
Beberapa bulan kemudian....
Seperti biasanya setiap pagi Zahra selalu keliling kompleks dengan perutnya yang sudah membesar untuk berjalan kaki. Kandungannya sudah menginjak bulan ke-9, hanya menghitung hari saja Dimas junior akan segera lahir.
"Assalamu'alaikum" Zahra masuk ke rumahnya dan merebahkan diri di sofa ruang tamu.
"Wa Alaikum salam, Ibu mau dibuatkan susu" tanya asisten rumah tangganya.
"Iya, Bi. Tolong ya"
"Baik, Bu" ucap ART nya lagi.
▪️▪️▪️
Cuaca malam yang sangat dingin membuat ibu hamil itu duduk di atas ranjang dengan selimut tebalnya sambil membaca ayat suci Al-Quran. Lantunan firman Allah itu adalah alunan musik terbaik buat perkembangan bayi dalam rahim sang ibu.
"Assalamu'alaikum, sayang" ucap Dimas yang baru pulang dari Rumah Sakit.
"Wa Alaikum Salam, Mas. Maaf Zahra gak nyambut mas di depan tadi".
"Gak perlu sayang, kamu kan lagi hamil besar" ucap Dimas sambil mengelus perut istrinya.
"Mas udah makan"
"Belum, sayang. Kamu" tanya Dimas.
"Belum juga. Zahra sengaja nunggu mas pulang, biar bisa barengan makannya".
"Mas mandi dulu, baru kita makan ya".
▪️▪️▪️
Baru beberapa langkah mereka menuruni anak tangga tiba-tiba Zahra mengalami kontraksi bersamaan dengan pecahnya air ketubannya.
"Astaghfirullah, Mas. Sakit banget"
"Kenapa sayang. Ya Allah ketuban kamu udah pecah. Ayo kita ke rumah sakit" ucap Dimas panik langsung menggendong Zahra.
"Perlengkapan aku lahiran masih di kamar mas"
__ADS_1
"Nanti bibi yang bawain ke mobil" sanggah Dimas.
Selagi menunggu bibi, Dimas menghubungi orang tua mereka. Mengabari kalau Zahra mau lahiran.
▪️▪️▪️
Skip....
Lima tahun kemudian...
"Jangan lari-lari sayang, nanti jatuh lo" teriak Zahra dari teras rumah.
"Iya Ummah. Disini ada kupu-kupu"
"Iya, Nak. Tapi hati-hati jangan lari" ucap Zahra sambil berjalan ke arah putrinya.
Aishwa Nahla, gadis kecil berusia lima tahun itu adalah anak dr. Dimas dan Zahra. Meskipun masih balita tapi Nahla sudah menutup auratnya dengan baik. Semua berkat ajaran dan didikan dari Ummah tercinta.
"Assalamu'alaikum" ucap Dimas yang baru turun dari mobilnya.
"Wa Alaikum salam. Abi ... " jawab Nahla sambil berlari ke arah Dimas.
"Nahla lagi liatin kupu-kupu, Bi" jawab Nahla.
Mereka akhirnya masuk kedalam rumah karena sudah mau masuk waktu Maghrib.
▪️▪️▪️
Malam beranjak larut, sepasang suami istri tengah terlibat obrolan kecil.
"Sayang, Nahla kan udah gede. Apa gak sebaiknya kita punya anak lagi ya. Biar Nahla Ada teman mainnya gitu" ucap Dimas hati-hati.
"Iya sih, Mas. Aku juga mikirnya gitu tapi belum sempat aja diobrolin sama Mas" jawab Zahra.
"Kalo gitu kamu lepas aja kontrasepsi nya, Gak usah diminum lagi" jelas Dimas.
"Iya, Mas".
"Alhamdulillah Ya Allah hamba diberi keluarga yang sempurna, Suami yang baik dan penyayang, Putri yang shaleha. Mudah-mudahan hamba masih diberikan kepercayaan untuk memiliki momongan kembali. Aamiin ... .
__ADS_1
Semoga Allah memanjangkan jodoh kami kelak sampai di surga" batin Zahra penuh harap.
▪️▪️▪️
Zahra dan Mama Ariyani beserta yang lainnya lagi berada di bandara untuk mengantarkan Ustadz Hasan dan keluarga. Dimas tidak ikut serta karena memiliki jadwal operasi.
Sarah akan di rujuk ke Rumah sakit di negara tetangga. Karena Penyakitnya sudah stadium lanjut.
Sarah di vonis dokter mengidap radang selaput otak sekitar setahun yang lalu, dan kini keadaannya semakin membutuhkan perawatan khusus.
Maryam juga turut serta ke luar negeri, karena ingin selalu bersama orangtuanya.
"Hati-hati di sana ya, Semoga kalian selalu dalam lindungan Nya" ucap mama Ariyani iba.
"Mba cepat sembuh ya, biar kita bisa ngumpul lagi. Maryam sama Nahla bisa main sama-sama lagi" ucap Zahra sambil memeluk erat Sarah.
"Insya Allah, Terima kasih semua atas do'a dan dukungannya" jawab Sarah lirih.
"Kami berangkat dulu, ya. Assalamu'alaikum" pamit Hasan.
▪️▪️▪️
Akhir tahun nanti dr. Dimas akan berkunjung ke salah satu Rumah sakit milik keluarganya yang ada di kota M.
Nahla bersikeras ingin ikut bersama Abi nya tetapi Dimas melarangnya.
"Abi, Nahla mau ikut. Boleh ... ya boleh ..."
"Jangan sayang kamu di rumah aja jagain Ummah, di sana kan Abi kerja sayang" jelas Dimas penuh kasih sayang.
"Ya Abi gitu, ya udah Abi boleh pergi. Tapi, bawain oleh-oleh ya" tawar Nahla.
"Siap, Sayang. Insya Allah".
***Bersambung...
Jangan lupa dukungannya ya...
like, comments, vote and rate nya ya....
__ADS_1
Terima kasih***