
Selamat membaca...
▪️▪️▪️
Hasan dan Zahra tiba di kota P dengan selamat.Zahra bergegas menemui Sarah untuk memberikan oleh-oleh.
"Mba Sarah, Zahra kangen" berlari merangkul.
"Baru juga dua hari udah kangen"
"Ini mba, Zahra bawain oleh-oleh.semoga mba suka".
"Suka dong dek, apalagi kamu yang bawain" ucap Sarah.
Mereka berdua melepas rindu, keduanya seperti saudara. Jika ada yang melihat, pasti tidak akan menyangka kalo Zahra adalah madunya.
▪️▪️▪️
Sebulan lebih sudah Zahra menyandang status istri kedua dari seorang ustadz tampan. Sampai detik ini Hasan masih berusaha untuk menjadi adil bagi kedua istrinya.
Sarah dan Zahra tengah sibuk di dapur, menyiapkan makan siang. Bi Minah hanya membantu memotong sayurannya.
"Mba, coba cicipi ini" Zahra menyodorkan sendok berisi sayur asem.
Sruuupp
"Udah kok, udah pas asemnya"
"Udah ya, kok Zahra rasa belum ya"
"Masa sih dek, coba kasih bi Minah"
Zahra memberikan sesendok sayur asem pada bi Minah.
"Enak bu, pas rasanya".
"Gitu ya bi," apa mulut aku yang bermasalah batin Zahra.
Menu hari ini yang mereka persiapkan adalah sayur asem, kepiting asam manis, tahu tempe goreng, plus sambel terasi. Semua sudah tertata di meja makan. Bibi menyiapkan segala sesuatunya,sementara mereka berdua pergi melaksanakan shalat Dzuhur dulu.
__ADS_1
▪️▪️▪️
Hasan tiba di rumah pukul 13.00, setelah selesai melaksanakan tugasnya sebagai dosen.
"Assalamualaikum, bi"
"Wa Alaikum salam pak" jawab bi Minah
"Mereka berdua kemana bi, Kok sepi"
"Ibu lagi shalat pak, sebentar lagi selesai"
Sarah turun menuju meja makan.
"Mas, udah lama pulangnya"
"Baru nyampe sayang"
"Zahra mana, kok belum keluar juga" tanya Hasan.
"Coba aku susul dulu mas"
"Dek, ayo makan. Mas Hasan udah nungguin"
Tidak ada jawaban dari balik kamar. Sarah pikir mungkin Zahra masih shalat.
Karena Sarah dan Zahra tak kunjung datang, Hasan memutuskan untuk menyusul.
"Kenapa sayang, kok lama" tanya Hasan.
"Ini mas Zahra masih shalat kali, gak ada Jawaban dari dalam" jelas Sarah.
"Shalat, tapi kok udah lama banget" Hasan mulai khawatir.
Kret..
Hasan membuka pintu kamar dan betapa terkejutnya dia mendapati istrinya tergeletak di lantai samping ranjang mereka.
"Sayang, sayang, bangun sayang, kamu kenapa" Hasan mencoba membangunkan Zahra tapi tidak mendapatkan respon.
__ADS_1
"Aku telpon dokter dulu mas" ucap Sarah.
Hasan menggendong Zahra dan meletakkannya di atas ranjang sambil menunggu dokter keluarga tiba.
"Kamu kenapa sih sayang kok pucat banget", Hasan berusaha menyadarkan Zahra dengan mengoleskan minyak angin ke hidung istrinya itu.
"Mas, kamu dah pulang ngajar. Aku kenapa ya tadi kok tiba-tiba pusing" tanya Zahra yang sudah mulai siuman.
"Kamu pingsan sayang"
"Astaghfirullah mas, Iya selesai shalat tadi kepalaku pusing banget" jelas Zahra.
Pintu kamar terbuka Sarah sudah datang bersama dokternya.
"Dok, Istri saya tadi pingsan, katanya tadi kepalanya terasa pusing" terang Hasan
"Iya pak, saya periksa dulu tekanan darahnya" ucap dr. Anita.
Semuanya tegang menunggu hasilnya. Hasan terus saja menggenggam tangan istri mudanya.
"Tekanan darah ibu rendah, hanya 90/70. Sudah berapa lama ibu merasa kurang nyaman kepalanya".
"Baru beberapa hari terakhir dok. Mulut saya juga agak pahit dok, kurang selera kalo makan" Zahra menjelaskan dengan detail pada dr. Anita.
dr. Anita tersenyum sembari membereskan peralatan nya.
"Sebaiknya besok ibu periksa ke rumah sakit dulu. Biar hasilnya jelas. Tapi ibu sama bapak tidak usah khawatir, ibu Zahra sehat kok tidak sakit berat" senyumnya dokter terus mengembang di bibirnya.
▪️▪️▪️
**Eng ing eng...😁**
***Bersambung...
Mohon dukungannya ya biar author semangat ngetiknya.
like n comments.
vote n rate di halaman sampul novel ini ya. ⭐⭐⭐⭐⭐
__ADS_1
Terima kasih***.