
Hai reader's ku tercinta...
Terima kasih selalu setia dengan "Istri Kedua Ustadz Tampan".
Jika berkenan mampir yuk di novel karya author juga " My Husband is not 'oppa' but 'dongsaeng'.
Selamat membaca...
▪️▪️▪️
Setelah berdiskusi dengan keluarga besar, Nahla memutuskan tetap melanjutkan laporan nya terhadap ibunda Soni.
Kedua keluarga setuju agar Siska dapat diproses hukum, terutama keluarga almarhum dr. Dimas.
"Memang ya si nenek lampir itu, gak ada taubatnya. Selalu saja mengusik kehidupan damai Zahra" tutur Salsa jengkel.
"Iya, apa sih sebenarnya mau nya. Bukannya Dimas udah gak ada, terus sekarang apa motif nya berbuat seperti itu" sambung Aisyah tak kalah sewotnya.
Kediaman keluarga Bima Arya sedang mengadakan pertemuan terkait masalah Siska.
▪️▪️▪️
Akhirnya Siska dijemput oleh pihak berwajib dikediamannya. Soni yang mengetahui itu menjadi serba salah. Entah apa yang harus ia perbuat.
Zahra dan anaknya Nahla segera menyusul ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Zahra berusaha untuk berbicara baik-baik dengan Siska. Menanyakan apa motif dari tindakannya yang berusaha mencelakai keluarganya.
"Maaf mba Siska, kenapa mba tega berbuat seperti itu. Apa salah kami"
__ADS_1
"Hahaha... Salah kamu...? Banyak. Dan kamu tidak berhak bahagia" ucap Siska tanpa malu.
"Apa saya menyinggung mba Siska. Kalau ada, saya minta maaf"
"Maaf apanya. Minta maaflah pada almarhum mas Dimas. Sekarang kamu sudah melupakannya, setelah dahulu kamu merebutnya dariku"
"Astaghfirullah mba. Tidak ada yang melupakan beliau, Saya hanya mencoba kembali melanjutkan hidup"
"Dasar tidak tahu malu, rasa cintamu ternyata tidak sebesar rasa cintaku pada mas Dimas".
"..."
"Saya rela hamil dengan lelaki lain dan berusaha meminta mas Dimas bertanggung jawab. Meskipun jebakan yang saya buat dulu tidak membuat Dimas melihat perasaan ku. Dan sampai sekarang saya rela menjadi single parents karena besarnya rasa cintaku padanya". jelas Siska sedikit berkaca-kaca.
"Tapi cara kamu salah. Kalau memang kamu keberatan, sebaiknya bicara baik-baik ke saya. Jangan melibatkan anak-anak"
"Kalian tidak pantas bahagia" ucap Siska lagi.
"Mama... Cukup Ma, jangan diteruskan" ucap Soni sedih.
"Soni...! Kamu sejak kapan disitu" tanya Siska panik.
"Sejak Mama dan orang tua Nahla berbicara. Soni dengar semuanya Ma"
Nahla yang juga tengah menemani Ummi nya dibuat terkejut dengan kedatangan Soni. Tak berselang lama, Ummi Zahra dan Nahla akhirnya meninggalkan kantor polisi.
Hanya tersisa Soni dan sang ibu. Soni seakan masih tak percaya dengan apa yang didengarnya tadi.
"Ma, kenapa Ma. Kenapa Mama seperti ini"
__ADS_1
"Apa kamu juga memihak mereka. Apa kamu tidak menyayangi mama"
"Mama pasti tahu seberapa sayangnya Soni sama mama. Tapi Soni tidak habis pikir dengan tindakan mama kali ini".
"Mama tidak sudi melihat Zahra bahagia. Setelah merebut dr. Dimas sekarang malah bahagia bersama mantan suaminya dulu".
"Apapun alasannya Soni tidak setuju. Bagaimana mungkin mama mati-matian memaksakan perasaan mama pada dr. Dimas"
"Soni...! Bisa-bisanya kamu lebih membela mereka dibanding mama".
"Soni hanya membela yang Soni anggap benar Ma"
"Jika kamu peduli dan sayang sama mama, kamu harus membela Mama. Kamu harus balaskan dendam mama pada mereka".
"Mama...!" teriak Soni penuh amarah.
"Terserah kamu. Kamu mo pilih mama atau mereka yang bukan siapa-siapa kamu".
"..."
▪️▪️▪️
Bersambung...
Jangan lupa like, comments, rate anda vote nya ya...
Terima kasih
Note:
__ADS_1
Hidup bersama siapa adalah suatu pilihan, tetapi hidup untuk Allah adalah suatu keharusan.