
Hai pembaca setia ku,
Jika suka dengan novel ini jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like 👍
Comments 💬
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote 🥇💰 ( Di halaman depan sampul novel)
Tambahkan juga ke favorit ♥️ Anda, agar segera mendapat pemberitahuan up episode terbarunya.
Terima Kasih.
Selamat Membaca
▪️▪️▪️
"Assalamu'alaikum Ustadzah" ucap Dimas
"Wa Alaikum salam wr. wb. Ada perlu apa, Dek" jawab Maryam.
"Ini Ustadzah, ada titipan dari mba Nahla. Kemarin mba Nahla udah balik lagi ke kota S"
"Oh... Ok makasih ya Dek" ucap Maryam.
"Iya Ustadzah"
"Bagaimana kondisi Ummi"
"Alhamdulillah udah baikan. Sekarang Ummi sedang berusaha mengingat-ingat kejadian yang terjadi beberapa tahun kebelakang" jelas Dimas.
"Alhamdulillah. Semoga Ummi lekas sembuh"
"Aamiin..."
__ADS_1
▪️▪️▪️
Di asrama kamar, Dimas sedang di goda oleh teman sekamarnya Arya. Tanpa sengaja Arya melihat Dimas memberikan sesuatu ke Ustadzah cantik itu.
"Ciee... Yang baru ngasih hadiah ke Ustadzah cantik".
"Itu bukan dari aku, Itu dari mba Nahla. Mereka kan sahabatan" jelas Dimas.
"Bohong dosa lo"
"Astaghfirullah... Untuk apa bohong, itu beneran dari mba Nahla"
"Iya deh, percaya".
"Sudah, Sekarang waktunya belajar besok mo ujian tahu" ucap Dimas.
▪️▪️▪️
Ustadz Hasan dan anaknya terlibat obrolan ringan. Maryam bertanya-tanya kenapa Abi nya sampai sekarang masih betah menduda. Di umur nya yang sudah kepala lima, Hasan masih terlihat gagah.
"Insya Allah tidak, mau tanya apa" jawab Hasan.
"Abi gak ada keinginan untuk nikah lagi"
Hasan menghela napas panjang, tiba-tiba pikirannya langsung tertuju pada Zahra Khumaira.
"Keinginan ada, tapi Abi hanya menunggu takdir yang Allah berikan pada Abi"
"Menunggu, bukannya Abi harus ikhtiar dulu baru bertawakal" sambung Maryam keheranan.
"Ikhtiar... Abi terlalu malu dan takut, toh Abi senang seperti ini"
"Tapi kalau jodoh Maryam sudah datang, siapa yang bakalan nemenin Abi dimasa tua kelak"
"Wallahu a'lam. Jika memang jodoh, pasti akan bertemu".
Maryam merasakan rasa kesepian didalam hati Abi nya, dan berharap kelak ada sosok wanita yang menggantikan posisi Ummi nya untuk mendampingi Abi di masa tua.
__ADS_1
▪️▪️▪️
POV Hasan
Matanya masih belum terpejam, Ia mengingat perkataan putri semata wayangnya soal pendamping hidup. Bukannya tidak mau, hanya saja Ia terlanjur takut untuk mengutarakan niatnya pada Zahra.
Takut akan ditentang oleh keluarga kedua belah pihak, apalagi anak-anak nya memang menjalin persahabatan.
"Ya Allah... Jagalah hatiku dari sesuatu yang bukan ditakdirkan untukku".
▪️▪️▪️
Dimas diam-diam selalu memperhatikan gerak-gerik Maryam, entah mengapa karena candaan Arya membuatnya mulai menaruh hati pada Ustadzah cantik itu. Padahal umur mereka terpaut jauh, Maryam yang sudah berusia 26 tahun itu mulai mencuri hatinya.
Setiap Ustadzah Maryam melewati ruang kelasnya, Ia selalu fokus memperhatikan sosok rupawan itu.
"Astaghfirullah... Zina mata" batin Dimas tersadar.
"Napa ente bengong" tanya teman sekelasnya.
"Gak... Lagi mikirin hafalan tadi" ucap Dimas berbohong.
"Hafalan apa hafalan" sambung Arya tak kalah hebohnya.
"Terserah dah"
Pelajaran Fiqih baru saja dimulai, tapi pikiran Dimas tidak lepas dari Maryam.
"Astaghfirullah... Bismillahirrahmanirrahim, fokus. Ayo fokus" batinnya berusaha fokus untuk belajar.
▪️▪️▪️
Bersambung...
Note:
Saat kamu dewasa, aku belum. Tidak lain dan tidak bukan, kamu diciptakan untuk menuntunku menjadi benar-benar dewasa~Dimas
__ADS_1