Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 2


__ADS_3

"..."


Nahla dengan cepat melepaskan pelukan suaminya karena kaget.


"Ah maaf, saya pikir tidak ada tamunya Bang Bagas" ucap Soni tertunduk.


"Saya permisi dulu, masih ada kerjaan" ucap Nahla bergegas.


Nahla tak lupa mencium punggung tangan suaminya dengan takzim.


Soni melihat itu tertegun cukup lama hingga tanpa sadar bayangan Nahla hilang dari pandangan mata nya.


"Ada apa Soni, ada yang mau di sampaikan" tanya Bagas.


"Ah itu Bang, ada undangan reuni Akbar dari universitas kita dulu" jelas Soni.


"Oh... Kapan acaranya" sambil mengambil undangan yang diletakkan di meja.


"Minggu depan" jawab Soni.


"..."


"Saya pamit dulu ya Bang, ada jadwal soalnya".


"Iya" jawab Bagas.


Bagas terus memandangi kepergian sahabatnya hingga bayangan nya hilang dibalik pintu.


"Apa dia masih berharap sama Nahla, cara dia menatapnya masih ada rasa kekaguman" ucap Bagas lirih.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Suasana di kafe sore itu cukup ramai, Nahla dan Maryam menghabiskan waktu bersama dengan sebaik baiknya.


Ha-ha-ha...


Senda gurau mereka cukup seru seperti kedengarannya.


"Jadi gimana kondisi kalian" tanya Nahla tiba-tiba serius.


"Alhamdulillah baik, hanya saja mas Yusuf sedikit lebih tertutup dari sebelumnya" jawab Maryam.


"Kalian gak coba cari solusinya, siapa tahu ada titik terang" ucap Nahla.


"Mas Yusuf selalu sensitif kalau membicarakan tentang pengobatan dan ikhtiar kita untuk bisa mendapatkan momongan".


"Sebagai pria, pasti mas Yusuf merasa harga dirinya runtuh karena belum bisa memberikan keturunan" ujar Nahla.


"Sabar, rencana Allah pasti lebih indah".


"Terus gimana dengan kalian, apa sudah ada tanda-tanda ada Bagas junior" tanya Maryam.


"Belum tahu, baru juga sebulanan. Minggu lalu juga baru dapat tamu bulanan" jelas Nahla.


"Semangat ya. Kita sama-sama semangat" ucap Maryam sambil terkekeh.


Ternyata di sudut kafe ada sosok yang tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka. Pria dengan setelan jas lengkap menghembuskan asap rokok nya dengan santai sambil tersenyum.


▪️▪️▪️

__ADS_1


"Jadi gimana tadi ketemu Nahla, udah hilang kangennya" tanya Mas Yusuf.


"Udah mas. Tumben mas pulang cepat, hari ini gak lembur" tanya Maryam.


"Gak dek, tiba-tiba bos aku membatalkan rencana lemburnya di kantor"


"Kok tumben, bukannya beliau gila kerja" tanya Maryam penasaran sambil memberi pijatan di bahu sang suami.


"Entahlah, nampaknya hari ini suasana hatinya cukup baik setelah pulang dari kafe tadi".


"Ada berita baik mungkin, syukurlah. Jadi mas tidak kecapean" tutur Maryam.


"Emang kalo gak kecapean mau ngapain" ucap Yusuf sambil mencolek pinggang Maryam.


Maryam menelan ludah mendengar pertanyaan frontal suaminya. Bukan maksud hatinya berkata begitu. Ia hanya merasa kasihan melihat suaminya yang selalu pulang jam sepuluh malam.


Yusuf terkekeh geli melihat reaksi istri nya, Ia tahu betul memang istrinya mencemaskan keadaan nya bukan berniat yang lainnya. Tapi itu yang membuat Yusuf suka menggoda nya karena melihat reaksi berlebihan Maryam.


"Hahaha... Imut sekali istri ku ini, salah tingkah ya" goda Yusuf.


"Mas suka gitu, gak lucu tahu".


"Maafin mas ya, selama ini sering lembur. Belum bisa membahagiakan kamu" ucap Yusuf serius.


"Mas kok ngomong gitu. Alhamdulillah Maryam bahagia. Maryam bahagia mas sudah berusaha keras untuk menafkahi Maryam dengan penuh semangat dan cinta"


"Oh iya, tadi mas dapat bonus karena udah lembur selama ini" ujar mas Yusuf yang mengeluarkan amplop dari sakunya.


"Alhamdulillah. Baik juga bosnya" ucap Maryam.

__ADS_1


▪️▪️▪️


Bersambung...


__ADS_2