
"Istri bapak nampaknya mengalami amnesia" ucap dokter
"Hal ini karena ketika kepala ibu Zahra terbentur sesuatu dengan sangat keras pada saat kecelakaan dinding otak mengalami cedera berupa retak. Bila pembuluh darah di sekitar otak mengalami kelainan, misalnya otak kecil cedera dan terhimpit akibat tekanan saat benturan keras terjadi, maka seseorang akan mengalami amnesia sementara dengan jangka waktu yang berbeda-beda. Bila benturan hanya mencederai dinding otak, maka amnesia yang terjadi mudah disembuhkan. Namun, bila cedera sudah cukup parah sampai mengenai bagian otak besar, kecil, dan tengah, maka pengidap amnesia akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh" jelas dr.dimas lagi.
Hasan tidak mengeluarkan sepatah kata pun ia masih kaget dengan penjelasan dokter.
"Ma, dia siapa ma, kok seenaknya mau meluk Zahra" tanya Zahra kebingungan.
"Dia Ustadz Hasan dosen pembimbing kamu waktu kuliah dulu" jelas Ariyani hati-hati.
"Terus kenapa mo peluk, kan bukan muhrim" jawab Zahra kesal.
"Maafkan saya, saya tadi terlampau bahagia" jelas Hasan sedih.
Mereka memutuskan untuk membiarkan Zahra berpikir seperti itu, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan jika memaksanya untuk mengetahui cerita yang sebenarnya.
▪️▪️▪️
POV Zahra
"Siapa dia ya, kok sikapnya begitu main peluk-peluk aja sampai mo nangis.
Dosen pembimbing kok begitu ya. Apa ada sesuatu yang aku gak tau" pikir Zahra dalam hati.
Entah kenapa meski pikiran Zahra menolak pelukan Hasan, tapi hatinya berkata lain seakan ada kerinduan disana.
__ADS_1
▪️▪️▪️
Sarah yang sudah sadar dari obat bius merasa bersyukur bisa melewati meja operasi dengan selamat.
Hasan kembali ke ruangan Sarah dengan lesu, pak Husein dan ibu fatimah bertanya-tanya ada apa sebenarnya. Bukanya Zahra sudah sadar dari komanya, tapi kenapa wajah Hasan tampak suram.
"Kenapa nak" tanya Fatimah dengan berbisik
"Zahra amnesia Bu" jawab Hasan berbisik
Sontak ibu Fatimah menutup mulutnya kaget. Sarah sadar ada sesuatu yang ditutupi darinya.
"Kenapa mas, kok lesu" tanya Sarah penuh selidik
"Alhamdulillah akhirnya Zahra sadar mas, tapi kenapa mas kok gak kelihatan senang" tanya Sarah lagi.
"Mas seneng kok, cuman cape aja" jawab Hasan sambil mencoba tersenyum.
▪️▪️▪️
Di ruangan dokter, Bima Arya menanyakan banyak hal terkait putrinya.
"Dokter bagaimana kondisi anak saya, berapa lama ingatannya bisa pulih dan apa Yanga harus kami lakukan" tanya pak Bima.
"Cedera kepala yang ringan umumnya tidak menyebabkan amnesia jangka panjang, namun cedera kepala yang lebih berat dapat menyebabkan amnesia permanen. Untuk kasus ibu Zahra, ia mengalami cedera kepala serius, dan koma dengan waktu yang cukup lama, kemungkinan besar ingatannya belum bisa pulih dalam waktu dekat, atau bisa jadi tidak akan mengingatnya selamanya" jelas dr. Dimas
__ADS_1
"Ya Allah, jadi dia tidak bisa mengingat tentang anak dan suaminya" tanya pak Bima lagi
"Iya pak, tapi semua kembali lagi kepada Allah. Jika Allah berkehendak yang tidak mungkin menjadi mungkin" ucap Dimas.
▪️▪️▪️
Tiga hari berlalu semenjak Zahra sadar, pemandangan yang menyedihkan terlihat di depan ruangannya. Hasan hanya bisa menatap istrinya dari balik pintu kaca. Ingin rasanya melepas rindu, tapi ia takut itu akan memperburuk keadaan istrinya.
"Sayang, apa benar tidak ada ingatan sekecil apapun dibenak mu tentang kami yang dulu begitu kau cintai" ucap Hasan lirih dari balik pintu.
"Nak kenapa disini mari masuk" ajak Ariyani sang mertua.
"Gak usah mah, takut nanti Zahra merasa tidak nyaman" ucap Hasan.
Ariyani sedih melihat menantunya seperti itu.
"Kalau begitu ibu masuk dulu ya" ucap ibu Ariyani.
Bersambung....
Bantu vote donk para pembaca setia biar semangat ngetiknya...
caranya gampang berikan vote dihalaman sampul depan novel "Istri kedua ustadz tampan".
Terima kasih....
__ADS_1