Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Rencana Manis


__ADS_3

"Siapa yang bisa melarang dua manusia untuk jatuh cinta bahkan jika di usia yang cukup matang. Toh cinta tak kenal usia, tak juga hanya milik anak muda"


▪️▪️▪️


Keluarga Ustadz Hàsan telah berada di mobil menuju rumah Keluarga Zahra. Orang tuanya dan Hasan berada di mobil yang sama, sedangkan Maryam bersama suaminya Yusuf.


Seminggu setelah Maryam resmi dipersunting Yusuf, mereka merencanakan sesuatu tanpa sepengetahuan Hasan.


"Bu, Pak kenapa sih kita ke rumah Om Bima rame-rame kayak gini".


"Silaturahmi Nak. Kita kan sudah lama tidak bertemu orang tua Zahra" jawab Bu Fatimah santai.


Hasan menghela napas panjang, merasa jawaban Ibunya seperti menyiratkan sesuatu.


"Assalamu'alaikum..."


"Wa Alaikum salam... Mari silahkan masuk" ucap Aisyah.


"Terima kasih"


"Mama, Papa keluarga Hasan sudah tiba" ucap Aisyah menghampiri yang lainnya di ruang keluarga.


"Alhamdulillah... Akhirnya kita bisa bertemu lagi Pak, Bu, Semuanya" ujar Pak Husein.


"Iya Pak, Akhirnya kita bisa menyambung silaturahmi kembali" balas Papa Bima.


"Mari silahkan duduk" Mama Ariyani mempersilahkan mereka.


Kedua keluarga itu asik berbincang dan hampir melupakan niatan mereka sebenarnya.


"Dimana Zahra dan anak-anak, kok gak kelihatan" tanya Ibu Fatimah.


"Sebentar lagi mereka sampai, mereka pergi ke makam Dimas" jawab Fahri.


"Assalamu'alaikum..."

__ADS_1


"Wa Alaikum Salam... Nah, itu mereka sudah datang"


"Lo... Bapak, Ibu, sudah lama" tanya Zahra sambil menyalami mereka semu kecuali yang bukan mahram.


Anak-anak juga mengikuti Ummi nya.


"Lumayan Nak, tadi ngobrol sama yang lainya" ujar Bu Fatimah.


"Karena sekarang kalian sudah datang, lebih baik kita persingkat saja acaranya" Ucap Fahri


Hasan makin bingung, Apa sebenarnya yang telah mereka rencanakan.


"Bismillahirrahmanirrahim... Saya mewakili anak saya akan melamar Zahra untuk dijadikan menantu keluarga Kami"


"..."


Hasan panik, bukannya tidak senang. Tapi takut akan jawabannya. Terlebih lagi Dimas juga mendengarnya. Ia takut, Dimas akan bersikeras menolak itu semua, karena perasaannya pada Maryam dulu.


"Bagaimana Nak, Kamu setuju tidak" tanya papa Bima.


Hasan yang fokus melihat kebawah tidak memperhatikan kode dari anak-anak Zahra yang memberikan lampu hijau.


"Bismillah... Insya Allah saya terima"


"..."


Bagaikan angin segar, Hasan merasa napasnya yang sudah tercekik akhirnya bisa lega kembali.


Dipandanginya Dimas, seakan menanyakan persetujuannya.


Dimas tersenyum, dan mengacungkan jempolnya. Mengisyaratkan kalau dia setuju tentang keputusan Umminya.


"Alhamdulillahil ladzi bi 'izzatihi wa jalalihi tatimmush sholihat" ucap Ustadz Hasan bahagia.


"Alhamdulillah" ucap yang lainnya serempak.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Dikeheningan malam yang ditemani hujan dan angin. Zahra memandang langit seakan melihat sosok Dimas yang sedang tersenyum di sana.


Perasaannya campur aduk, merasa seperti mengkhianati cinta tulus almarhum suaminya.


"Maafkan Zahra Mas, Semoga Mas ridho dengan rencana pernikahan aku" ucapnya lirih.


"Percayalah kamu selalu ada di hati aku dan anak-anak"


Tok... tok... tok...


Pintu kamar Zahra diketuk.


"Ummi... Boleh Nahla masuk"


"Iya sayang" jawab Zahra sambil menghapus air matanya.


"Ummi kenapa nangis" tanya Nahla.


"Ummi merasa bersalah sama Abi kamu, Nak"


"Ummi gak boleh ngomong begitu, Abi sangat menyayangi Ummi. Abi Insya Allah bahagia di sana"


"..."


"Ummi dan Abi sudah dipisahkan oleh Allah SWT dan jodohnya hanya sampai di situ saja. Ummi berhak mencari kebahagiaan lain"


"Ummi beruntung memiliki anak-anak yang shaleh dan shalihah seperti kalian"


▪️▪️▪️


Bersambung...


Jangan lupa tinggalkan jejak biar author semangat ngetiknya....

__ADS_1


Terima Kasih


__ADS_2