
Kabar Maryam yang dilarikan ke rumah sakit sampai juga ke telinga Davis. Ia khawatir dengan kondisi Maryam yang ternyata sedang mengandung.
Tapi disisi lain Davis bahagia mendengar berita kehamilan Maryam. Ternyata Dewi Fortuna sedang berpihak kepadanya.
▪️▪️▪️
Maryam akhirnya kembali ke rumah setelah sehari semalam dirawat di rumah sakit. Ummi Zahra yang mendengar kabar Maryam hamil sangat bersyukur atas kehamilan putrinya.
Dikediaman Maryam dan Yusuf tengah ramai dengan kedatangan keluarga besar mereka.
Tak ketinggalan dengan Ustadzah Halimah.
Ummi Halimah memberikan selamat kepada anak dan menantunya. Tapi di hatinya seakan tak percaya, anaknya yang sempat di vonis mandul karena kualitas spermanya yang buruk akhirnya mendapati menantunya tengah hamil muda.
"Apa ini keajaiban dari Allah atas usaha mereka, atau jangan-jangan... " batin Ummi Halimah gelisah.
Ummi Halimah memutuskan untuk bertanya langsung pada putra semata wayangnya. Ummi mengajak Yusuf ke ruang kerja Yusuf guna untuk membicarakan sesuatu yang penting.
"Nak, istri kamu sekarang hamil perjuangan kalian untuk mendapatkan momongan akhirnya Allah kabulkan" ucap Ummi bijak.
"Iya Mi, Alhamdulillah" ucap Yusuf
Ummi melihat gelagat yang kurang baik dari anaknya, kenapa Yusuf terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu yang membuat dirinya bengong.
"Kamu kenapa Nak" tanya Ummi sedikit curiga.
Yusuf menghembuskan nafasnya kasar, Ia tidak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan ibunya.
Akhirnya Yusuf memperlihatkan beberapa foto kepada ibunya. Ummi Halimah kaget bukan kepalang, apa kecurigaan mereka benar adanya.
__ADS_1
"Kenapa bisa mantan bos kamu punya foto Maryam dalam keadaan seperti ini" tanya Ummi Halimah tak percaya.
"Kayaknya sekitar tiga minggu lalu Maryam sempat pingsan saat menolong anak kecil yang tersesat itu" jelas Yusuf.
"Terus bagaimana sekarang ini, sekarang Istri mu hamil. Apa itu anak kamu atau bukan" cecar Ummi Halimah tanpa henti.
Yusuf terdiam, Ia berpikir sejenak bagaimana harus menyikapi keadaan yang sedang menimpanya ini. Apakah dia harus bahagia atau marah.
▪️▪️▪️
Davis kembali mengirimkan sesuatu kepada Yusuf. Ia sengaja memanas-manasi mantan karyawan nya itu supaya terpancing emosinya.
Akhirnya impian Maryam terwujud,
Setelah sekian lama menanti Maryam akhirnya hamil juga.
DY.
Yusuf meremas kertas yang baru saja dibacanya, dirinya sangat murka mengetahui ternyata Davis sudah tahu soal kehamilan istrinya.
"Argh... Kurang ajar".
Disisi lain, Maryam yang tengah beristirahat karena kondisinya yang belum stabil terpaksa absen dari kegiatan belajar mengajarnya.
Dokter menyarankan Maryam untuk beristirahat beberapa waktu untuk menjaga jabang bayi yang ada dalam perut nya.
"Ya Allah, terima kasih banyak atas rezeki berupa anak yang Kau titipkan kepada hamba" ucap Maryam terharu.
"Assalamu'alaikum"
__ADS_1
"Wa Alaikum salam wr. wb." jawab Maryam.
"Mas Yusuf tumben pulang cepat, ada apa".
Yusuf hanya terdiam dan segera duduk untuk melepas penat.
"Mas" ucap Maryam lagi.
"Mas tidak enak badan, jadi pulang cepat" jawab Yusuf singkat.
Yusuf mengusap perut istrinya yang masih rata sambil menitikkan air mata.
Maryam yang melihat itu jadi bertanya-tanya, kenapa Mas Yusuf sampai nangis. Sebegitu bahagianya kah dia sampai menitikkan air mata.
"Mas kenapa" tanya Maryam penasaran.
"Gak kenapa-napa sayang, Mas hanya bersyukur kamu bisa hamil"
"Semoga anak ini kelak baik seperti Abi nya, shaleh dan shalihah. Aamiin"
Yusuf tercekat mendengar doa Maryam, apa Maryam tidak sadar apa yang terjadi pada dirinya beberapa Minggu yang lalu. Hingga membuatnya sangat bahagia dengan kehamilannya.
"Apa aku bisa berharap kalo anak ini adalah benar darah daging ku" batinnya..
▪️▪️▪️
Bersambung...
"Barang siapa yang dalam keadaan terpaksa sedang dia tidak menginginkan dan tidak (pula) melampaui batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS : Al An'am ayat 145)
__ADS_1