Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 7


__ADS_3

"Selama aku bekerja di perusahaannya, baru akhir-akhir ini bos begitu perhatian dan baik sama karyawan nya" jelas Yusuf.


"Alhamdulillah" jawab Maryam sekenanya.


Maryam semakin tak suka dengan cara Davis, dia sudah semakin nekat dan Yusuf tidak curiga sama sekali.


"Heran ya kok pak Davis yang baik begitu, masih melajang" ujar Yusuf.


"Baik menurut karyawan, belum tentu menurut pasangan nya" sambung Maryam ketus.


"Kok ngomong gitu dek, judes amat" tanya Yusuf.


"Apa yang kita ketahui dan liat belum tentu sebuah kebenaran. Bisa jadi ada suatu hal yang tidak ketahui yang bisa jadi itu buruk buat kita".


"Kamu ngomong apa sih sayang, kok gak jelas" ujar Yusuf kebingungan.


▪️▪️▪️


Seperti biasanya Maryam tengah sibuk mengajar di pesantren Darussalam. Tiba-tiba penjaga keamanan pesantren datang membawa sebuah bingkisan beserta buket bunga mawar.


"Assalamu'alaikum ustadzah, ada titipan dari seseorang" ujar satpam itu.


"Wa Alaikum salam. Iya pak makasih ya".


"Siapa ya. Tumben ada paket buat aku" tanya Maryam dalam hati.


Betapa terkejutnya Maryam ternyata paket itu datangnya dari bos suaminya. Kotak berisi cokelat dan buket bunga yang terselip catatan.


Teruntuk Maryam.


Semoga kamu suka ya,


Jangan di buang ya nanti aku sedih.


^^^Dari : Davis Yonathan^^^


^^^^^^Pengagum mu^^^^^^

__ADS_1


Maryam meremas kertas yang berisi tulisan dari Davis dan membuangnya ke tempat sampah beserta bunganya. Cokelatnya akan diberikan pada santrinya, biar tidak mubazir.


"Ya Allah apalagi ini. Kenapa dia bertambah gila" gumam nya.


Maryam mengirimkan pesan pada sahabatnya Nahla untuk bertemu sore nanti.


▪️▪️▪️


Di kafe di tempat biasa mereka nongkrong, Maryam menceritakan semua keluh kesahnya. Nahla yang mengetahui semua itu dibuat dongkol dengan kelakuan dari seorang Davis.


"Seperti nya orang itu memang gila" ucap Nahla.


"Huh... Aku bingung Na, gimana mau cerita ke mas Yusuf. Aku takut mas Yusuf marah" ujar Maryam.


"Iya takutnya si Davis menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk menindas kehidupan pernikahan mu".


"Mau bicara baik-baik, tapi sepertinya dia tipe orang yang keras kepala" ucap Maryam lagi.


"Keras kepala bin arogan" sambung Nahla tak kalah sewotnya.


"Kita liat dulu perkembangannya, apa dia masih mau melakukan hal yang lebih gila atau cuman sebatas iseng saja" jelas Nahla.


"Apa kabar dengan Bagas" ucap Maryam mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah baik".


"..."


"Aku juga punya sesuatu mau diomongin" ujar Nahla.


"Apaan sih, bikin penasaran".


"Alhamdulillah aku dah isi" ucap Nahla berkaca-kaca.


"Alhamdulillah Na, Barakallahu" sambung Maryam ikut senang.


"Semoga kamu cepat nyusul, Kun fayakun. Insya Allah" ucap Maryam.

__ADS_1


"Aamiin ya Rabbal alamin".


▪️▪️▪️


"Bos ini hasil seharian tadi" ujar Erik memberikan foto-foto aktivitas yang dilakukan Maryam seharian.


"Kerja Bagus, bonus kamu aku tambah" ucap Davis .


Davis mengamati dengan seksama foto-foto yang diberikan tadi.


"Ini siapa" tanya Davis penasaran.


"Namanya Nahla. Sahabat sekaligus saudara sambung nya".


"..."


"Orang tua mereka menikah, setelah ditinggal mati pasangan masing-masing".


"Oh".


"Selepas dari kafe ibu Maryam langsung pulang ke rumah" jelas Erik.


"Mulai besok kasih kerjaan lebih ke Yusuf, buat dia sesibuk mungkin" perintah Davis.


"Ok".


"Gue mau pulang cepat, Celine sudah menunggu untuk makan malam. Gue gak mau dia merengek karena terlambat" ucap Davis.


"..."


"Gue nyetir sendiri. Lo pulang naik taksi dulu ya".


"Siap Bos" jawab Erik dengan gaya meledek.


▪️▪️▪️


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2