Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Kesibukan Sebelum Hari-H


__ADS_3

Zahra, kak Aisyah dan Mama bergegas menuju butik, mereka takut keduluan ustadz Hasan dan Sarah.


"Alhamdulillah sampai juga" ucap mama.


"Assalamu'alaikum," ucap mereka serempak.


"Wa Alaikum salam. Eh jeng Ariyani, mari masuk udah aku tungguin lo." jawab Bu Luna teman arisan mama sekaligus pemilik butik.


Tak lama berselang Ustadz Hasan, Sarah dan ibu mereka juga tiba di butik.


Mereka antusias membahas pernikahan Hasan dan Zahra.


Sarah dan Aisyah mengajak Zahra untuk memilih gaun pengantinnya. Sementara mama-mama berdua sibuk mencari pakaian mereka sendiri.


"Cantik-cantik ya mba" kata Aisyah.


Sarah mengangguk sambil terus mencari baju yang cocok buat Zahra.


Sarah terpaku pada gaun putih gading.


Untuk akad nikah Zahra menginginkan yang simpel, sementara resepsi mama Ariyani mau yang mewah karena banyak tamu-tamu penting yang datang.


"Coba yang ini" Sarah memberikan baju untuk akad.


"Iya mba. Zahra coba dulu ya".


Zahra keluar untuk memperlihatkan pada yang lainnya.


"Gimana, cocok gak. Aku suka yang ini simpel".


"Terlalu simpel", timpal mama Ariyani.

__ADS_1


"Kalo ibu sih terserah kamu Ra, " jawab ibu Fatimah.


"Iya mah, ini kan buat akad nikah aja, nanti kalo resepsi baru seperti yang mama mau". bujuk Zahra


"Iya.. iya.. anak kesayangan mama"


Gaun untuk resepsi jatuh pada model ball gown yang mewah.


Ustadz Hasan dibantu Sarah untuk memilih baju yang sesuai dengan baju pilihan Zahra. Akad nikah Hasan memilih model jas koko berwarna putih, sementara resepsi Hasan memilih jas hitam.


▪️▪️▪️


Selesai soal baju, mereka beralih ke masalah undangan dan souvenir. Akad nikah hanya 100 undangan yang disebar, sementara resepsi 1500 undangan.


Untuk souvernir pilihan mereka jatuh pada parfum.


Mereka mampir di salah satu kafe dekat tempat souvenir, hanya untuk melepas dahaga.


▪️▪️▪️


"Ra, kamu kalo udah nikah apa mau pakai niqab seperti mba Sarah?" tanya salsa.


"Belum tau Sa, aku sih pengen, tapi nanti terserah Ustadz Hasan aja".


"Cie yang udah mo jadi istri ustadz", goda salsa.


Blush....


Pipi Zahra bersemu merah.


"Sa, udah dong. kamu suka banget godain aku".

__ADS_1


"Dosenku, ustadz ku, suamiku" goda Salsa lagi.


Zahra melempari salsa dengan bantal.


▪️▪️▪️


Sarah duduk bersandar di ranjang sambil melihat-lihat album foto pernikahan mereka. Keinginan untuk menyuruh suaminya nikah lagi ternyata akan segera menjadi kenyataan.


"Ya Allah, mudahkanlah segala urusan kami, semoga keputusan yang aku ambil adalah keputusan terbaik untuk semuanya" Sarah berdoa dalam hati.


POV Hasan


*Diruang kerjanya Hasan tengah memikirkan pernikahannya yang kedua, yang tinggal menghitung hari lagi.


Ia berharap bisa menjadi adil bagi keduanya, dan rumah tangganya selalu diridhoi Allah SWT.


Hasan masih tidak menyangka calon istri keduanya adalah mahasiswi bimbingannya, yang terkenal cantik,pintar dan shalihah.


Di butik tadi Hasan sempat mencuri-curi pandang pada Zahra dan hal itu dipergoki ibunya. Mengingat itu semua Hasan senyum-senyum sendiri .


▪️


▪️


▪️*


***Bersambung...


Terima kasih ya readers yang masih setia menunggu update an terbaru karya author.


Jangan lupa like sama comments, kritik dan sarannya. Kasih rate juga ya dihalaman depan sampul novel⭐⭐⭐⭐⭐***.

__ADS_1


__ADS_2