
Seorang pengacara datang menghampiri Zahra yang tengah duduk di meja kasir butiknya. Sebelumnya Rendra sudah menghubungi Zahra perihal kedatangannya.
"Assalamu'alaikum Ra, perkenalkan saya Rendra pengacara sekaligus teman Abang kamu" ucapnya sok kenal sambil mengulurkan tangan.
"Wa Alaikum Salam, maaf saya Zahra Khumaira. Silahkan duduk, Pak" balas Zahra dan menolak uluran tangan Rendra dengan mengatupkan telapak tangannya.
"Jangan panggil bapak dong, saya kan seumuran Abang kamu".
"Maaf. Tapi saya nyamannya memanggil anda dengan sebutan bapak. Kita kan mau membahas soal kasus kemarin".
"Terserah kamu aja deh, Ra. Begini... Bla... bla... bla" ucap Rendra.
"..."
"Terima kasih Pak Rendra, semoga masalah ini cepat selesai" ucap Zahra sopan.
"Sama-sama Ra, kapan-kapan kalo saya ke kota P, Saya akan silaturahmi ke rumah kamu ya"
"Ah itu terserah Pak Rendra, Bang Fahri pasti senang ketemu teman nya".
▪️▪️▪️
Sepulangnya dari kota A, Rendra terus saja mencoba mendekati Zahra. Zahra merasa tidak nyaman karena Rendra adalah pria beristri dan bertingkah genit.
Fahri tidak mengetahui jika temannya berusaha menggoda sang adik.
"Gimana perkembangan kasusnya, udah sampai tahap mana Dek" tanya Fahri penasaran.
"Pak Rendra bilang, sudah memasuki sidang kedua untuk pemeriksaan saksi-saksi".
__ADS_1
"Oh begitu, syukur deh".
Fahri meminta keluarga nya untuk perhatian sejenak pada dirinya, karena ada sesuatu yang ingin ia sampaikan.
"Alhamdulillah.. Fais akan punya adik" ucapnya begitu lantang.
Seketika ruangan dibuat riuh dengan ucapan syukur dari semua keluarga. Akhirnya setelah menunggu beberapa tahun calon anak kedua Fahri dan Aisyah berhasil bersemayam di rahimnya dengan proses inseminasi buatan.
"Alhamdulillah"
▪️▪️▪️
Hubungan Nahla dan Maryam kian hari jadi kian dekat. Mereka sudah mengetahui jika keluarga mereka akrab, tapi ada hal yang masih menjadi rahasia.
Kedua belah pihak sepakat untuk tidak menceritakan tentang hubungan Zahra dan Ustadz Hasan dimasa lalu. Takut akan bagaimana tanggapan mereka jika mengetahui kebenarannya.
"Maryam... Kamu udah ketemu adik aku di pesantren gak"
Semenjak bersahabat dengan Nahla, Maryam menjadi sedikit terbuka dan ceria, sifat tertutupnya berangsur-angsur hilang.
"Ya kali aja berpapasan gitu" jawab Nahla sambil cengengesan.
▪️▪️▪️
Sebulan setelah kasus di kota A selesai, Rendra benar-benar mendatangi kediaman keluarga Bima Arya. Fahri kaget temannya itu ternyata mengunjunginya.
"Hei Bro, apa kabar. Tumben nih ke rumah, biasa janji ketemu diluar juga" sapa Fahri sedikit curiga.
"Baik dong, lagi pengen aja main. Oh iya Zahra mana, kok gak kelihatan" tanya Renda to the point.
__ADS_1
Kening Fahri mengerut, entah apa yang ada dalam pikirannya. Tatapannya pada Rendra cukup tajam seolah ingin melukai lawan bicaranya.
▪️▪️▪️
Suasana makan malam keluarga Bima Arya cukup mencekam, setelah kejadian siang tadi.
Fahri begitu terpancing emosinya dan melampiaskan kemarahannya pada barang-barang di ruang tamu.
*Flashback
"Kenapa nanya soal Zahra, apa ada hubungannya dengan kasus yang menimpanya" tanya Fahri
"Ah... Gak kok, pengen ketemu aja. Masa gak boleh" jawab Rendra tanpa malu.
"Kamu punya maksud lain kan sama adik aku" tanya Fahri dengan nada sedikit emosi.
"Tenang Bro, niat aku baik kok. Aku mau jadikan Zahra istri kedua ku. Dia kan janda dan sudah pernah juga jadi yang kedua, apa salahnya kalo sekarang jadi yang kedua lagi".
Bug...
Fahri melayangkan tinjunya ke arah Rendra, namun hanya terkena sedikit di pipinya karena ditahan langsung oleh Mama Ariyani.
"Pergi kamu sekarang juga" teriak mama Ariyani yang muncul sesaat dan sempat mendengarkan pembicaraan mereka.
"Awas kalian... Saya akan buat perhitungan" teriak Rendra tak kalah kuatnya.
▪️▪️▪️
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, comments, rate and vote nya ya....
Terima Kasih.