Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 11


__ADS_3

Davis tak menyangka kalo akhirnya dia bertekuk lutut terhadap pesona istri karyawan nya sendiri. Padahal selama ini dia terkenal playboy dan tidak pernah menggunakan hatinya untuk menjalin hubungan cinta satu malam bersama wanita yang sudah-sudah.


"Erik, suruh Yusuf menghadap" titah Davis


"Siap, Bos".


Yusuf masuk ke ruang CEO DY group dengan perasaan yang campur aduk. Sedikit kesal dan marah setelah mengetahui kebaikan bosnya selama ini ternyata karena ada niatan terselubung.


"Pagi, Pak. Ada yang bisa saya bantu".


"Oh ini ada sedikit bonus buat kamu karena sudah mau kerja lembur" ucap Davis.


"Terima kasih, Pak. Tapi maaf saya tidak bisa menerimanya karena mulai sekarang saya akan mengundurkan diri dari perusahaan ini" ujar Yusuf.


"Kok tiba-tiba, apa ada masalah serius"


"Tidak ada Pak, hanya saja saya ingin menghabiskan lebih banyak waktu di rumah bersama istri".


"Jadi kamu tidak kerja" tanya Davis penasaran.


"Saya mau buat usaha kecil-kecilan. Dan mohon maaf saya mohon kepada Pak Davis untuk jangan lagi mengganggu keharmonisan rumah tangga saya" ucap Yusuf penuh penekanan.


Degh.


Davis tersentak mendengar pernyataan Yusuf, ternyata Dia sudah tau kalo selama ini dirinya mendekati istri Yusuf.


"Soal itu saya mohon maaf, tapi saya juga tidak bisa mengabaikan perasaan saya terhadap istri kamu, karena baru kali ini saya merasakannya. Dan juga anak semata wayang ku juga sangat menyukai Maryam. Saya hanya berjuang dengan perasaan saya".


Yusuf yang mendengar penuturan bosnya dibuat geram, sekuat tenaga menahan amarahnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu Pak, ini adalah hari terakhir saya bekerja. Terima kasih"


Yusuf berlalu meninggalkan ruangan Davis dengan amarah yang terpendam.

__ADS_1


▪️▪️▪️


"Lo Mas, tumben pulang lebih awal. Apa Mas sakit" tanya Maryam penasaran.


Yusuf tak langsung menjawab pertanyaan istrinya, Ia merebahkan badannya di atas sofa ruang keluarga sambil memijat pelipisnya.


"Mas, kenapa".


Yusuf menggenggam erat jemari sang istri


"Mas sudah mengundurkan diri dari kantor DY group"


"Kok mas gak cerita ke Aku sebelumnya" tanya Maryam sedikit kecewa.


"Maaf Mas tidak bisa lagi menahan diri jika harus bekerja dengan orang yang berniat merebut istri Mas".


"Tapi kan seharusnya Mas cerita dulu ke Aku. Tidak mengambil keputusan sendiri. Apa Mas gak nganggap aku sebagai istri".


"Ya sudah lah".


Maryam sedikit kecewa karena Yusuf tidak melibatkan dirinya dalam mengambil keputusan penting.


Maryam pamit ke suaminya untuk bersiap ke pesantren karena ada jam mengajar siang nanti.


▪️▪️▪️


Sesampainya di pesantren Maryam bergegas menuju kelas untuk melaksanakan tugas nya.


Tok tok tok


Bunyi pintu kelas diketuk dari luar.


"Assalamu'alaikum Ustadzah, ini ada titipan dari seseorang" ujar satpam sekolah yang mengantarkan itu.

__ADS_1


"Wa Alaikum salam, terima kasih Pak"


Maryam hanya meletakkan paket tersebut di atas meja karena Ia masih fokus mengajar.


Satu jam berlalu Maryam pun kembali ke ruangannya dengan menenteng paket tadi.


Menyadarkan badannya ke sandaran kursi.


"Paket apa ini" ucapnya sambil mengamati.


"Jilbab" ucap Maryam lirih.


Maryam kaget setelah membaca kartu yang terselip di jilbab yang sangat cantik warnanya.


"Astaghfirullah, kenapa Dia belum sadar juga dan masih gencar memberiku hadiah".


Tidak salah lagi, paket itu berasal dari Davis pria yang tergila-gila pada wanita bersuami.


"Maryam ini ada jilbab yang cantik, melihat jilbab ini rasanya sangat cocok dengan dirimu yang begitu menawan. Terima ya, maaf jika kurang berkenan. Karena aku juga tidak bisa mengabaikan perasaan ini"


Itulah sebait kalimat yang tertulis di kartu ucapan itu.


"Ya Allah lindungilah hamba dari segala macam fitnah" batin Maryam dalam hati.


▪️▪️▪️


Bersambung..


Hai pembaca setia ku,,, terima kasih atas perhatiannya dan kesetiaan nya menunggu up episode terbaru "Istri Kedua Ustadz Tampan"


Jangan lupa mampir juga ke karya author yang kedua "My Husband is not 'Oppa'but 'Dongsaeng'"


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2