Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Mas Hasan


__ADS_3

Hasan dan anaknya Maryam telah berada di rumah sakit untuk menjenguk orang tua dari Nahla dan Dimas.


"Maaf pak ada yang bisa kami bantu" tanya petugas rumah sakit.


"Ruangan ibu Zahra Khumaira dimana ya, yang kemarin kecelakaan"


"Ibu Zahra menantu dr. Budi ya, Mari pak saya antar kan".


▪️▪️▪️


"Nahla... Tunggu" panggil Maryam


Nahla dan Dimas menoleh ke asal suara, Maryam dan Abinya tergesa-gesa menghampiri mereka. Zahra akan dipindahkan ke ruang rawat VVIP karena kondisi mulai stabil dan sudah melewati masa kritisnya.


"Maryam, Pak ustadz kalian ada disini" sapa Nahla.


"Assalamu'alaikum, Nak. Kami dengar kabar soal ibu kalian, kebetulan Maryam juga sangat ingin bertemu dengan kamu. Jadi kami datang berkunjung" ucap Ustadz Hasan.


"Wa Alaikum Salam. Iya kemarin Ummi sama Nenek kena musibah. Nahla sama Dimas nginep di rumah sakit di ruangan kerja Kakek"


Maryam tersadar ada seseorang di samping sahabatnya, yang tak lain adalah orang yang bertabrakan dengannya di gerbang pesantren.


Ternyata dia adalah Dimas, adik dari sahabatnya itu.


Dimas nampak segan karena di depannya ada guru sekaligus pemilik pondok pesantren tempatnya menimba ilmu.


"Jadi bagaimana kondisi Ibu kamu sekarang" tanya Ustadz Hasan penasaran.


"Alhamdulillah Ummi sudah berangsur-angsur sadar" jelas Najla sambil masuk ke ruangan VVIP bersama ketiga orang lainnya.


"Silahkan duduk, Pak Ustadz, Kak" ucap Dimas ramah.


"Terima kasih Nak".

__ADS_1


Nahla dan Maryam melepas kerinduan mereka, sementara Ustadz Hasan memandang ke arah ranjang tempat Zahra terbaring lemah.


Dimas sesekali melirik ke arah Maryam yang tengah asik bercerita dengan kakaknya.


"Ah rupanya yang kemarin itu anak pak Ustadz dan sahabat kakak ya" batin Dimas.


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum... Eh ada Nak Hasan sama Maryam rupanya" Sapa papa Bima yang juga datang melihat kondisi putrinya.


"Wa Alaikum salam Om, Wa Alaikum salam kakek" jawab keduanya bersamaan.


"Bagaimana kondisi Tante, maaf tadi langsung kesini belum sempat jenguk Tante" ucap Hasan.


"Alhamdulillah Tante udah baikan, cuman sedikit pusing. Semalam Om jagain Tante"


"Pak ustadz panggil Kakek dengan sebutan Om, Kok aku baru tahu hubungan keluarga kita sedekat ini" batin Dimas.


"Akh... Kepalaku" ucap Zahra dengan terbata yang baru sadar pasca operasi.


"Alhamdulillah Nak, akhirnya kamu sadar juga" ucap Papa Bima.


"Alhamdulillah" ucap yang lainnya serempak.


"Kepalaku sakit, Pah. Mas Hasan mana" Tanya Zahra


"Hm... Itu Hasan datang sama Maryam" jelas Papa Bima.


"Maryam... Oh anak Mba Sarah, coba sini aku gendong"


Haaa....


Semua dalam ruangan semakin kebingungan, apa lagi yang terjadi dengan Zahra.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Setelah dokter menjelaskan tentang kondisi Zahra, sekarang semua sudah cukup tenang.


Anak-anak masih belum tahu apa yang terjadi, apa maksud dari perkataan Ummi Zahra.


Hasan dan Papa Bima masih dalam ruangan menemani Zahra.


"Mana mba Sarah, Mas' tanya Zahra.


"Sarah sudah meninggal"


"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un, Maaf mas. Zahra gak ingat"


"Gak apa-apa dek, aku suruh anak-anak masuk ya" ucap Hasan.


"Maryam sama siapa tadi, kayak sepantaran umurnya"


"Mereka berdua anak kamu, kamu gak inget juga"


"Maaf, Zahra gak ingat"


"Anak-anak. Ayo masuk Ummi kalian pengen ketemu"


Kret...


"Ummi... " ucap Nahla dan Dimas.


"Maafkan Ummi ya, Ummi belum ingat kalian"


▪️▪️▪️


Bersambung...

__ADS_1


Note:


Seorang pria mendambakan wanita yang sempurna dan begitu juga wanita mendambakan sosok pria sempurna, namun mereka tidak tahu bahwa Allah telah menciptakan mereka untuk saling menyempurnakan satu sama lain


__ADS_2