
Terima kasih ya para pembaca sekalian...
Cerita ini hanya fiktif belaka bukan kisah nyata ya..Kisah ini di buat agar kita bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian, dan mendapat pembelajaran tentang asam manisnya kehidupan pernikahan.
Mohon maaf bila pandangan author tidak sejalan dan tidak sesuai dengan keinginan pembaca...🙏🙏🙏
Mohon dukungannya agar author semangat ngetiknya ya. 😁
Kita lanjut ya.
Selamat membaca.
▪️▪️▪️
Tatapan Zahra mengelilingi ruangan tempat perawatannya seakan sedang mencari sesuatu.
"Ma, dimana mba Sarah, mba Sarah baik-baik saja kan"
"Alhamdulillah baik nak, cuman dia ada diluar, nampaknya dia merasa bersalah".
"Ma, panggilin mba Sarah dong"
Ariyani keluar hendak memanggil Sarah yang masih duduk termenung.
"Nak, dicariin Zahra."
"Iya Ma". Dengan langkah gontai Sarah masuk keruangan Zahra.
Kret...
Sarah menghampiri Zahra duduk di ranjang sambil memeluknya.
"Alhamdulillah dek, kalian selamat. Maafin mba ya" ucap Sarah
" Ya Allah mba, kenapa minta maaf ini sudah jalannya aku lahiran dipercepat. Kan kalo bukan karena mba yang nolongin aku, aku pasti udah kehilangan anak aku. Semua sudah digariskan mba.
__ADS_1
Mba jangan merasa bersalah. Ini anak mba juga, mba sudah merawat kami dengan penuh kasih sayang".
Mereka masih berpelukan tanpa mereka sadari Hasan sudah ada dibelakang mereka bersama kedua orang tuanya.
"Nak,bagaimana kondisi kalian berdua" tanya Husein
"Alhamdulillah yah, baik" jawab Sarah dan Zahra.
"Sayang, gimana perutnya apa sakit. maafkan ibu ya baru datang" ucap ibu Fatimah pada Zahra seolah hanya Zahra yang berada disitu.
"Alhamdulillah Bu, sakit tapi masih bisa Zahra tahan"
Sarah merasa mertua perempuan nya pasti marah kepadanya yang menyebabkan insiden ini terjadi.
Hasan menggenggam tangan Sarah untuk menguatkannya.
"Cucu ibu mana, belum dibawa kemari ya"
"Masih diruang perawatan bayi Bu, masih di inkubator" jelas Hasan.
▪️▪️▪️
Bagi keluarga Husein ini adalah cucu pertama mereka bagi keluarga Bima Arya ini cucu kedua mereka.
"Selamat datang di rumah Muhammad Al Fatih" Sarah menggendong nya sambil masuk kedalam rumah mereka.
Zahra berjalan perlahan didampingi mama dan ibu mertuanya. Hasan mengeluarkan barang dari bagasi dan membawanya masuk.
"Alhamdulillah sudah kembali dengan selamat" ucap Zahra.
Zahra menyusul anaknya di kamar yang telah dibawa Sarah. Sarah meletakkan Al dibox bayi.
"Mo istirahat dek,mba ambilin buah ya".
"Iya mba makasih, maaf udah ngerepotin".
__ADS_1
"Kamu kayak sama siapa aja, tunggu ya mba ambilin dulu buahnya". ucap Sarah sambil berjalan kedapur.
▪️▪️▪️
Di ruang keluarga, mereka berkumpul guna membicarakan perihal rumah untuk Zahra.
"Jadi kapan Zahra bisa pindah nak" tanya Bima pada menantunya.
"Kalo Hasan terserah Zahra nya pah,"
"Bagusnya aqiqah nya udah di rumah baru" sambung Ariyani.
"Lagian kan rumahnya deketan juga gak terlalu jauh" ucap Fatimah ibu Hasan
"Dua hari lagi kita pindahan, terus besoknya aqiqah di rumah baru" ucap Hasan.
Hasan pergi ke kamar untuk melihat anaknya, didapatinya Zahra tengah tertidur dan Sarah yang sedang mengendong Al yang tadi sempat nangis karena pup.
Hasan mengecup kening Sarah kemudian kening anaknya.
"Sabar ya sayang, jangan diambil hati sikap ibu ke kamu"
"Iya mas, ibu mungkin kesel karena Sarah yang menyebabkan ini semua"
"Semua sudah diatur sama Allah SWT". jelas Hasan.
"Maafkan sikap ibu ya,"
"Iya mas,"
Zahra yang sudah terbangun mendengar percakapan mereka, dia beruntung memiliki mba Sarah dan mas Hasan disisi nya. Seulas senyum terukir diwajahnya.
▪️▪️▪️
Bersambung...
__ADS_1