Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Mengalah


__ADS_3

"Beri Zahra waktu, Mas. Setidaknya Zahra harus ijin sama orang tua Zahra, orang tua Mas Dimas dan anak-anak" jawab Zahra.


"Iya, Mas tidak memaksa. Hanya mengutarakan niat baik saja, Keputusan ada ditangan kamu".


▪️▪️▪️


Dua minggu berlalu semenjak Hasan mengutarakan niatnya pada Zahra. Kini Nahla sudah kembali ke kota P setelah menyelesaikan Koas nya. Setelah selesai masa koas, calon dokter belum bisa menjadi dokter jika belum lulus ujian ini yang terdiri dari 2 bentuk, yaitu ujian tulis dan ujian OSCE.


Kepulangan Nahla bersamaan dengan pulangnya Dimas dari pondok untuk melepas rindu dengan keluarganya. Kali ini Dimas pulang untuk menyampaikan niatan hatinya pada seluruh keluarganya.


"Alhamdulillah, akhirnya kita bisa ngumpul lagi kayak gini" ucap Nahla bahagia.


"Alhamdulillah Nak, kebetulan Ummi mo menyampaikan sesuatu kepada kalian semua"


Seisi ruangan saling berpandangan, kecuali Fahry sang Kakak yang sudah mengetahui arah pembicaraan adiknya itu.


"Dimas juga mau menyampaikan hal penting" timpal Dimas.


"Ada apa sih ini anak sama cucu nenek pada serius semua" sambung mama Ariyani


"Dimas mau bilang apa sayang" ucap Zahra mempersilahkan anaknya terlebih dulu bicara.


"Begini Ummi, semuanya. Dimas mau khitbah Kak Maryam"


"Apa..." ucap Nahla

__ADS_1


Uhuk... Uhuk...


Zahra yang mendengar ucapan Dimas sontak tersedak. Bukan karena perbedaan usia mereka, tapi karena Zahra kepikiran dengan ustadz Hasan yang mau meminangnya juga.


"Udah gila ya, sekolah belum selesai mo khitbah anak orang" ucap Nahla sewot.


"Kak Nahla yang cantik, sudah setahun Dimas memendam rasa sama Ka Maryam. Sebenarnya mau nunggu selesai mondok baru ambil langkah serius. Tapi beberapa Minggu lalu Dimas dengar kalo Ka Maryam mau dikitbah sama anak Ustadzah yang ngajar di pondok"


"Terus kamu kebakaran jenggot pengen meminang Maryam karena takut keduluan sama lelaki itu" sambung Fahri.


"Iya Om" jawab Dimas pasrah.


"Pikirkan baik-baik jangan sampai menyesal" ucap Papa Bima.


"Dimas yakin Kek".


"Mungkin ini takdir Allah, Aku dan mas Hasan belum berjodoh lagi" batin Zahra.


▪️▪️▪️


Zahra menghubungi Hasan melalui ponselnya.


💬


"Assalamu'alaikum Mas... Mohon maaf Zahra tidak bisa menerima pinangan Mas, Kerena Dimas berniat untuk meminang anak mu Maryam"

__ADS_1


^^^💬 Hasan^^^


^^^"Wa Alaikum salam... Dimas mau meminang Maryam, gurunya. Sejak kapan mereka menjalin hubungan, Kok Maryam tidak pernah cerita"^^^


💬Zahra


"Dimas yang menaruh hati pada anak mas, ia mendengar kabar kalau Maryam akan dikhitbah orang lain. Makanya memohon ijin untuk segera meminang Maryam juga"


^^^💬Hasan^^^


^^^"Ya udah nanti Mas bilangin ke Maryam soal niatan Dimas. Usia mereka terpaut jauh, semoga keputusan yang mereka ambil adalah yang terbaik di mata Allah".^^^


💬 Zahra


"Aamiin".


▪️▪️▪️


Maryam akhirnya mengetahui bahwa Dimas santri sekaligus adik dari sahabatnya menaruh hati padanya. Ia tak habis pikir, bisa-bisanya Dimas memilih dia yang notabenenya adalah ustadzah yang terpaut usia sembilan tahun darinya.


Perasaan nya masih tidak karuan karena niatan lamaran Yusuf, sekarang ditambah dengan Dimas lagi.


"Sebaiknya aku Istikharah saja" ucap Maryam lirih.


"Jika ada salah seorang di antara kalian memiliki niat dalam suatu urusan maka lakukanlah sholat sunnah sebanyak dua rakaat yang bukan termasuk dalam sholat wajib kemudian berdoalah kepada Allah SWT.”~HR. Bukhari

__ADS_1


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya...


__ADS_2