
Halo Assalamu'alaikum..
Terima kasih udah mampir ke "Istri kedua ustadz tampan".
Jika suka sama ceritanya mohon dukungannya ya.
like, comments, rate, and vote nya...
Selamat Membaca...
🌺🌺🌺
"Mas bangun, kita shalat jama'ah. Aku dah selesai mandi" ucap Zahra sambil mencium kening suaminya.
Hoam..
"Istriku bidadari surgaku, siap sayang mas mandi dulu. Tunggu imam mu ini" ucap Dimas bergegas ke kamar mandi.
"Tukang gombal rupanya kamu mas" batin Zahra sambil tersenyum bahagia.
Adzan subuh berkumandang, keduanya menggelar sajadah bersama untuk menunaikan kewajiban dua raka'at mereka.
Pagi yang cerah mentari memancarkan sinarnya melewati celah-celah pohon yang rindang. Sepasang pengantin baru itu tengah melakukan jogging di sekitar rumah mereka.
"Halo dok" sapa tetangga rumah mereka yang seorang gadis SMA.
"Ya Halo" ucap Dimas singkat.
"Dokter makin cakep aja. lagi bareng siapa" tanya sang gadis penasaran.
"Oh iya ini istri saya, Zahra" ucap Dimas.
"What..!!! Istri" ucap gadis itu terkejut.
__ADS_1
"Iya. Ok kita lanjut dulu. Assalamu'alaikum" ucap Dimas sopan.
"Istri dokter Dimas pake cadar. Kirain seleranya cewek seksi ternyata wanita seperti itu" batin gadis SMA itu.
Selesai jogging keduanya berniat mengunjungi toko perlengkapan rumah untuk membeli beberapa furniture dan perlengkapan dapur rumah baru mereka.
Disalah satu toko khusus menjual furniture berbahan jati keduanya memilih beberapa barang yang cocok dengan design rumah mereka. Banyak mata yang mengarah pada keduanya banyak yang beranggapan kenapa bisa cowok tampan bak model bisa memilih pasangan seorang dengan pakaian yang begitu tertutup.
Zahra menyadari kalo mereka menjadi pusat perhatian. Hanya istighfar lah yang selalu keluar dari mulutnya.
"Mas. kamu gak malu jalan sama aku" tanya Zahra.
"Untuk apa aku malu, Aku bersyukur kecantikan dan lekuk tubuhmu hanya aku yang menikmatinya" jawab Dimas sambil menggenggam erat tangan istrinya.
Perkataan Dimas sontak membuat Zahra salah tingkah.
▪️▪️▪️
Tiga hari pasca keduanya sah menjadi sepasang suami istri,akhirnya tiba juga hari dimana mereka pergi berbulan madu.
"Akhirnya kita bisa liburan berdua sayang" ucap Dimas antusias.
"Alhamdulillah mas, Papa mama udah mempersiapkan semua ini untuk kita"
"Kita istirahat dulu bentar baru lanjut makan siang ya sayang" titah Dimas lembut.
"Iya mas capek banget, mana aku mabok laut tadi".
▪️▪️▪️
Setelah istirahat sejenak dan melaksanakan kewajiban lima waktu mereka bergegas untuk mengisi perut mereka yang sudah keroncongan.
Di pulau itu hanya ada koki dan penjaga resort nya saja mereka adalah sepasang suami istri yang tinggal disisi lain pulau ini.
__ADS_1
"Seger-seger lobsternya mas, enak ya tinggal di pulau kayak gini. Tenang dan tidak ada kebisingan kendaraan bermotor. Hanya ada suara burung dan ombak"
"Kamu mau tinggal di tempat seperti ini, ntar mas cariin pulau yang tidak kalah indahnya" ujar Dimas
"Gak gitu juga mas, kita kan kerjanya di kota. Hanya suka aja dengan suasana nya"
"Oh...Kali aja beneran mau,ntar mas usahain cari pulau kecil dekat kota kita. Apa sih yang gak buat bidadari surgaku" ucap Dimas bangga.
▪️▪️▪️
Lembayung senja tampak begitu indah seindah pemandangan dua sejoli yang sedang bersenda gurau berlari-larian dibibir pantai.
"Mas udah ah, capek. Udah mo Magrib juga kita mandi dulu" pinta Zahra manja.
"Siap bidadari ku sayang" sambil menggendong istrinya menuju resort.
🌑🌑🌑
Makan malam nan romantis dengan hidangan yang menggugah selera telah disiapkan koki. Sepasang suami istri penjaga resort dan koki itu dipersilahkan Dimas untuk kembali ke rumah mereka.
Dimas ingin kemesraan mereka tidak terganggu dengan kehadiran orang lain.
"Sayang buka aja niqabnya. Mereka udah aku suruh balik kok" pinta Dimas.
"Ah iya mas"
"Love you sayang, bidadari surgaku" ucap Dimas
"Makasih mas udah mau menjadikan aku sebagai pendamping hidupmu, meski aku seorang janda"
"Ya Allah sayang, mas cinta dan sayang sama kamu itu tulus"
"Makasih mas, Zahra juga sayang sama mas".
__ADS_1
▪️▪️▪️
Bersambung....