Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 1


__ADS_3

Nahla sedikit merasa bersalah terhadap Soni, tapi tidak bisa berbuat banyak karena statusnya sebagai wanita bersuami.


Bagas yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik istrinya sadar jika istrinya sedang gundah perihal kejadian siang tadi.


"Sayang. Kok melamun" tanya Bagas.


"Gak kok mas, Nahla hanya sedikit kepikiran soal kejadian tadi" tutur Nahla.


"Maafin mas ya, semua ini karena mas yang tidak jujur sedari awal" ucap Bagas.


"Semoga semuanya berjalan baik, dan kalian tetap seperti biasanya" ujar Nahla.


"Semoga aja".


▪️▪️▪️


Di tempat lain, Soni sedang menghabiskan malamnya di rumah seorang diri. Hanya bintang dan bulan di langit yang menemaninya menghabiskan waktu yang seolah berjalan lamban.


"Ikhlaskan dia... Dia sudah bahagia dengan Bang Bagas" batin Soni menyemangati dirinya.


"Jika benar cinta, aku harus ikhlas menerima suratan takdir ini".


Soni beranjak masuk dan beristirahat di kamarnya untuk menenangkan pikirannya.


▪️▪️▪️


💬


"Assalamualaikum Nahla. Gimana kabar kamu? Kita udah lama gak ketemu Lo"


Pesan singkat dari Maryam terkirim ke nomor Nahla.


💬 Nahla:


"Wa Alaikum Salam wr. wb. Alhamdulillah baik, kamu gimana?"


💬 Maryam:


"Baik juga Alhamdulillah. Weekend ini kita ketemu yuk, kangen tahu"

__ADS_1


💬 Nahla:


"Ok, kita ketemu di tempat biasa ya".


▪️▪️▪️


Bagas kesal mendengar kasak kusuk yang muncul dikalangan dokter dan perawat di rumah sakit. Ia tak terima dikatakan numpang hidup sama istrinya.


"Sebaiknya kalian diam jika tidak tahu keadaan yang sebenarnya" hardik nya.


Para perawat itu akhirnya terdiam sejenak dan kembali berkomat-kamit.


"Lihat kan, dia tambah arogan dari sebelumnya. Makin sombong" ucap salah satunya.


Bagas mempercepat langkahnya menuju ruangan kerjanya dan membanting pintu tanpa sadar.


"Astaghfirullah" ucap seseorang yang sudah ada dalam ruangan kerja Bagas.


"Sayang, kamu disini. Maaf mas ngagetin kamu ya" ucap Bagas merasa bersalah.


"Mas kenapa begitu, pintu gak punya salah deh kayaknya sampai di banting gitu".


"Berita apa?" tanya Nahla.


"Hmm... Kata mereka mas numpang hidup sama kamu yang seorang direktur" jelas Bagas.


"Bukannya aku ya yang numpang hidup di rumah mas Bagas, ha-ha-ha".


Nahla menanggapi suaminya dengan candaan. Ia tahu mas Bagas pasti tersinggung dengan gosip yang beredar selama ini. Harga dirinya sebagai suami Nahla pasti merasa direndahkan.


"Mas kita hidup bukan untuk mendapatkan pengakuan baik dari mereka. Para pembenci akan selalu mencari kekurangan kita karena di hati mereka selalu dipenuhi dengan prasangka buruk. Begitupun dengan para pengagum berat, mereka selalu membenarkan apa pun yang kita lakukan, meskipun itu salah" ucap Nahla.


"Tapi kuping mas terasa kebakar mendengar semua itu".


"Sabar sayang, kita buktikan bahwa kamu tidak seperti itu" ujar Nahla.


"..."


"Kok diam mas, kenapa" tanya Nahla.

__ADS_1


"Tadi kamu manggil mas apa, ulangi" pinta Bagas.


"Sayang..." ucap Nahla terhenti karena Bagas langsung mengecup bibirnya.


Nahla sedikit kaget dengan gerakan tiba-tiba dari suaminya.


Bagas senang bukan kepalang, akhirnya Nahla memanggil nya dengan sebutan "Sayang".


"Akhirnya. Mas bisa dengar kamu manggil sayang" ucap Bagas bahagia.


"Segitunya reaksi mas Bagas" ucap Nahla tersipu.


"Iya dong, kan mas sudah menunggu cukup lama supaya kamu bisa manggil aku, sayang".


"Iya deh, paham. Jadi sekarang masalah tadi udah dilupain karena aku manggil Sayang" goda Nahla.


"Ah kamu. Ngejek mas ya".


Bagas berinisiatif untuk merengkuh istrinya yang sedang duduk di sofa.


"Mas ngapain, ini di rumah sakit Lo" ucap Nahla panik.


"Mas gemes sama kamu, Jadi pengen cepat balik ke rumah deh" goda Bagas.


Blush.


Pipi Nahla merona, mendengar pengakuan suaminya. Tiba-tiba pintu ruangan kerja Bagas terbuka saat posisi Bagas tengah memeluk sang Istri.


"Assalamualaikum..."


"..."


▪️▪️▪️


Bersambung...


Wah wah wah... Lagi mesra-mesranya ada yang nyelonong masuk.


Siapa ya kira-kira..

__ADS_1


__ADS_2