Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Denis Lagi


__ADS_3

Setelah mengantarkan Zahra, Dimas dan Denis kembali melanjutkan perjalanan ke rumah mereka.


Dalam mobil Denis tidak bisa menahan rasa penasarannya terhadap Zahra.


"Kak, Zahra siapa sih. Kok bela-belain anterin dia padahal cuman pasien doang"


"Zahra pasien yang istimewa, kakak kagum sama dia, cantik dan menjaga pergaulan nya"


"Oo gitu, kakak naksir ya"


"Belum tau, yang jelas kakak kagum. Masih muda udah mengalami banyak hal pahit, tapi masih tetap sabar dan istiqamah. Eh ngapain kamu penasaran"


"Ya penasaran aja, abis beda dari cewek pada umumnya"


"Tapi kamu jangan sembarangan ya, Zahra itu baru saja menjanda"


"Janda...! Masih muda"


Akhirnya Dimas menceritakan semua mengenai Zahra yang ia ketahui. Denis manggut-manggut mendengar penjelasan kakaknya.


▪️▪️▪️


Keesokan harinya dikediaman orang tua Zahra, Dua sahabat itu tengah bersiap-siap untuk pergi ke bandara.


Ya hari ini Zahra dan Salsa akan bertolak ke kota A untuk mengurus cabang butik yang akan dibuka di sana.


"Cepetan anak-anak mama, udah ditunggui supir" teriak mama Ariyani pada keduanya.


"Iya mah, dikit lagi" jawab Zahra.


Skip...


Di bandara Zahra dan Salsa baru turun dari mobilnya dan bergegas menuju pintu masuk bandara.


Bruk....


Zahra tersungkur ke lantai.


"Astaghfirullah"


" Aduh maaf Bu" ucap seorang pria berseragam pilot.


Zahra menengok ke atas mencoba melihat sosok yang menabraknya.

__ADS_1


"Denis"


"Zahra"


"Kalian saling kenal" tanya Salsa


"Dia adiknya dokter Dimas, Sa"


"Hai, salam kenal"


"Hai juga, aku Salsabila. Sahabat nya zahra. Panggil aja Salsa"


"Oh iya. Aku duluan ya, mo siap-siap take-off ke kota A" jelas Denis.


"OOO samaan dong, kita juga mo ke sana" ucap Salsa antusias


"Jodoh dong" ucap Denis melihat ke arah Zahra


Salsa yang kagum melihat sosok Denis yang tampan dan bertubuh atletis terus memandanginya. Dan ternyata Denis terus menatap kearah Zahra sahabatnya. Salsa sedikit kecewa ternyata Denis terus memperhatikan Zahra.


"Dah, pergi dulu ya" ucap Denis lagi.


▪️▪️▪️


"Baru kemarin, dokter Dimas nganterin aku pulang setelah kontrol"


"Oo..gitu ya"


Perjalanan ke kota A memakan waktu kurang lebih 2 jam lamanya Alhamdulillah mereka mendarat dengan selamat.


Denis sengaja mencari keberadaan Zahra ketika pesawatnya landing.


"Zahra, tunggu" ucap Denis dari kejauhan.


"Iya, ada apa"


"Bisa tukaran nomor gak, biar bisa silaturahmi"


"Bisa kok, nomor Salsa sekalian ya" tawar Zahra.


"Iya gak masalah"


▪️▪️▪️

__ADS_1


Langit begitu cerah sore itu setelah istirahat sebentar mereka memutuskan untuk jalan-jalan ke salah satu satu masjid terbesar sekaligus menjadi ikon kota A.


"Masya Allah, besarnya" ucap Zahra takjub.


"Iya Ra, ternyata kalo liat langsung besar banget ya" timpal Salsa


Keduanya mampir sejenak untuk melaksanakan shalat ashar sekalian dan dilanjutkan membeli jajanan disekitaran Masjid.


Lembayung senja mulai terlihat keduanya kembali ke hotel untuk melaksanakan shalat magrib.


▪️▪️▪️


"Besok jadwal kita kemana aja Bu bos" tanya Salsa


"Pagi jam 10 kita ke mall dulu liat tempat yang udah deal sama mama, terus sekalian wawancara calon karyawan ba'da Dzuhur" jelas Zahra.


"Terus sorenya kita jalan-jalan" sambung Salsa antusias.


Drttt....Drttt...


Ponsel Zahra bergetar ada pesan WhatsApp masuk.


Denis: "Assalamu'alaikum Zahra, besok bisa kita ketemuan"


^^^Zahra: "Wa Alaikum salam. Besok kapan, Soalnya pagi kita mo survei lokasi butik siangnya wawancara karyawan. Ada waktunya sore"^^^


Denis: "Iya sore juga gak apa-apa. Soalnya saya terbang lagi malamnya"


^^^^^^Zahra: "Ok besok saya kirim lokasi ketemunya"^^^^^^


"Sa, tadi Denis Wa. Ngajak kita ketemu"


"Beneran" jawab Salsa senang


"Iya, jadi aku bilang besok sore aja"


Malam semakin larut keduanya memutuskan untuk tidur lebih awal karena lelah seharian.


▪️▪️▪️


***Bersambung....


Jangan lupa tinggalkan jejaknya***..

__ADS_1


__ADS_2