Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 14


__ADS_3

Maryam akhirnya tersadar dan melihat sekeliling dan mengucap syukur ternyata dia masih berada dirumah anak yang ditolongnya tadi.


"Alhamdulillah, akhirnya Ibu sadar" ucap orang tua gadis tadi.


"Maaf Bu, tadi kepala saya rasanya berat" ucap Maryam.


Maryam melihat arloji di tangannya, ternyata Ia pingsan hampir setengah jam lamanya. Setelah sampai dirumah anak kecil itu, Ia sempat melihat jam juga makanya tahu berapa lama tak sadarkan diri.


Akhirnya Maryam pamit dan bergegas menuju pesantrennya. Akhirnya hari itu Maryam absen menghadiri jam mata pelajarannya yang pertama.


Disisi lain Bagas yang tadinya berniat membawakan dompet istrinya yang tertinggal dibuat cemas karena mendapati Maryam belum sampai di pesantren.


"Ya Allah, kamu dimana sih sayang. Ditelpon juga gak dijawab" gumam Bagas khawatir.


Akhirnya Bagas menitipkan dompet istrinya itu pada ayah mertuanya.


▪️▪️▪️


Davis tengah asik bercengkrama dengan anak semata wayangnya tak henti-hentinya memamerkan senyum bahagianya.


"Daddy kenapa kok senyum-senyum" tanya Celine penasaran.


"Mood Daddy sedang bagus sayang, semoga kedepannya terus seperti ini".


Celine terdiam memandangi Daddy nya, Ia berpikir ini saatnya Celine bercerita masalah yang sedang mengganggu pikirannya.

__ADS_1


"Dad, bolehkah Celine bertanya"


"Sure, Honey. Apa yang mengganggu pikiran mu" tanya Davis ingin tahu.


"Mommy Celine orang nya seperti apa, Celine dapat tugas bercerita tentang Ibu saat peringatan hari ibu nanti ".


Davis bingung akan pertanyaan sang anak. Pasalnya Celine lahir dari hasil cinta satu malam mereka. Bahkan Davis tidak mengenal baik Mommy Celine. Karena Mommy Celine lah yang begitu menginginkannya hingga rela


berkorban dan mengandung benih Davis.


"Mmmm. Mommy kamu orangnya baik dia rela berkorban dan mempertaruhkan nyawanya demi anak yang dicintainya, yaitu kamu sayang"


"Mommy sedang di surga kan, Dad"


"Ah iya, sayang".


"Sabar ya sayang, nanti juga kamu bakal dapat Mommy yang sayang sama kamu tulus. Daddy janji".


"Janji ya, Celine bakalan tunggu" ucapnya begitu bahagia.


▪️▪️▪️


Maryam tiba di rumah pukul 15.30, bergegas mandi dan melaksanakan kewajiban 4 raka'at nya. Kemudian berkutat di dapur untuk persiapan makan malam nanti, Ia ingin membuat makanan kesukaan sang suami.


Satu jam kemudian Yusuf pulang dari toko bukunya, merebahkan badannya diatas sofa ruang keluarga.

__ADS_1


Maryam datang membawa secangkir kopi dan beberapa camilan untuk suaminya.


"Maaf ya Mas, tadi telpon kamu gak aku angkat karena tadi aku sempet pingsan waktu nganter anak kecil yang tersesat" jelas Maryam.


"Terus gimana keadaan kamu sekarang, kamu gak apa-apa kan".


"Gak Mas, Alhamdulillah".


"Lain kali hati-hati ya sayang, Mas tadi khawatir jadi nelpon kamu beberapa kali".


"Iya Mas, maaf. Mas mau mandi sekarang aku siapin air nya dulu".


Maryam beranjak ke kamar disusul Yusuf yang mengekor di belakangnya.


▪️▪️▪️


Dia minggu setelah kejadian Maryam pingsan, dirinya kembali merasa ada yang salah dengan badannya. Sekujur tubuhnya dirasanya sangat pegal dan setiap pagi Ia sering mengalami kantuk yang amat sangat.


Setiap mau bangkit dari duduk pasti merasa pusing, begitu juga ketika di pesantren. Pernah hampir saja Maryam jatuh karena badannya yang tiba-tiba oleng.


"Aku kenapa sih, kok kayak orang penyakitan gini" ucapnya lirih.


▪️▪️▪️


Bersambung...

__ADS_1


Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Tidak ada seorang perempuan pun yang mengandung dan melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan tidak dipanjangkan umur seseorang dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.


(QS. Al-Fath Ir ayat 11)


__ADS_2