
"Assalamu'alaikum..." ucap Maryam dan Yusuf yang memutuskan untuk mampir ke rumah Abah di kompleks pesantren.
"Wa Alaikum salam. Eh Maryam dan nak Yusuf, ayo masuk" ujar Zahra.
"Bagaimana kabarnya Ummi... Abi lagi ngajar ya?" tanya Maryam.
"Iya Abi ngajar bentar lagi mungkin selesai... Kalian dari mana, tumben mampir".
"Kita dari dokter Mi..." ucap Maryam sambil melirik kearah suaminya.
Yusuf hanya bisa terdiam, semenjak pulang dari rumah sakit Ia tampak murung. Ia tak menyangka dengan vonis yang dokter katakan.
Maryam juga sedih ternyata ujian rumah tangga mereka begitu besar.
Zahra mengamati raut wajah anak dan menantunya yang nampak sedih.
"Kalian kenapa... Apa sesuatu telah terjadi"
"Tadi kita melakukan pemeriksaan ke dokter kandungan, rahim Maryam bagus, sel telurnya juga bagus. Tapi..." ucap Maryam terpotong dan meminta persetujuan dari sang suami.
Yusuf mengangguk tanda setuju, Maryam menghela nafas panjang.
"Kata dokter Mas Yusuf yang bermasalah, sel spermanya rusak".
Maryam terisak sambil memeluk Ummi Zahra.
"Assalamu'alaikum" ucap Hasan yang baru pulang dari ngajar.
"Wa Alaikum salam" jawab Zahra.
Maryam langsung mengelap air matanya, dan berjalan ke arah Abi nya.
"Abi, bagaimana kabarnya"
__ADS_1
"Alhamdulillah baik nak, kalian gimana. Udah lama disini. Kalian gak kerja".
"Alhamdulillah kami baik" jawab keduanya kompak.
Setelah ngobrol beberapa saat keduanya pamit pulang, karena pasti sudah di tunggu Ustadzah Halimah.
"Abi, Ummi, kita balik dulu ya. Assalamu'alaikum" pamit keduanya.
▪️▪️▪️
Di teras rumah ibu Halimah mulai cemas menunggu anak dan menantunya.
"Mana sih mereka, kok lama sekali" ucapnya sambil mondar-mandir.
Akhirnya yang ditunggu-tunggu tiba, sebuah mobil memasuki pekarangan rumah ustadzah Halimah.
"Assalamu'alaikum Bu" ucap keduanya.
"Wa Alaikum salam. Jadi gimana hasilnya" ucap ibu Halimah penasaran.
"Iya... Iya... Ayo masuk"
"..."
"Jadi bagaimana hasilnya, apa kata dokter" cecar Bu Halimah.
"Begini Bu, kata dokter tidak ada masalah" jawab Maryam berusaha menutupinya.
"Masa tidak ada masalah tapi belum isi juga, Apa kamu punya penyakit serius, Maryam" ucap ibu Halimah.
Maryam terdiam, ternyata sampai akhir pun ibu berpikir masalahnya ada pada dirinya.
Yusuf yang mendengar perkataan sang ibu kaget bukan kepalang. Bahkan sekarang dirinya sangat malu terhadap Maryam sang istri. Karena selama ini ibu menganggap menantunya yang bermasalah namun pada kenyataannya ada pada anaknya sendiri.
__ADS_1
"Cukup Bu, Kenapa ibu menyudutkan Maryam" ucap Yusuf kecewa.
"Lah terus, siapa..."
"..."
"Masalahnya ada pada anak ibu sendiri, bukan pada Maryam" jawab Yusuf bergetar.
"Apa... Kamu gak main-main kan, Kamu tidak belain istri kamu kan"
"Astaghfirullah Bu, untuk apa aku main-main soal hal yang begitu sensitif buat kami berdua" jawab Yusuf emosi.
"Gak mungkin Nak, kita kan gak punya turunan mandul. Gak mungkin" ucap ibu Halimah tak terima.
"Semua mungkin dimata Allah, Kita tidak sepantasnya berbangga diri" jawab Yusuf.
"Sabar Mas, kamu gak boleh ngomong kasar sama ibu" sambung Maryam yang berusaha menenangkan suaminya.
"Ibu sudah kelewatan sayang, ibu begitu sombong dengan membanggakan keluarganya yang tidak memiliki riwayat mandul. Ini pukulan telak dari Allah SWT, anak yang dibanggakan ternyata punya kekurangan"
"Tidak mungkin... Yusuf kenapa bisa kamu..." perkataan ibu Halimah terhenti dan tubuhnya ambruk ke lantai.
"Ibu..." teriak kami bersamaan
▪️▪️▪️
Bersambung...
Jangan lupa tinggalkan jejaknya.
Mampir juga yuk ke karya author yang terbaru
"My Husband is not 'oppa' but 'dongsaeng'".
__ADS_1
Terima kasih...