
Ditunggu ya like, comment, rate and vote nya...
Terima kasih.
Selamat Membaca.
▪️▪️▪️
Dimas masuk ke rumah orang tuanya dengan menggandeng tangan istri tercinta begitu erat.
"Assalamualaikum"
"Wa Alaikum salam. Eh pengantin baru. Halo kakak ipar" ucap Denis yang berada diruang tamu sambil terus memperhatikan Zahra yang sudah mengenakan niqob.
"Halo Den" jawab Zahra singkat.
"Mama papa mana. Kok rumah sepi" tanya Dimas penasaran.
"Mama papa lagi di rumah sakit tadi ada kerjaan mendadak" jawab Denis.
Mereka menghabiskan waktu dengan bertukar cerita dengan serunya. Hingga tak terasa hampir sejam lebih terlewatkan.
"Kita ke kamar dulu ya, Zahra mo istirahat" pamit Dimas pada adiknya.
"Huh dasar pengantin baru, bawaannya ke kamar mulu" goda Denis.
"Zahra memang capek tau, semalam resepsi selesai jam 11. Istirahatnya kurang" jawab Dimas.
"Iya-iya paham, gak perlu dijelasin" sambung Denis lagi sambil tertawa terbahak-bahak.
Mereka memasuki kamar dengan nuansa putih dan hitam, kamar yang cukup luas yang dihiasi dengan perlengkapan tidur yang serba wah.
"Istirahat aja dulu sayang, nanti kalo udah Dzuhur mas bangunin" ucap Dimas.
"Tapi aku belum ngatur barang-barang aku di lemari"
"Biar nanti bibi Ijah yang beresin sayang, kamu istirahat saja dulu. mas mau kebawah nemenin Denis" ucap Dimas sambil menggandeng istrinya ke tempat tidur.
"Iya mas".
▪️▪️▪️
Flashback...
Zahra dan Dimas menuruni anak tangga dengan penampilan barunya.
__ADS_1
Semua keluarganya kaget tak terkecuali mama Ariyani.
"Kamu pakai niqob, kenapa nak. Kok mendadak"
"Gak mendadak mah, Zahra sudah membahas dan minta persetujuan suami Zahra kok. Dan mas Dimas setuju"
"Ya sudah terserah kamu aja. Semoga kamu Istiqomah"
▪️▪️▪️
Sore menjelang sepasang pengantin baru tengah duduk di balkon kamar menikmati semilir angin yang bertiup, Keduanya menikmati segelas jus alpukat.
"Sayang kamu mau honeymoon" tanya Dimas.
"Emang mas gak sibuk di rumah sakit, kan udah cuti 3 hari sebelum nikah"
"Semua bisa diatur sayang,yang penting istriku senang dan bahagia" ucap Dimas bangga.
"Zahra mau, tapi bingung kemana"
"Di Indonesia aja ya, ini kan honeymoon dadakan"
"Iya terserah mas Zahra ikut aja"
"Sayang, ternyata gini ya rasanya pacaran halal" ucap Dimas sumringah.
"Yah lebih indah dan tidak takut dosa" jelas Dimas.
"Kan memang seharusnya begitu, dalam Islam tidak mengenal pacaran. Kalo memang serius seharusnya ya nikah" tutur Zahra.
"Kita saling bantu ya sayang, aku yang masih sedikit pengetahuan tentang agama ini akan berusaha menjadi imam yang baik buat kamu dan anak-anak kita kelak" ucap Dimas sambil mengecup dahi Zahra.
"Iya mas".
▪️▪️▪️
Dimeja makan mereka berkumpul untuk bersantap malam bersama, ini kali pertama buat Zahra makan bersama mertuanya.
"Ayo dimakan sayang, jangan malu-malu" ucap mama Anita.
"Iya mah"
Setelah menyantap hidangan utama, mereka menikmati hidangan penutup sambil ngobrol kecil.
"Menantu mama udah pake niqob tapi mama masih memakai jilbab seperti ini" ucap mama Anita.
__ADS_1
"Maafkan Zahra ma, Zahra tidak bermaksud buat mama merasa seperti itu"
"Gak sayang,mama hanya merasa malu saja menantu mama lebih baik soal agama dibandingkan mama" ucap mama Anita lagi.
"Yang menentukan lebih baik itu bukan kita manusia ma, tapi Allah. Bisa saja mama lebih bagus ibadahnya dibandingkan Zahra"
"Iya mamaku sayang. Zahra pake niqob karena permintaan Dimas. Biar kecantikan Zahra tidak dinikmati orang lain" sambung Dimas sedikit berbohong.
"Mas Dimas bohong, dia melindungi ku agar tidak terlihat kalo aku yang ingin pake niqob" batin Zahra bahagia.
"Dasar posesif. Takut ya istrinya berpaling" ledek Denis.
"Insya Allah aku percaya Zahra gak akan berpaling karena dia istri shalehaku. Iya kan sayang" ucap Dimas sambil merangkul pundak istrinya.
"Insya Allah" jawab Zahra malu.
"Huuu... ma, pa. Denis mo nikah juga" ucap Denis pura-pura sedih.
"Calon nya aja gak ada mo sok-sokan nikah" sambung papa Budi.
"Ah papa, mematahkan semangat aku aja" jawab Denis.
Skip..
😍😍😍
"Sayang, kita Shalat Sunnah dulu ya" ajak Dimas gugup.
Blush...Pipi Zahra bersemu merah.
Sepasang kekasih halal shalat Sunnah bersama untuk memulai malam yang indah.
Dimas mencium ubun-ubun sang istri dengan penuh cinta kasih sambil membaca sebait do'a dan berkata"Sayang aku mencintaimu".
Sepasang mata itu bertemu dalam bingkai kasih halal. Memadu kasih dengan penuh cinta dimalam kedua pernikahan mereka bukan dimalam pertama.
▪️▪️▪️
Dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 223, Allah berfirman:
Nisaa'ukum harsul lakum fa'tu harsakum annaa syi'tum wa qaddimu li'anfusikum, wattaqullaaha wa'lamuu annakum mulaaquh, wa basysyiril-mu'miniin
Artinya:
"Istri-istrimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman."
__ADS_1
Bersambung...