Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Kebucinan Mr. Jaim


__ADS_3

Setelah sebelumnya Bagas dikerjai sang istri membuatnya lebih terbuka dan menunjukkan perasaan sayangnya.


Bagas bersyukur Nahla tidak marah padanya perihal masalah yang ditutupi nya selama ini.


▪️▪️▪️


Jam menunjukkan pukul lima lebih, Nahla terbangun dari peraduannya. Dilihatnya kesamping tapi sosok yang dicarinya tidak berada ditempat.


"Mas Bagas kemana ya" gumam Nahla.


Pintu kamar mereka terbuka dan Bagas datang dengan membawa nampan berisi minuman jahe hangat buatannya.


"Sayang, udah bangun ya. Padahal baru mau aku bangunin" ucap Bagas sambil meletakkan nampan di atas meja.


"Mas ngapain, aku telat bangunnya ya. Maaf".


"Gak kok, lagian kamu kan lagi libur jadi gak shalat subuh" jawab Bagas.


"Itu apa" tanya Nahla.


"Oh ini wedang jahe, diminum ya biar perutnya enakkan" tutur Bagas.


"Makasih mas, maaf ngerepotin. Seharusnya aku yang melayani mas, eh malas mas yang repot-repot buatin aku ini" ujar Nahla sambil mencicipi minuman tersebut.


"Tidak ada yang melayani dan dilayani, kita kan suami istri bukan majikan dan asisten rumah tangganya" jelas Bagas.


"Makasih mas" ucap Nahla lagi.


"Iya. Oh ya dek, perasaan cuman mas yang manggil sayang. Kamu manggil nya mas aja terus" ucap Bagas berlagak ngambek.


"Butuh proses mas, kita kan dijodohkan. Jadi aku butuh waktu" jelas Nahla.

__ADS_1


"Jangan kelamaan ya, aku kan juga pengen dipanggil sayang" ujar Bagas tak tahu malu.


Nahla hanya tersenyum mendengar penuturan suaminya. Ternyata sosok yang sangat jaim itu begitu bucin padanya.


▪️▪️▪️


Nahla dan Bagas mempersiapkan diri untuk menghadiri acara yang telah disiapkan dr. Budi.


Nahla sebenarnya cukup malu untuk hadir di acara semacam ini, tetapi ini semua permintaan kakek dan neneknya untuk memperkenalkan secara resmi direktur baru rumah sakit mereka.


"Jangan gugup sayang" ucap Bagas.


Nahla semakin menggenggam erat jemari Bagas.


"Mas, aku malu" ucap Nahla.


"Semangat sayang, mas selalu mendukung mu".


Acara pelantikan direktur rumah sakit baru diadakan di hotel milik kakek Bima. Keluarga besar Zahra juga turut serta menghadiri acara tersebut.


"Wah salut deh, masih muda sudah jadi Dirut rumah sakit tempat kita kerja" ucap salah satu undangan.


"Iya beruntung sekali suaminya dapat istri direktur" sambung yang lainnya.


Dimas yang mendengar pembicaraan itu menatap sinis mereka.


"Astaghfirullah. Mulutnya lemes sekali" batinnya.


Dimas tak suka kakak iparnya menjadi bahan perbincangan mereka.


Disisi lain Soni menatap nanar ke arah Nahla, wanita yang dicintainya. Hatinya benar-benar perih melihat Nahla menggenggam erat jemari sahabatnya.

__ADS_1


"Seandainya itu aku" ucap Soni lirih.


Tanpa ia sadari ada beberapa orang yang mendengar perkataannya. Mereka terkejut ternyata rumor yang beredar selama ini benar.


Ternyata dr. Soni menaruh hati pada dr. Nahla yang selama ini menjalin kedekatan sebelum menikah dengan Bagas.


▪️▪️▪️


"Selamat ya dok" ucap beberapa orang bersamaan.


"Terima kasih" ujar Nahla ramah.


"Selamat ya bang" ucap Soni pada Bagas.


"Selamat apa nih, kan yang jadi direktur Nahla bukan gue" celetuk Bagas.


Nahla yang mendengar pembicaraan mereka hanya tersenyum ia tak berani menoleh kearah suaminya dan Soni.


"Kan Abang suaminya, jadi aku sampein ke Abang aja" jawab Soni kikuk.


"Sampein aja langsung" ucap Bagas sambil menarik Soni menghampiri istrinya.


"..."


"Eh Assalamu'alaikum dok. Selamat ya" ucap Soni gugup.


"Wa Alaikum Salam. Terima kasih ucapannya dok" jawab Nahla.


Beberapa orang yang masih berada di samping Nahla sedikit berbisik dan saling memberikan isyarat melihat ketiganya.


Soni sedikit risih melihat sikap mereka, dan bertanya-tanya ada apa sebenarnya.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Bersambung....


__ADS_2