
Keesokan harinya Sarah sudah diizinkan untuk pulang hanya perlu rawat jalan saja untuk kontrol luka pasca operasi.
Bayi mungil mereka juga Alhamdulillah sehat mereka memberikan nama yang cantik untuk putri kecilnya yaitu Maryam Almahyra.
"Alhamdulillah sayang, kita bisa balik ke rumah lagi. Umi bersyukur bisa diberi kesempatan untuk memeluk mu" ucap Sarah bahagia.
"Ayo sayang kita pulang" ajak Hasan.
"Mas, kita mampir ke ruangan Zahra yuk"
"Ini kan jam istirahat sayang, pasti Zahra lagi tidur siang"
"Iya deh, kasian Zahra pasti dia terpukul dengan kepergian Al" ucap Sarah sedih
Hasan tertegun mendengar ucapan Sarah, hatinya teriris mengingat kenyataan bahwa Zahra tidak ingat soal kenangan mereka.
▪️▪️▪️
Di ruangan VVIP rumah sakit dr. Dimas memberitahukan kepada orang tua Zahra, kalau Zahra sudah diperbolehkan pulang.
"Terima kasih dokter sudah merawat saya selama ini" ucap Zahra
"Itu sudah tugas saya sebagai dokter" balas Dimas ramah.
"Iya dok"
"Obatnya harus rutin diminum, biar nyeri di kepala ibu Zahra tidak kumat"
"Iya dok, sekali lagi terima kasih"
▪️▪️▪️
Keluarga Bima Arya memutuskan untuk membawa Zahra pulang ke kediaman mereka.
"Ma, Salsa mana kok gak pernah datang jenguk Zahra"
"Salsa lagi liburan ke luar negeri, lusa baru balik sayang"
"Liburan kok gak ngajak-ngajak"
"Kamu kan di ajak gak mau" jawab mama Ariyani berbohong.
__ADS_1
"Gitu ya, kok Zahra gak ingat ma"
Mobil memasuki pekarangan rumah Bima Arya, mereka turun dari mobil Aisyah berlari kearah adik iparnya.
"Zahra sayang, akhirnya kamu pulang juga. mba sama ponakan kamu rindu berat nih"
"Mba bisa aja, sini Fais sama Tante" ucap Zahra antusias.
▪️▪️▪️
Malam menjelang Zahra sekeluarga sudah bersiap untuk makan malam bersama. Canda tawa mewarnai rumah mereka. Selesai makan mereka berkumpul di ruang keluarga.
"Pah, Zahra Mo lanjut S2 boleh gak"
"Apa kamu yakin, kamu kan baru pulih, cedera kepala kamu cukup serius nanti kalo kebanyakan mikir bisa fatal akibatnya"
"Terus Zahra mo ngapain masa bengong di rumah aja kan bosan pah"
"Gimana kalo kita buka butik, kamu kan suka gambar. Kita buat fashion muslimah" ucap mama penuh semangat
"Boleh juga mah, Zahra mau"
▪️▪️▪️
"Mas, aku boleh nanya sesuatu gak" tanya Sarah.
"Nanya apa sayang" Hasan berjalan kearah ranjang mereka.
"Bagaimana kondisi Zahra yang sebenarnya, Sarah merasa ada yang mas sembunyikan dari Sarah"
Hasan terdiam sejenak, apa dia harus jujur saja sekarang. Kondisi Sarah juga sudah cukup stabil.
"Sebenarnya Zahra amnesia"
"Apa....! mas gak becanda kan"
"Gak sayang, Zahra memang amnesia, dia lupa kalo dia sudah menikah dan memiliki seorang anak"
"Bagaimana bisa hanya kita yang dilupakan"
"Mungkin karena kecelakaan itu membuatnya trauma"
__ADS_1
"Ya Allah dek, kenapa bisa begini. Maafin mba"
"Kenapa minta maaf sayang" sambil memeluk erat Sarah.
"Semua ini karena Sarah, andai saja Zahra dan Al tidak ikut berbelanja dengan Sarah pasti kejadian ini tidak akan terjadi"
"Semuanya sudah digariskan Allah SWT, dibalik musibah ini pasti ada hikmahnya buat kita semua"
"Terus selanjutnya gimana mas, Zahra kan masih sah istri mas Hasan"
"Mas belum tau mo berbuat apa, mas juga sedih"
▪️▪️▪️
Dua orang wanita tengah panik membawa seorang anak lelaki kecil yang tengah demam tinggi keruangan dokter.
"Dokter dokter tolong anak saya dok" ucap Aisyah panik
"Tenang Bu, coba sini anak ibu saya periksa dulu" ucap dokter tersebut.
Setelah melakukan pemeriksaan dokter itu menjelaskan dengan tenang pasal anak kecil itu.
"Anak ibu demam, karena masuk angin" jelas dr. Anita Sp.A
"Masuk angin, apa karena kemarin dia kelamaan berenang ya" timpal Zahra
"Iya bisa jadi, anak ibu harus di infus dulu disini untuk menggantikan cairannya yang hilang. Jika keadaan membaik sore sudah bisa pulang tidak perlu rawat inap"
"Zahra kamu jagain Fais dulu ya, mba mo kasih kabar sama mas Fahri dan mama papa" ucap Sarah.
"Iya mba"
Dokter Anita sedang memperhatikan Zahra yang dengan penuh kasih sayang menjaga ponakannya.
"Gadis yang manis" ucap dr. Anita dalam hati
***Bersambung....
Jangan lupa dukungannya. Biar author semangat 🙏🙏🙏.
Terima kasih***
__ADS_1