
Hai para pembaca setia novel "Istri kedua ustadz tampan" jika suka dengan karya author diharapkan dukungannya ya.
Vote and rate di halaman depan sampul novel, satu dukungan Anda sangat berarti bagi author.
Like and comments juga ya...
Terima kasih.
Selamat membaca...
▪️▪️▪️
Kasak kusuk mulai tumbuh di lingkungan rumah sakit. Kabar tentang kehidupan rumah tangga direktur baru mereka kini menyeruak kepermukaan.
"Kalian udah dengar kan, cinta segitiga mereka" ujar salah satu perawat.
"Iya, ternyata dr. Soni suka sama direktur kita" sambung yang lainnya.
"Tapi kan sebenarnya yang duluan dekat emang dr. Soni sama dr. Nahla. Dokter Bagas kan orang yang dipilih sama mantan direktur kita dulu".
"Huss... Jangan kenceng-kenceng ngomongnya. Nanti beliau dengar gimana" ucap perawat yang lebih tua.
"Tapi hampir semua orang di rumah sakit ini pada tahu".
"Iya, tapi kita tidak berhak mencampuri kehidupan pribadi mereka. Ingat kita ini cari hidup disini untuk keluarga kita, sebaiknya jangan macam-macam".
Soni yang mendengar berita itu, cukup terkejut dibuatnya. Pasalnya ia tak menyangka ternyata sahabatnya itu sudah terlebih dahulu tahu tentang perasaannya pada Nahla.
"Ternyata bang Bagas tahu kalau aku suka sama Nahla, dan tidak memberi ku kesempatan untuk mengutarakannya" ucap Soni lirih.
Ia tak habis pikir, kenapa Bagas tega menyalip cintanya di tengah jalan.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Bagas berinisiatif untuk berbicara dengan sahabatnya perihal berita yang beredar. Ia akan menjelaskan semuanya agar Soni tidak salah paham padanya.
Tok... tok... tok...
Pintu ruangan Soni diketuk oleh seseorang.
"Silahkan masuk" ucap Soni.
"Hallo, bro" sapa Bagas.
"Ya, Hallo. Tumben bang kesini" jawab Soni.
"Ada yang mau Abang omongin, kamu gak sibuk kan".
"Tidak bang, ngomong apa" ucap Soni.
"Sebelumnya Abang mau minta maaf, Abang banyak salah sama kamu".
"Maksudnya".
"Hmm... Itu sudah suratan takdir" jawab Soni singkat.
"Abang merasa tidak tenang sebelum meminta maaf dengan benar sama kamu" ujar Bagas.
"Tidak perlu meminta maaf, aku juga gak marah sama Abang" jelas Soni.
"Assalamu'alaikum" ucap seorang wanita yang muncul dari balik pintu.
Nahla akhirnya menyusul suaminya ke ruangan Soni, setelah mendapat informasi dari karyawan rumah sakit.
"Wa Alaikum salam" jawab keduanya.
"Permisi, maaf mengganggu" ujar Nahla.
__ADS_1
"Sayang, kok kamu kesini" tanya Bagas.
"Mau ketemu kalian" jawabnya.
"Ketemu kita" tanya Soni keheranan.
"Iya. Saya mewakili suami saya meminta maaf pada dokter Soni. Maaf kalau perbuatan mas Bagas melukai Anda. Saya berharap kalian masih bisa menjalin hubungan baik seperti sedia kala".
Soni yang mendengar perkataan Nahla dibuat cukup terkejut.
"Saya tidak marah sama bang Bagas, ini sudah jalannya. Meskipun saya bisa mengutarakan perasaan saya sebelum perjodohan kalian, belum tentu juga dr. Nahla akan menerima saya kan" jelas Soni.
Nahla cukup tertegun mendengar penuturan Soni, ternyata Soni berbeda dari ibunya.
"Keluarga dr. Nahla juga pasti tidak akan menerima saya, karena masa lalu keluarga kita" tambah Soni.
Nahla terdiam mendengarnya, ternyata Soni selama ini menahan diri juga karena pertimbangan hubungan buruk mamanya dengan keluarga Nahla.
"Saya tidak pantas" ujar Soni.
"Kamu ngomongnya kok gitu. Ibu mu mungkin punya alasan sendiri dan kekeh akan pendiriannya. Tapi kamu adalah orang yang berbeda, kamu baik dan berjiwa besar" tutur Bagas.
"Kita tidak usah mengungkit masalah almarhumah, biarkan beliau tenang di alam kuburnya" sambung Nahla.
"..."
"Saya berharap masalah ini tidak mempengaruhi hubungan baik kalian. Dan saya harap dokter Soni bisa segera menemukan jodoh, tentunya yang lebih baik dan cantik dibandingkan saya".
▪️▪️▪️
***Bersambung...
Jangan lupa dukungannya...
__ADS_1
Terima kasih***.