Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Membagi waktu


__ADS_3

Pak Husein yang mengetahui kalo menantunya Sarah hamil sangat bahagia, beda halnya dengan Fatimah.


Ibu mertua Sarah lebih peduli terhadap cucu pertamanya itu. Karena ini sudah kesekian kalinya Sarah hamil.


"Bu, ayo kita ke rumah Sarah, mumpung masih di kota ini" ajak pak Husein pada istrinya.


"Bapak aja yang pergi, ibu mo jagain Al, Zahra kan belum pulih benar" elak Bu fatimah.


"Ya udah bapak pergi dulu, Assalamu'alaikum". pamit pak Husein.


"Wa Alaikum salam".


▪️▪️▪️


Sarah senang melihat ayah mertuanya datang berkunjung, tapi hati kecilnya sedikit sakit karena ibu mertua tidak ikut serta.


"Bagaimana kondisi kamu nak," tanya pak Husein.


"Alhamdulillah yah, udah mendingan"


"Jangan terlalu capek nak, dijaga kandungannya ya".


"Iya yah. Ibu bagaimana kabarnya yah". tanya Sarah.


"Ibu baik lagi jagain Al, Zahra kan belum leluasa geraknya. Tapi tadi ibu titip salam sama kamu kok" jelas sang mertua.


"Iya yah, gak kenapa kok. salam juga sama ibu".


Semenjak insiden Zahra harus melahirkan darurat, ibu mertuanya sedikit menjaga jarak pada Sarah.

__ADS_1


Sarah menyadari itu.


▪️▪️▪️


Ustadz Hasan sangat sibuk akhir-akhir ini, sibuk urusan kampus,dakwah dan rumah tangga.


Di satu sisi istri pertamanya tengah hamil muda, di sisi lain istri mudanya tengah sibuk ngurus Dede bayi dan dalam masa pemulihan pasca SC.


"Ya Allah berikan hamba kekuatan dan kesehatan jiwa dan raga agar selalu bisa melindungi mereka" ucap Hasan dalam hati sambil menatap langit dari balkon kamarnya.


Malam ini Hasan tinggal bersama Zahra dan anak tercinta, setelah seminggu bersama Sarah. Karena orang tuanya sudah kembali lagi ke kota asalnya.


"Mas, kok masih di luar, dingin Lo"


"Iya dek, ini udah mo masuk" berjalan ke arah ranjang.


"Kenapa mas, banyak pikiran ya" tanya Zahra


"Aku gak masalah kok mas, ini sudah resiko kita, kan kita yang memutuskan hidup seperti ini".


"Iya sayang, tapi mas gak tega sama kalian"


"Kita jalani dengan ikhlas dan sabar mas, lakukan yang terbaik. aku percaya mas bisa", Zahra menyemangati suaminya.


"Makasih sayang, perkataan kamu buat mas tenang. love u Khumaira ku" sambil mencium kening istri tercinta.


Blush...


"Love u too ustadz tampan ku" goda Zahra balik.

__ADS_1


Kemesraan mereka terhenti karena tangisan Al, mereka bertatapan dan tertawa secara bersamaan.


▪️▪️▪️


skip....


Waktu berjalan cepat, usia Al sudah menginjak 2 bulan, begitu halnya dengan usia kandungan Sarah yang sudah menginjak bulan ke 3.


"Mba Sarah kami datang" ucap Sarah sambil menggendong Al.


"Halo sayang, siniin Al nya mama Sarah rindu"


Hari ini Zahra mengunjungi Sarah, dikarenakan Sarah ngotot ingin ketemu Al. Saat ini Al menjadi rebutan bagi semuanya.


" Mba gimana kandungannya, mba jangan kerja di dapur lagi, nanti kalo kandungannya udah kuat baru bisa kerja dikit-dikit" jelas Zahra..


"Iya dek, mba paham kok. mba sekarang lebih berhati-hati. Semoga kali ini mba bisa menggendongnya". ucap Sarah.


Mereka berbincang dengan penuh semangat, soal kehamilan, soal Al dan masih banyak lagi.


▪️▪️▪️


***Mohon maaf ya up nya sangat .. sangat ... terlambat.


dikarenakan sesuatu dan lain hal.


Maafkan author yang belum cukup profesional ini..


Terima kasih yang masih setia.

__ADS_1


🙏🙏🙏***


__ADS_2