena demi mendapatkan Nahla, Ia menutup mata tentang perasaan Soni pada istrinya itu.


Bagas tidak ingin Nahla mengetahui tentang perasaan Soni yang sebenarnya. Ia takut Nahla akan lebih memilih Soni yang sudah dikenalnya lebih dekat dibanding dirinya.


▪️▪️▪️


Maryam dan Ustadz Hasan memberikan tiket umrah untuk anak-anaknya, sekalian untuk jalan-jalan selepas nikah.


Zahra berharap anak-anaknya tidak ada yang mengikuti kehidupan pernikahan nya dulu. Zahra berharap anak-anak nya memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia.


Baik itu Nahla, Dimas maupun Maryam, semoga mereka tidak menjalani kehidupan pernikahan dengan berpoligami.

__ADS_1


"Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya." (QS:An-Nisa ayat 3).


Bersambung ...


__ADS_2