Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Dejavu


__ADS_3

"Apa karena statusku yang seorang janda, hingga kamu salah paham begini" ucap Zahra pada Salsa.


Zahra memutuskan untuk datang menemui sahabatnya itu. Mama Anita yang sudah tahu duduk permasalahannya mencoba membantu memperbaiki kesalahpahaman diantara keduanya.


"Nak, kalian kan sudah bersahabat sejak lama. Kalian pasti lebih tahu pribadi kalian".


"Iya Mah, Salsa tahu Zahra bukan orang yang seperti itu. Tapi Mas Denis, aku kecewa karena aku tahu bagaimana perasaan dia ke Zahra dulu"


"Tapi kejadiannya tidak seperti yang kamu pikirkan. Denis hanya sedang menolong Zahra sayang" jelas mama Anita lagi.


"Tapi untuk apa pegang-pegangan tangan. Lagian bukan mahram".


"Bukan pegang tangan Sa, tanganku ditarik sama suami kamu karena istrinya pak Rendra mau melepas niqob aku. Itu juga terhalang kain kan Sa, Aku minta maaf karena aku kalian jadi salah paham" jelas Zahra sedih.


"Huuffttt" Salsa menghela nafas panjang sambil memijat pelipisnya.


"Sa, tolong maafkan kesalahan aku" bujuk Zahra lagi.


"Hiks... Hiks... Ya Allah, maafkan hamba Mu ini. Maafin aku juga Ra, aku sudah cemburu buta hingga membuatmu dan Mas Denis tersakiti" ucap Salsa sambil terisak dipeluk kan Zahra.


"Alhamdulillah... Begini kan lebih baik anak-anak ku sayang" sambung Mama Anita.


"Maafin Salsa Ma, Salsa sudah bersalah sama anak Mama"


"Hais.... Jangan bicara begitu, ini semua hanya salah paham. Semoga kedepannya tidak lagi terjadi kejadian seperti ini" ucap Mama Anita sembari ikut bergabung merangkul kedua menantunya.


Mama Anita masih menganggap Zahra menantunya meskipun anaknya Dimas sudah meninggal cukup lama.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Skip...


Maryam telah menyelesaikan kuliahnya di Kairo, dengan gelar Lc.,MA. Enam tahun sudah Ia meninggalkan Indonesia dan menetap di Kairo untuk studi nya.


"Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya selesai juga kewajiban ku disini. Sekarang waktunya pulang dan menerapkan ilmu yang sudah Maryam dapatkan di pesantren Darussalam" ucapnya..


▪️▪️▪️


Bruk...


"Astaghfirullah....Huuftt sakitnya" ucap Maryam yang terjatuh di depan gerbang pondok pesantren Darussalam.


"Ya Allah... Maaf Mba, Mba baik-baik saja kan" tanya seorang santri yang sedang buru-buru hendak pulang karena orang tuanya yang tengah sakit.


Dimas tidak sengaja menabrak seorang wanita muda yang baru saja akan masuk ke halaman pesantren.


"Ya udah Mba, sekali lagi saya minta maaf. Saya buru-buru soalnya. Permisi, Assalamu'alaikum"


"Wa Alaikum salam" jawab Maryam penuh keheranan karena dipanggil Mba. Padahal dia akan menjadi pengajar disini.


"*Seharusnya sesama pengajar kan memanggil pak ustadz dan ibu ustadzah. Apa dia hanya seorang santri. Tapi perawakannya lumayan tinggi untuk ukuran Santri" batin Maryam.


▪️▪️▪️*


"Assalamu'alaikum. Tante mana, Ummi" ucap Dimas yang dengan tergesa-gesa datang ke rumah sakit.

__ADS_1


"Ummi masih ditangani dokter, kita belum diijinkan masuk" jelas Aisyah yang sedang menggendong anak keduanya Farhan.


"Ka Nahla mana, udah dikabarin soal Ummi" tanya Dimas lagi.


"Udah kok, tapi kakak kamu kan lagi kuliah di luar kota. Jadi membutuhkan waktu lebih untuk bisa pulang".


Flashback


Zahra sedang mengendarai mobilnya sepulang dari butik bersama Mama Ariyani. Kondisi di luar sedang hujan lebat dan angin kencang. Papan reklame yang cukup besar ambruk menimpa sebagian badan mobil bagian depan.


Bruk...


"Astaghfirullah...awas Ma" teriak Zahra sambil memeluk untuk melindungi orang tuanya.


Akh....


"Zahraaaa... Kamu jangan pingsan Nak. Kamu harus tetap sadar sayang" ucap mama khawatir.


Zahra mendapatkan luka yang cukup serius karena berusaha melindungi sang Mama.


▪️▪️▪️


"Siapa yang bertanggung jawab dengan pasien atas nama Zahra Khumaira" tanya salah seorang dokter.


"Saya dok, saya ayahnya" ucap Papa Bima yang baru saja tiba dari perusahaannya.


"Pasien membutuhkan penanganan lebih lanjut, dan harus segera di operasi. Karena cedera di kepalanya yang cukup parah" jelas sang dokter.

__ADS_1


Bagai Dejavu, kejadian yang sama pernah terjadi 24 tahun yang lalu yang mengakibatkan Zahra hilang ingatan.


Bersambung...


__ADS_2