Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Dendam Siska


__ADS_3

▪️▪️▪️


Zahra sekali lagi menikmati kehidupan pernikahannya bersama ustadz Hasan dengan penuh cinta dan kasih.


"Sayang, Mas berangkat ngajar dulu ya. Assalamu'alaikum".


"Iya, Mas. Wa Alaikum salam wr. wb".


Setelah Hasan pergi mengajar, Zahra juga bersiap untuk ke butiknya. Ia sedikit mengurangi aktivitasnya di luar rumah, dan hanya datang ke butik selama 3-4 jam saja.


Zahra mengendarai mobilnya sendiri menuju butik. Dari kejauhan Ia melihat kerumunan orang-orang yang sedang bahu membahu mencoba memadamkan api yang telah melahap bagian depan tingkat dasar butiknya


Betapa terkejutnya Zahra, melihat api yang makin membesar.


"Astaghfirullah... Kenapa ini. Kok bisa kebakaran" batinnya dalam hati.


Dengan tergesa-gesa Zahra menghampiri kerumunan orang yang berdesakan melihat dan mencoba membantu memadamkan api.


Salah satu karyawan menghampirinya dan mencoba menceritakan kronologis kejadiannya.


"Assalamu'alaikum, Bu. Maaf Bu, butik ibu terbakar"


"Iya, gak apa. Sudah kehendak Allah SWT".


"Tapi Bu, kebakaran ini sepertinya sudah direncanakan oleh seseorang. Karena penyebabnya adalah bom molotov"

__ADS_1


"Subhanallah. Siapa ya, yang tega berbuat begitu. Apa karena kesalahan ada pada diri saya"


"Ibu begitu baik, kenapa ada yang tega berbuat seperti ini" jawab karyawan nya.


"Mungkin dimata mereka, saya belum baik. Tapi kalian baik-baik saja kan, gak ada yang terluka"


"Alhamdullilah, Bu. Kita semua selamat. petugas Damkar juga bergegas datang setelah menerima laporan"


▪️▪️▪️


Hasan yang mendapat kabar dari istrinya perihal kejadian itu menjadi was-was. Takut akan membahayakan nyawa istrinya.


"Semoga ini hanya kekhawatiran ku saja Ya Allah" batinnya.


Setelah menyelesaikan jadwal mengajarnya selama dua jam mata pelajaran, Hasan bergegas menemui Zahra sang istri untuk memastikan kondisi butiknya.


▪️▪️▪️


"Alhamdulillah baik Mas. Hanya butik saja terbakar, semua dilantai satu ludes terbakar. Untungnya Api cepat dipadamkan jadi tidak sempat merembet ke lantai dua"


"Alhamdulillah... Karyawannya bagaimana"


"Alhamdullilah selamat semua, mereka lewat pintu samping untuk menyelamatkan diri. Karena lemparan molotov masuk melalui jendela kaca depan butik".


"Siapa lagi yang berniat jahat sama kita, sayang. Semoga saja beliau segera dibukakan pintu hatinya untuk saling memaafkan dan berhenti melakukan perbuatan yang tidak baik" ucap Hasan penuh harap.

__ADS_1


"Aamiin... Semoga kita semua selalu dalam lindungan Nya".


▪️▪️▪️


"Ha-ha-ha... Ini baru permulaannya, kalian tunggu saja hadiah selanjutnya" gumam Siska penuh kebencian.


Siska masih saja memendam kebencian pada Zahra, karena kehidupan Zahra selalu bahagia dibandingkan kehidupannya.


Rasa cinta yang tak terbalaskan terhadap mendiang dr. Dimas membuat kebenciannya semakin membatu. Siska tidak rela Zahra bahagia kembali setelah ditinggalkan dr. Dimas.


"Setelah merebut Dimas dan hidup bahagia, sekarang kamu mau berbahagia kembali dengan Ustadz tampan mu itu" ucap Siska berapi-api.


"Mimpi saja kamu...!" ucapnya lagi.


▪️▪️▪️


Bersambung...


Maaf beribu maaf novelnya vakum selama sebulan karena kondisi yang tidak memungkinkan.


Maaf atas ketidaknyamanan nya...


Semoga pembaca sekalian masih setia menunggu.


Note:

__ADS_1


Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapa pun, karena yang menyukaimu tidak butuh itu. Dan yang membencimu tidak percaya itu." (Ali bin Abi Thalib)


Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." (QS. Al-Baqarah 216)


__ADS_2