
Assalamu'alaikum semuanya...
Jika suka sama novel ini mohon dukungannya ya...
Bantu kasih jempol, komentar, vote and rate nya...
Salam kenal dari Author, untuk yang baru gabung...
Terima kasih...
Selamat Membaca.
▪️▪️▪️
Nahla masih bingung dengan keputusan apa yang akan diambilnya, mau melanjutkan studi spesialis atau menerima tawaran untuk di jodohkan dengan kolega kakeknya.
Nahla menyusuri koridor rumah sakit dengan langkah gontainya.
"Assalamu'alaikum Dok" sapa dr. Soni
"Astaghfirullah... Eh maaf, Wa Alaikum salam" jawab Nahla kaget.
"Dokter sepertinya banyak pikiran, sampai-sampai kaget dengan sapaan saya" tutur Soni.
"Ah iya. Pikiran saya lagi kacau dikit" jawab Nahla terus terang.
"Siapa tuh yang mengacaukan pikiran dokter kita ini" goda Soni.
"Bukan siapa tapi apa. Karena saya masih bingung mau lanjut sekolah atau menerima tawaran untuk menikah" jelas Nahla.
"Nikah...? Mendadak, Dok" tanya Soni penasaran.
"Ah gak juga mendadak, karena saya hanya akan melakukan ta'aruf dengan pilihan keluarga saya".
__ADS_1
"Maksud dokter dijodohkan" tanya Soni makin penasaran.
"Iya, karena saya tidak mengenal kata pacaran dalam kamus percintaan" jawab Nahla yakin.
"Oh" sambung Soni mulai paham.
"Ya sudah. Saya duluan ya, ada jadwal praktek soalnya" tutur Nahla.
"Ok, Dok. Semangat".
▪️▪️▪️
Di ruangan kerja Soni, Ia memikirkan kembali perkataan Nahla tadi.
"Apa yang harus aku lakukan, bagaimana cara membuat hati dr. Nahla menjadi tidak lempeng terhadap ku" batin Soni mengingat perkataan Nahla di kafe kemarin.
"Ah. Untuk apa juga aku sibuk mencari cara membuat hati Nahla tidak lempeng lagi. Sudah gila rupanya aku" ucap Soni pada dirinya sendiri.
"Hei. Jangan bengong kayak sapi ompong" teriak Bagas.
Bagas adalah dokter spesialis syaraf, Ia merupakan Kakak angkatan Soni di kampus dulu.
"Ngagetin aja, Bang" jawab Soni spontan.
"Lagian bengong, mikirin apa sih bro" selidik Bagas.
"Udah dengar kabar belom, dr. Nahla katanya mau dijodohin".
"Belum, lah emang kenapa. Apa urusannya sama kita" tanya Bagas balik.
"Ya gak ada sih, cuman ngasih tahu aja" jawab Soni sekenanya.
"Eiitss... kayaknya ada bau-bau kecemburuan ini" goda dr. Bagas.
__ADS_1
"Cemburu, gak lah. Cuman kepo aja siapa calonnya. Terus dia nya mau gak sama cowok itu" jelas Soni.
"Idih. Emang kenapa kalo dr. Nahla mau, kamu keberatan" selidik Bagas.
"Hm... Tau Ah, pusing" jawab Soni singkat.
"Kekepoan yang berakhir pada kecemburuan, hahaha".
"Abang sok tau" jawab Soni ketus.
Soni dan Bagas lumayan dekat semenjak di kampus, karena keduanya merupakan mahasiswa yang pintar. Sekarang kembali bertemu di rumah sakit milik keluarga Nahla.
▪️▪️▪️
Di rumahnya yang kecil namun mewah itu Soni kembali memikirkan pembicaranya dengan Nahla siang tadi. Ditambah dengan ledekan dari Bagas yang mengatai nya sedang Cemburu.
"Apa benar aku sedang cemburu dan panik mendengar kabar perjodohan dr. Nahla" batin Soni.
"Kalo beneran gimana, kira-kira bagaimana tanggapan dr. Nahla. Apa dia tertarik padaku, apa aku pantas. Secara keluarganya adalah pemilik rumah sakit tempat aku kerja, lagi pula hubungan orang tua Nahla dan almarhumah Mama kurang baik" pikirnya dalam hati.
Soni merebahkan badannya ke ranjang dan menatap langit-langit kamarnya, berpikir keras tentang Nahla.
Terbayang wajah Nahla yang cantik dengan senyuman manisnya. Kali ini Ia benar-benar sudah yakin kalau dirinya menaruh hati pada dokter cantik itu.
"Perlukah aku berjuang" tanya nya pada diri sendiri.
"Siapa ya kira-kira yang jadi calon suaminya" gumamnya penasaran.
▪️▪️▪️
Bersambung...
Jangan Lupa tinggalkan jejak nya.
__ADS_1