Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Ternyata


__ADS_3

Tok.. tok.. tok..


"Ma, kita pulang sama-sama ya nanti, papa masih ada pasien"


Semuanya menoleh ke asal suara.


"Zahra" ucap dr. Dimas kaget


"Eh dr. Dimas, Assalamu'alaikum"


"Wa Alaikum salam, kok di ruang anak" tanya Dimas heran


"Ini ponakan saya demam, mamanya lagi keluar nelpon. dr. Anita lagi di toilet" jelasnya.


dr. Anita keluar dari toilet dan sempat mendengar pembicaraan mereka.


"Kenapa sayang, tumben ke ruangan mama"


"Tadi papa pesan kalo pulangnya bareng Dimas aja, soalnya papa masih ada pasien sampai malam" jelas Dimas.


"Ok. oh iya kamu kenal dengan Zahra"


"Zahra pasien Dimas mah, yang Dimas ceritakan waktu itu"


Hmmm.


Zahra yang mendengar itu heran, untuk apa dr. Dimas cerita soal pasiennya ke orangtuanya.


Kret...


Pintu terbuka, Sarah masuk ke ruang anak.


"Eh dr. Dimas kan"


"Iya Bu saya dokter yang merawat Zahra dulu"


"Iya perkenalkan ini anak pertama saya Dimas" ucap dr. Anita ramah


"Oh. Kebetulan sekali ya"


Zahra pamit ke kantin rumah sakit untuk membeli beberapa camilan dan minuman. Entah kenapa Dimas juga pergi menyusulnya ke kantin karena pasiennya lagi kosong.


"Bareng yuk ke kantin" ucapnya


"Oh... Mari" ucap Zahra kaget

__ADS_1


Berjalan berdampingan tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Zahra sedikit memberi jarak antara keduanya.


Sampai di kantin.


"Zahra mo pesan apa" tanya Dimas ramah


"Biar saya pesan sendiri dok, nanti merepotkan"


"Gak kok"


"Saya mau susu beruang 2 sama roti"


"Ok. Tunggu sini aja. Nanti saya pesankan"


Semua yang berada di kantin melihat keduanya. Tumben dr. Dimas yang suka menyendiri datang bersama seorang wanita begitu pikir mereka.


"Ini pesanannya" ucap Dimas


"Makasih dok"


"Dimas aja, kan Zahra bukan pasien saya lagi"


"Gak sopan dok"


"Ya terserah Zahra saja"


▪️▪️▪️


"Dokter terima kasih"


"Ya sama-sama. Pulang sama siapa. Bareng saya sama anak saya saja" ajak dr. Anita


"Gak usah dok, merepotkan. Nanti suruh supir jemput"


"Gak kok, alamat kalian dimana"


"Dijalan X dok"


"Kebetulan dong, kita searah" jawab dr. Anita


Tok.. tok.. tok..


"Halo ma udah siap" tanya Dimas


"Udah sayang. Kita anterin mereka dulu ya"

__ADS_1


"Ok ma. sesuai keinginan mama" ucapnya manja.


Aisyah dan Zahra yang melihat itu tersenyum geli mereka tidak menyangka dr. Dimas akan bertingkah manja terhadap ibunya.


▪️▪️▪️


Mobil Dimas sudah sampai didepan rumah Zahra.


"Terima kasih dokter atas tumpangannya" ucap Aisyah.


"Iya sama-sama" balas dr. Anita


"Mau mampir dulu dok" tawar Zahra


" Lain kali aja. udah mo magrib soalnya"


"Sekali lagi terima kasih Assalamu'alaikum"


"Wa Alaikum salam"


Dimas masih melihat kearah mereka yang sudah memasuki rumahnya. Ibunya menyadari itu, dan mengagetkan anaknya.


"Hayo, liat apaan"


"Ah mama. ngagetin aja"


"ayo buruan jalan, udah mo magrib ini"


Akhirnya mobil Dimas melaju meninggalkan rumah Zahra.


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum" ucap zahra


"Wa Alaikum salam"


"Lo, udah balik. Siapa yang anterin" tanya mama Ariyani


"Dokter Dimas mah, ternyata dia anak dr. Anita yang ngerawat Fais"


"Oh mamanya dokter juga"


"Bukan cuman mamanya, tapi papanya juga. Papanya itu Prof. Dr. Budi Santoso Sp.Jp pemilik rumah sakit tempat Zahra dirawat" jelas Aisyah


"Oh. keluarga dokter rupanya"

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2