Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
1 Atap 2 Cinta


__ADS_3

Lanjut lagi ya...


Lantunan ayat suci Al Qur'an mulai terdengar di Masjid. Hasan terbangun dengan posisi tangannya memegang perut Zahra. Semalaman Hasan mengusap perut sang istri, karena Zahra merasa kesakitan.Hasan tersenyum dan mengecup kening Zahra.


Dibiarkannya Zahra terlelap, dan bergegas berjamaah di masjid.


Hoam..


"Ya Allah, mas Hasan udah duluan bangunnya" sambil menggeliat.


Zahra memutuskan untuk mandi karena badannya dirasa lengket.


"Assalamu'alaikum. lo dek, mo kemana, kenapa mandinya pagi buta" Hasan pulang dari subuh an di masjid.


"Wa Alaikum Salam, Gerah mas"


"Ya udah jangan kelamaan, entar masuk angin" titah Hasan


▪️▪️▪️


Pasangan pengantin baru turun untuk sarapan bersama.


"Cie yang kesiangan, mentang-mentang pengantin baru sampe suami ke masjid gak bangun juga", goda Fahri.


"Zahra kesakitan semalam. perutnya sakit datang bulan" bela Hasan.


"Ooo gitu.. kirain. Jadi gagal dong semalam" ledek Fahri kepada adik ipar sekaligus sahabatnya itu.


Hasan hanya melemparkan senyuman manisnya. Zahra kesal dan melempar serbet meja makan pada kakaknya.


"Bang Fahri, comel banget sih"


"Udah dong mas, kamu suka banget gangguin Zahra" ujar Aisyah membela adik iparnya itu.


"emang" jawab Fahri cuek.


Mereka sarapan dengan penuh keakraban. Hingga pertanyaan terlontar dari mulut Bima Arya.


"Nak Hasan, jadi nanti kalian bakalan tinggal dimana, gak mungkin kan satu atap" tanya papa Bima

__ADS_1


"Untuk sementara bertiga dulu, kalo udah dapat rumah disekitaran situ, baru pindah pah", jelas Hasan


"Gak apa-apa begitu,"


"Menurut Islam gak apa-apa pah, yang penting jangan sekamar. Tapi memang lebih baik beda rumah. Insya Allah secepatnya bisa dipisah", jelas Hasan.


"Oke kalau begitu yang penting tidak da yang merasa tersakiti" sambung mama Ariyani.


▪️


▪️


▪️


Hasan dan Zahra tiba dikediaman Hasan disambut hangat oleh Sarah. Rumah Hasan bersama Sarah memang tidak semegah rumah papa Bima, tapi cukup mewah.


"Alhamdulillah. Assalamu'alaikum mas dek Zahra" ucap Sarah gembira


"Wa Alaikum Salam" jawab mereka kompak.


"Kamu mau kamar dimana dek," tanya Sarah.


"Dibawah aja mba, biar gak cape naik turun tangga"


Hasan agak canggung dengan keadaan seperti ini, takut tidak bisa bersikap adil.


"Kenapa mas, kok diam aja dari tadi" Sarah mencoba membuat suaminya merasa nyaman.


"Gak kenapa kok sayang"


Deg...


Ada perasaan aneh di dada Zahra, mendengar panggilan Hasan untuk Sarah.


"Mba Sarah dipanggil sayang, aku kok cuman dek" Zahra bertanya-tanya dalam hati.


Sarah melihat perubahan ekspresi Zahra, pasti ada yang disembunyikan pikirnya.


"Mas, mba, Zahra ke kamar dulu ya, perut Zahra masih agak kram"

__ADS_1


"Iya. Istirahat dulu biar enakkan" timpal Hasan.


▪️▪️▪️


Niatnya hanya rebahan eh Zahra malah ketiduran. Hasan mengusap kepala istrinya sambil duduk ditepian ranjang.


"Dek, bangun. Zahra sayang bangun"


"Mm,,, aku ketiduran. maaf mas" sambil mengucek matanya.


"Kenapa sih minta maaf, Mas bangunin kamu karena udah mo magrib. Gak baik tidur magrib" sambil mengusap lembut pipi Zahra.


Blush.


Pipi Zahra bersemu merah mendapat perlakuan itu.


"Mas mo ke masjid dulu ya"


"Iya mas, hati-hati" ucap Zahra


Zahra keluar kamar menuju ruang keluarga. Di sana Sarah tengah menonton Tv.


"Mba Sarah, maaf tadi Zahra ketiduran" ucapnya.


"Gak apa-apa kok dek, masih sakit perut nya. Mau air hangat, biar bibi ambilkan"


"Iya mba"


▪️▪️ ▪️


Mereka bertiga makan malam, Zahra agak canggung dengan keadaan ini. Ya Zahra masih butuh penyesuaian.


Hasan menggenggam tangan kedua Istrinya.


"Mari kita belajar bersama, jika ada yang mengganjal kita bicarakan. Mas akan berusaha adil".


Keduanya mengangguk. Malam ini Hasan tidur bersama Istri keduanya.


Bersambung....

__ADS_1


🙏🙏🙏


maaf masih banyak tipo


__ADS_2