
Renovasi butik Zahra telah rampung, Hari ini Zahra dan mama Ariyani akan berburu bahan untuk membuat koleksi fashion muslimah. Tim produksi sudah lengkap, semua di handle mama Ariyani, Zahra hanya bertugas menentukan bahan, dan model design nya.
Zahra Sekarang disibukkan dengan usaha barunya, terkadang Hasan mampir ke butik untuk sekedar melakukan pendekatan. Zahra sebenarnya agak ragu dengan sikap Hasan, karena Zahra tahu Hasan sudah berkeluarga.
Dua minggu sudah Hasan tidak pernah absen berkunjung ke butik, Akhirnya Zahra memberanikan diri bertanya maksud dan tujuan Hasan yang sebenarnya.
"Maaf mas apa maksud semua ini"
"Mas hanya ingin silaturahmi" jawab Hasan polos
"Silaturahmi setiap hari, Lagi pula kita bukan muhrim tidak pantas pria beristri datang ke tempat wanita lain"
"Jangan bicara begitu dek, sebenarnya...." perkataan Hasan terhenti
"Sebenarnya apa, apa yang Mas dan keluarga Zahra sembunyikan selama ini. Zahra selama ini diam tapi selalu memperhatikan gerak-gerik kalian semua. Tolong jujur" ucap Zahra berkaca-kaca
"Maafkan mas dek, mas sudah tidak mampu lagi" Hasan pergi meninggalkan butik dengan selembar foto di tangan Zahra.
Zahra melihat foto yang diberikan Hasan tadi, betapa terkejutnya dia melihat itu semua. Zahra sok dan akhirnya pingsan. Karyawannya membawa bos mereka ke rumah sakit.
▪️▪️▪️
Di rumah sakit mama Ariyani sangat sedih mendengar anak nya tak sadarkan diri. Dokter Dimas juga penasaran apa yang membuat Zahra jatuh ke pingsan.
"Mama, kok Zahra disini" tiba-tiba Zahra bangun dan mendapati dirinya berada di ranjang rumah sakit dengan selang infus di tangannya.
"Alhamdulillah nak, kamu sadar. Tadi kamu pingsan di butik" ucap mama Ariyani
__ADS_1
"Oh iya ma, maafin Zahra"
"Zahra kenapa kamu bisa pingsan, itu sangat berbahaya buat kamu" tanya dr. Dimas tegas
"Maaf dok, tadi saya terlampau kaget"
"Lain kali lebih hati-hati. Saya permisi dulu" ucap dokter
"Kenapa foto ini ditangan kamu nak, siapa yang datang ke butik" tanya mama Ariyani penasaran.
"Ma, Zahra mohon sama mama ceritakan yang sejujurnya sama Zahra apa yang sebenarnya terjadi. Apa benar Zahra istri mas Hasan"
"Hmmm... Iya nak, kamu istri kedua Hasan" ucap mama Ariyani
Sambil meneteskan air mata mama Ariyani menceritakan semua kejadiannya. Mereka berpelukan menangis menumpahkan semua emosi yang tertahan selama ini.
▪️▪️▪️
"Alhamdulillah sudah mendingan dok"
"Syukurlah, lain kali kamu harus kontrol emosi, biar otak kamu tidak melakukan pekerjaan yang berat" titah dr. Dimas
"Iya dok, saya mengerti. Saya sudah tau cerita yang sesungguhnya dan akan mengontrol emosi saya selanjutnya"
"Hmm. Saya turut berduka soal anak kamu" hibur dokter
"Iya dok, makasih. Semua sudah ditakdirkan seperti itu"
__ADS_1
"Ya sudah kamu istirahat dulu, besok kamu sudah bisa pulang" jelas dokter
"Terima kasih dr. Dimas"
▪️▪️▪️
"Ma, tolong undang mas Hasan dan mba Sarah ke rumah kalo Zahra sudah pulih nanti, ada sesuatu yang mo Zahra sampaikan"
Bima Arya memberi kabar pada menantunya untuk datang ke rumah besok beserta istrinya melalui sambungan telepon.
"Assalamualaikum nak Hasan"
"Wa Alaikum salam pah" jawab Hasan
" Besok papa harap kamu sama Sarah bisa datang ke kediaman kami. Ada hal penting yang akan kita bahas"
"Baik pah, Ba'da ashar Hasan datang selesai ngajar" jelas Hasan lagi.
"Iya. Kalo begitu sudah dulu. Assalamu'alaikum"
"Wa Alaikum salam pah" ucap hasan
Hasan sangat gugup, dia yakin ini pasti soal kelanjutan hubungannya bersama Zahra. Hasan berusaha pasrah apapun keputusannya.
Bersambung...
*Kira-kira apa ya keputusan Zahra???
__ADS_1
Ditunggu episode selanjutnya.
Jangan lupa like comments and vote nya yah* ..