Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Melepas mu


__ADS_3

Zahra tiba dikediaman orangtuanya pukul 10.00 dengan diantar langsung oleh dr. Dimas.


Dokter Dimas baru saja melakukan operasi darurat subuh tadi.


"Terima kasih dokter, sudah meluangkan waktu untuk mengantarkan kami" ucap mama Ariyani.


"Dimas aja tante, bolehkan Dimas panggil Tante"


"Iya boleh. Terima kasih ya nak"


"Sama-sama Tante, kebetulan rumah kita searah dan tugas saya juga sudah selesai di rumah sakit" ujar Dimas sopan.


Mobil itu melaju meninggalkan pekarangan rumah orang tua Zahra.


▪️▪️▪️


Zahra meminta Salsa untuk menemaninya untuk beberapa hari kedepan.


"Terima kasih ya sahabat ku tersayang udah bersedia menemani Zahra yang imut ini"


"Imut....plastik mana plastik tiba-tiba perutku mual pengen muntah deh" ledek Salsa.


"Hu lebay. Aku kan memang imut"


"Imut tapi dah ibu-ibu" goda Salsa lagi.


"Iya deh tau, yang masih Ting ting"


"Oh iya Ra, jadi apa keputusan kamu nanti" tanya Salsa penasaran


"Liat nanti aja Sa, Insya Allah ini pilihan terbaik"


"Ya udah terserah kamu, yang penting kamu bahagia" ucap Salsa bijak


▪️▪️▪️

__ADS_1


POV Hasan


Di kampus Hasan selalu termenung, Hasan cemas dengan apa yang akan menjadi keputusan Zahra.


Meskipun pernikahan mereka karena keinginan Sarah, tapi keduanya dulu pernah saling mencintai.


Zahra sayang apa kamu benar-benar tidak menyimpan kenangan kita dihati mu. Hasan terus saja melontarkan pertanyaan itu didalam hatinya.


▪️▪️▪️


Zahra keluar dari kamar mandi dengan mengenakan kimononya. Ya Zahra baru selesai membersihkan diri dan akan melaksanakan shalat ashar.


Zahra mengenakan gamis hitam motif bunga kuning dipadukan dengan jilbab panjang berwarna kuning polos.


Ya seperti biasa Zahra masih saja terlihat cantik mempesona.


"Cantik banget bu" goda Salsa


"Alhamdulillah" ucap Zahra sambil mengerlingkan matanya menggoda Salsa balik


Tok.. tok.. tok..


"Iya ma"


Zahra turun bersama Salsa, adegan ini sama persis pada saat Zahra di lamar Hasan hanya bedanya pendampingnya dulu mba Aisyah.


Zahra duduk diapit kedua orangtuanya.


"Apa kabar mba Sarah, Maryam sehat kan" tanya Zahra


" Alhamdulillah dek kita semua sehat, kamu gimana" balas Sarah


" Alhamdulillah baik juga mba"


"Oh iya terima kasih buat nak Hasan dan Sarah yang sudah meluangkan waktunya untuk datang hari ini" ucap papa Bima.

__ADS_1


"Papa kayak sama siapa aja. Kita seneng ko silaturahmi kemari" jawab Hasan


"Sekarang giliran Zahra yang berbicara mengenai maksud dan tujuannya mengajak berkumpul seperti sekarang" jelas Bima Arya.


"Bismillahirrahmanirrahim. Zahra mau menjelaskan soal hubungan antara kami bertiga bagaimana kelanjutannya"


Hasan terus memandangi wajah wanita yang masih sah menjadi istrinya itu dengan penuh cinta. Harap-harap cemas soal keputusan yang akan diambil Zahra.


"Pertama-tama, saya mohon maaf selama dua bulan ini saya tidak menjalankan hak dan kewajiban saya menjadi seorang istri. Kedua, maaf karena belum bisa mengingat semua kejadian dulu. Ketiga, saya harap semua menerima keputusan apapun yang saya ambil"


Hasan dan Sarah saling berpandangan mendengar apa yang dikatakan Zahra.


"Insya Allah kita terima" jawab keduanya.


"Untuk mba Sarah saya minta maaf jika dulu kehadiran saya mengganggu waktu mba dan mas Hasan, dan sekarang saya bersyukur mba sudah diberikan anugrah dengan kehadiran Maryam"


"Untuk mas Hasan terima kasih sudah menerima dan menyayangi saya. Tapi sekarang saya mohon maaf tidak bisa lagi melanjutkan pernikahan ini"


Jedar....


Bagai petir disiang bolong Hasan terkejut mendengar perkataan Zahra.


"A..a..pa kamu yakin dengan keputusan kamu dek" tanya Hasan bergetar.


Ruangan keluarga Bima Arya sontak menjadi hening, mereka tidak menyangka dengan keputusan yang diambil Zahra. Karena mereka tau dulu Zahra dan Hasan saling mencintai.


"Insya Allah yakin mas ini semua demi kebaikan kita. Jauh di lubuk hati wanita tidak ada yang rela berbagi suami mas. Mereka, saya dan mba Sarah juga wanita biasa. Meskipun dulu kita pernah saling mencintai, tapi sekarang keadaannya sudah beda mas. Tidak ada lagi alasan untuk Zahra bertahan"


"Mas minta maaf kalo mas belum bersikap adil pada kalian dan sudah menyakiti kalian" ucap Hasan


"Ini semua salah mba Sarah dek, mba minta maaf karena ego mba yang ingin membahagiakan mas Hasan, mba meminta mas Hasan menikah lagi. Seharusnya mba yang mundur" ucap Sarah.


"Tidak ada yang salah, ini semua sudah digariskan Allah. Zahra hanya ingin mengembalikan semua ketempat semula"


Hasan tak kuasa membendung air matanya begitu juga Zahra. Dihati kecilnya ia menyadari kalo dulu memang ada tempat khusus dihatinya buat Hasan. Tapi sekarang ia harus mengembalikan semua ketempatnya semula.

__ADS_1


Bersambung....


😭😭😭... Author mewek...


__ADS_2