
Mohon maaf ya... lama update nya karena review-nya aja udah 2 hari.
Semoga setia menunggu...
▪️▪️▪️
Ustadz Hasan dan istrinya Zahra tiba di kota M pada pukul 10.00 pagi. Check in hotel dan istirahat sejenak karena sore nanti Ustadz Hasan akan menghadiri tausiyah. Zahra terbangun mendengar alarm shalat Dzuhur dari handphone nya .
"Mas bangun, shalat dulu yuk"
"Iya sayang, Khumaira ku" jawab Hasan sambil membelai pipi istrinya.
Sontak wajah Zahra memerah dan tersenyum begitu manis. Zahra membatin tumben mas Hasan manggil aku sayang bukan dek.
Hasan bergegas untuk wudhu disusul Zahra. Mereka selesai melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim, dan memutuskan untuk makan siang di restoran tempat mereka nginap.
"Sayang kamu mo ikutan mas ke acara atau mo istirahat di hotel"
"Kalo diajak ikut, kalo disuruh tinggal di hotel ya nurut"
"Kamu istirahat aja ya di hotel, soalnya besok kita bakalan jalan-jalan seharian" titah Hasan.
"Iya mas".
▪️▪️▪️
Hasan memberikan tausiyah kurang lebih sejam lamanya, dan dilanjutkan minum teh bersama.
"Ustadz Hasan kenapa datang sendiri, istrinya gak diajak" tanya salah satu panitia
"Istri saya istirahat besok mo jalan-jalan soalnya pak".
Sebelum Maghrib ustadz Hasan sudah sampai di kamar hotelnya.
Tok.. tok.. tok..
Zahra berjalan kearah pintu dan melihat dari lubang pintu.
"Assalamualaikum dek, ini mas"
__ADS_1
"Wa Alaikum salam, iya mas"
kret...
pintu terbuka,ternyata Zahra baru selesai mandi masih mengenakan baju mandi model kimono panjang dan rambutnya hanya ditutupi handuk.
"Mas kira tidur,"
"Gak mas, kan gak baik tidur habis ashar"
▪️▪️▪️
Keesokan harinya Hasan mengajak sang istri untuk pergi jalan-jalan untuk mengenal lebih dalam lagi.
"Barang-barangnya kok dibawa semua mas. kita gak balik lagi kesini.apa langsung pulang". tanya Zahra.
"pokoknya kejutan".
Sepanjang perjalanan Zahra terus berpikir kemana suaminya akan mengajaknya jalan-jalan. Zahra akhirnya tertidur.
Setelah sejam perjalanan darat akhirnya mereka tiba di tempat tujuan. Hasan membangunkan istri tercintanya.
"mm. udah nyampe ya mas."
"yuk masuk, disini anginnya kenceng".
Yup. Mereka sekarang lagi bulan madu dadakan di salah satu desa di kota M di daerah pesisir pantai. Ada beberapa cottage di sepanjang garis pantai, suasana yang hening hanya desiran ombak yang menemani.
"Kita liburan singkat disini sayang. besok pagi baru balik". terang Hasan.
Zahra mengangguk dan tersenyum begitu manis.
▪️▪️▪️
Hasan dan Zahra tengah duduk santai sembari menikmati pemandangan pantai ditemani kelapa muda dan beberapa cemilan.
"Dek, mas boleh nanya"
"Iya mas, silahkan"
__ADS_1
"Apa alasan kamu menerima pinangan mas dan mau jadi yang kedua" tanya Hasan penuh kehati-hatian.
Zahra menghembuskan nafas panjang seakan mengumpulkan keberanian untuk menjawab pertanyaan suaminya.
"Entahlah mas, jujur Zahra memang mengagumi mas dulu sebagai Ustadz dan dosen. Karena seringnya kita bertemu saat pembuatan skripsi, perasaan aneh mulai muncul.
Tapi Zahra selalu menganggap itu hanya bentuk kekaguman. Sampai pada akhirnya mba Sarah mengutarakan niatnya untuk menjadikan ku istri untuk suaminya."
"Terus kenapa kamu mau dek, kamu kan cantik di kampus banyak yang ngincer kamu" tanya Hasan
"Mungkin Zahra mulai jatuh cinta sama mas Hasan saat itu"
Zahra memandang lurus ke depan melihat deburan ombak.
"Mas sendiri kenapa mau, apa hanya karena permintaan mba Sarah"
Hasan tersenyum sambil menggenggam erat tangan Zahra.
"Salah satu alasannya memang karena permintaan Sarah selebihnya mungkin karena sejak awal kita bertemu mas sudah mulai penasaran dengan mu."
Zahra menatap suaminya penuh selidik.
"Ingat gak waktu secara gak sengaja kita bertabrakan di koridor kampus, dan mas gak sengaja nyentuh tangan kamu dan kamu nya langsung istighfar terus.
Disitu mas mulai tertarik pada sikap dan perilaku kamu dalam menjaga pandangan dan kehormatan mu"
Zahra tersipu malu karena Hasan mencium keningnya tiba-tiba.
"Mas sangat beruntung" ucap Hasan.
▪️▪️▪️
Bersambung...
Maafkan author yang masih banyak tipo,
Mohon dukungannya agar aku semangat ngetiknya.
Terima kasih
__ADS_1