
Maryam berlalu meninggalkan Davis yang masih terduduk dilantai. Ia begitu takut dengan pengakuan bos suaminya barusan.
"Sayang, udah selesai jalan paginya" tanya Yusuf yang berdiri didepan pintu kamar.
"Sudah mas".
"Barang-barang udah aku beresin, sekarang kita sarapan dulu udah di tungguin yang lainnya" ucap Yusuf.
"Iya".
▪️▪️▪️
Selama sarapan tadi Maryam menghindari kontak mata dengan Davis, dan fokus hanya pada makanannya.
"Ya Allah mas, segitu bahagianya kamu dengan acara ini. Kamu gak tahu aja bos kamu punya maksud lain. Apa kamu masih bisa bahagia kalau tahu kenyataan yang sesungguhnya" batin Maryam.
Akhirnya sarapan selesai sudah, semua peserta gathering pulang ke rumah masing-masing.
Didalam mobil Yusuf memperhatikan istrinya yang semenjak jalan pagi tadi sedikit lebih diam.
"Sayang, kamu kenapa" tanya Yusuf.
"Gak kenapa kok mas, cape aja pengen istirahat" jawab Maryam singkat.
"Ya udah tidur aja dulu, kalo udah sampai rumah mas bangunin".
▪️▪️▪️
Davis sedang memikirkan reaksi Maryam tadi setelah tahu tentang perasaannya. Menghindar dan tak mau melihatnya, sengaja menjauh.
"Semakin tertantang rasanya, setelah melihat reaksinya" ucap Davis yang tengah duduk di kursi belakang.
"..."
"Erik... cari tahu informasi tentang Maryam istri pak Yusuf General Manager di perusahaan kita" titah Davis.
"Baik, pak" jawab Erik singkat.
__ADS_1
Erik adalah asisten pribadi Davis yang merangkap supir dan juga sahabat nya.
"Apalagi yang mau dia lakukan. Nampaknya dia akan menggila" batin Erik.
"Jangan berbicara dibelakang ku. Aku tau apa yang kamu pikirkan" ucap Davis.
"Laksanakan, siap 86" ejek Erik.
Kembali ke mode sahabat, Erik mencoba bertanya pada Davis kenapa harus mencari tahu informasi tentang istri karyawan nya.
"Kenapa dengan Maryam, kenapa Lo begitu tertarik" ucap Erik.
"Rasanya gue jatuh cinta" ucap Davis to the point.
"A... apa. Jatuh cinta? Sama siapa, Maryam maksud kamu" pertanyaan bertubi tubi keluar dari mulut Erik.
"Iya".
"Udah gila ya. Dia kan istri orang. Lagian tumben seorang Davis bisa merasakan jatuh cinta" ujar Erik.
"Gak tahu, terlalu banyak yang gak masuk akal. Gue tau nya, Maryam adalah sosok yang berbeda dengan wanita yang selama ini menghabiskan malam dengan gue" jelas Davis.
"Gak usah ngeluh, cari aja infonya sebelum Lo gue kirim ke Afrika" ujar Davis.
"Dasar sinting" gumam Erik.
"Gue denger tahu".
▪️▪️▪️
Seminggu berlalu pasca gathering, sebuah DM masuk ke ponsel Maryam.
💬
"Hai Maryam, gimana kabarnya".
Maryam membaca dengan bertanya tanya dalam hati, siapa kira-kira ini. Di lihat dari fotonya seperti pernah liat di suatu tempat. Foto anak kecil yang tidur dipangkuan seseorang.
__ADS_1
"Siapa ya" gumamnya.
"..."
"Astaghfirullah. Ini kan anaknya pak Davis bos mas Yusuf" ucapnya terkejut.
"Kenapa dia bisa DM, tahu dari mana kontak aku" ucap Maryam lagi.
Tiba-tiba masuk pesan baru di ponsel Maryam.
💬
"Semoga baik ya, rasanya sudah lama tidak melihat wajah mu".
Maryam hanya bisa geleng-geleng kepala membaca pesan dari Davis.
"Orang ini nekat, kenapa harus aku sih" tanya Maryam pada dirinya sendiri.
"Assalamu'alaikum" ucap Yusuf.
"Wa Alaikum salam, udah pulang mas" ucap Maryam.
"Iya sayang, ini ada bingkisan dari bos".
"Apa ini, kok dari bos. Apa semua karyawan dapat" tanya Maryam penuh selidik.
"Hanya beberapa saja" jawab Yusuf.
"..."
"Alhamdulillah bos ku orangnya baik" ucap Yusuf.
"Baik apanya" batin Maryam tak suka.
▪️▪️▪️
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa di vote and rate ya.
Terima **kasih**.