Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Masalah yang sama


__ADS_3

***Selamat Membaca...


▪️▪️▪️***


"Ibu... bagaimana keadaan ibu, Ibu baik-baik saja kan," tanya Maryam khawatir.


"Ibu tidak apa-apa, Nak".


Ibu Halimah sangat terpukul mendengar penjelasan anaknya perihal pemeriksaan tadi.


Apa ini tamparan keras buatnya karena selama ini selalu mengkambing hitamkan menantunya karena belum dikaruniai momongan.


"Maafkan Ibu, Ibu sudah banyak menyakiti mu" tutur ibu Halimah menyesal.


"Ibu tidak salah, Maryam paham bagaimana perasaan ibu".


"Jadi apa keputusan kalian, apa kamu bersedia menerima kekurangan anak ibu" tanya ibu Halimah agak cemas.


"Kita serahkan sama Allah SWT aja Bu, kiranya ada sebuah keajaiban untuk kami" jawab Maryam bijak.


"Sekali lagi maafkan ibu, Ibu menyesal".


"Sebaiknya ibu istirahat, tidak usah memikirkan hal ini. Karena sekarang Mas Yusuf lagi membutuhkan Ibu dan juga Maryam untuk menyemangatinya" tutur Maryam.


▪️▪️▪️


Disisi lain, Zahra tengah berdiskusi dengan suaminya perihal masalah rumah tangga Maryam.


Betapa terkejutnya Hasan yang mengetahui kabar itu dari istrinya.


"Astaghfirullah, Dek. Mereka diberikan cobaan yang begitu berat di tahun pertama pernikahannya" ujar Hasan sedih.


"Allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan hamba Nya. Zahra yakin Maryam insya Allah kuat menghadapi semua ini".


"Semoga mereka dapat mengatasi semuanya dengan baik" sambung Hasan lagi.


"..."

__ADS_1


"Dulu, karena masalah ini membuat Sarah berinisiatif menyuruh aku nikah lagi" ucap Hasan mengenang masa lalu.


"Mba Sarah memiliki hati yang luas, mungkin jika Zahra ada diposisi itu Zahra tidak akan sanggup mengambil keputusan seperti yang mba Sarah ambil" jelas Zahra


"Sayang, meskipun awalnya kita nikah karena permintaan dari Sarah. Tapi yakinlah saat itu mas sangat mencintai kamu".


"Iya Zahra paham... Kok mas jadi baper sih" ucap Zahra mencoba mencairkan suasana.


"Mas gak baper, mas laper" sambung Hasan tak kalah kocaknya.


Akhirnya kedua pasangan itu memutuskan untuk makan malam bersama.


▪️▪️▪️


Dimas datang berkunjung ke rumah Ummi dan Abi nya untuk melepas rindu. Maklum akhir-akhir ini Dimas sibuk mempersiapkan ujian kelulusan nya.


"Assalamu'alaikum" ucap Dimas.


"Wa Alaikum salam. Eh anak shaleh Ummi. Ayo sini sayang masuk" jawab Zahra.


"Abi lagi ada urusan mendadak ketemu salah satu orang tua murid" jelas Zahra.


"Oh... Ummi apa kabar"


"Alhamdulillah baik Nak. Kamu gimana".


"Baik Ummi. Oh iya Mi, Dimas mau kuliah di Kairo boleh" tanya Dimas hati-hati.


"Kairo...? Kok mendadak".


"Gak mendadak Ummi, Ini sudah Dimas rencanakan dari Dimas kelas dua".


"Coba kamu tanya Abi nanti, bagaimana pun juga sekarang Abi Hasan adalah Abi kamu" jelas Zahra penuh kasih.


"Siap Ummi, nanti Dimas bicarakan sama Abi".


"..."

__ADS_1


"Ummi sebaiknya Ummi punya anak lagi biar ummi ada yang nemenin" goda Dimas.


"Ya Allah nak. Ummi udah tua, gak bisa hamil lagi".


"Hahaha... Ummi masih muda tahu, masih cantik" goda Dimas lagi.


"Dasar ya anak ini, mending suruh kakak kamu nikah, biar Ummi bisa gendong cucu dan ada yang nemenin".


"Halah... Kak Nahla mah gak tau kapan nikahnya. Teman cowok aja gak punya"


"Kamu tuh ya. Mbok di do'akan kakaknya biar cepat ketemu jodohnya"


"Iya Ummi, Dimas becanda"


▪️▪️▪️


Entah kenapa, semenjak Yusuf mengetahui kalau dirinya yang bermasalah membuat nya akhir-akhir ini menjadi sedikit pendiam dan lebih sensitif.


"Mas ayo makan dulu" ajak Maryam.


"Mas udah makan tadi pulang kerja" jawab Yusuf singkat.


"Oh ya udah, mas mau disiapkan air hangat untuk mandi" tanya Maryam lagi.


"Gak usah. Mas mandi air biasa aja".


"Mas kenapa. Ada masalah ya di tempat kerja" Maryam mencoba mencari penjelasan.


"Gak ada dek, Mas hanya capek saja. Maaf kalo mas ada salah"


"..."


▪️▪️▪️


***Bersambung...


Jangan lupa dukungan nya***...

__ADS_1


__ADS_2