
Assalamu'alaikum semua.
Maaf kan author yang lambat up nya.
Semoga kalian setia nungguin ya...
Ok kita next ke episode terbaru...
Terima kasih.
Selamat membaca..
▪️▪️▪️
Karena kondisi Zahra yang sedang mengandung membuatnya bertambah manja dan sensitif. Zahra tidak mengalami morning sickness sebagaimana wanita lainnya. Emosi nya saja yang sering naik turun, moody-an.
"Mas, aku mo ke rumah mama boleh" bujuk Zahra pada suaminya.
"Nanti aja dek, nunggu weekend pas mas libur"
"Tapi Zahra pengennya sekarang, kangen" bergelayut manja di lengan suaminya.
"Weekend aja dek, biar sekalian sama mas, mas juga mo ketemu Fahri". jelas Hasan
Zahra tidak menanggapi perkataan suaminya, ada rasa sedih di hatinya. Entah mengapa zahra merasa dirinya terlalu sensitif. Bukan maksud hati ingin seperti itu.
▪️▪️▪️
Tok tok tok
"Mba Sarah, Zahra boleh masuk gak"
"Iya dek, masuk aja"
Ceklek...
Sarah baru selesai shalat ashar.
"Kenapa dek, kok mukanya gitu" tanya Sarah
"Bete mba, gak tau kenapa pengennya marah terus" jawab Zahra
"Kok bisa kenapa emangnya, apa ada hubungannya dengan mas Hasan".
__ADS_1
"Iya mba, mas Hasan gak ngijinin Zahra ke rumah mama tadi, katanya nunggu weekend biar barengan".
"Iya sih dek biar aman. kamu kan lagi hamil,lagian kan weekend tinggal 2 hari lagi" Sarah berusaha memberikan pengertian pada Zahra.
"Iya mba, sebenarnya Zahra gak mau kayak gini, tapi bawaannya sensitif Mulu"
"Yuk kita ke taman deket rumah aja biar gak suntuk kamunya" ajak sarah
"Ayo mba, Zahra juga mo makan cilok"
▪️▪️▪️
Di taman Zahra dan Sarah duduk sambil menikmati cilok. Zahra lahap sekali menyantap ciloknya.
"Gimana udah mendingan, gak bete lagi kan dek" tanya Sarah
"Alhamdulillah mba lumayan"
▪️▪️▪️
Hasan lebih banyak menghabiskan waktu bersama Zahra dibanding Sarah. Karena Zahra gak bisa lama-lama ditinggal suaminya.
POV Sarah
Semoga Hamba dihindarkan dari sifat iri dan dengki.
Sudah 4 malam berturut-turut Hasan menemani Zahra. Meskipun Hasan sudah meminta pengertian pada Sarah tapi tetap saja namanya hati pasti ada rasa cemburu.
Mereka bertiga hanya manusia biasa yang tak luput dari salah dan khilaf.
Semoga rumah tangga kita selalu langgeng dan penuh keberkahan.
Besok Mas Hasan akan ikut menemani Zahra mengunjungi orang tuanya seperti janjinya. Sarah sendiri lagi di rumah yang besar itu hanya bibi dan pak satpam yang menemaninya.
▪️▪️▪️
Hari Sabtu pagi Zahra mulai bersiap-siap, dirinya begitu antusias menyadari hari ini adalah weekend, waktunya mengunjungi mama dan papa.
Hasan yang melihat itu semua tersenyum, setelah beberapa hari ini dibuat pusing dengan tingkah manja istri keduanya itu.
"Semangat banget sayang, udah gak bete dong" goda Hasan.
"Mas ngeledek ya" Zahra berkacak pinggang sambil memanyunkan bibirnya.
__ADS_1
Hasan tertawa lepas melihat tingkah istrinya yang begitu menggemaskan.
"Gak sayang, mas itu suka liat kamu kayak gini, manja-manja nyebelin".
"Ais... awas ya."
"Ayo mas keburu siang ntar panas, mas kan tahu semenjak hamil aku agak pusing liat matahari".
"Ok. sayang. Kita pamit sama Sarah dulu ya".
▪️▪️▪️
Dikediaman Bima Arya.
Bima dan Ariyani duduk santai di teras rumah mereka sambil bermain dengan cucu mereka fais yang sudah berusia 3 bulan lebih.
Mobil Hasan baru terparkir gi halaman rumah mertuanya.
"Assalamu'alaikum ma pa" ucap Zahra sambil berlari kearah mereka.
"Wa Alaikum salam. Hati-hati sayang kamu lagi hamil malah lari-larian"
Zahra hanya tersenyum sambil memeluk erat mamanya.
"Assalamu'alaikum pah mah" ucap Hasan
"Wa Alaikum salam, sini nak. Kita kedalam aja ya. Fais juga udah laper." ajak Bima.
▪️▪️▪️
"Eh ada adik ipar kesayangan gue" goda Fahri pada Hasan sahabatnya.
"Bagaimana kabarnya" tanya Aisyah
"Alhamdulillah mba, baik cuman kadang pusing sedikit" jawab Zahra.
Mereka berbicara begitu semangat, karena ini kali pertama mereka mengunjungi rumah ini setelah pernikahan.
▪️▪️▪️
***Bersambung.
Mohon kiranya meninggalkan jejaknya...
__ADS_1
Terima kasih***.