
▪️▪️▪️
"Sayang, aku berangkat ya. Nahla dengar omongan Ummah ya. Jangan bandel" ucap Dimas.
Dimas hari itu bertolak ke kota M untuk melihat salah satu rumah sakit milik keluarganya. Ia akan tinggal selama beberapa hari di sana.
Sesampainya di sana Dimas bergegas check in ke salah satu hotel dekat Rumah sakitnya.
Tanpa ia sadari ternyata ada sepasang mata yang tengah mengawasi gerak-gerik nya. Seakan merencanakan sesuatu yang jahat.
"Aku harus dapetin kamu, aku gak mau kamu lepas dari tanganku lagi dr. Dimas" batin wanita itu.
Beberapa saat yang lalu Dimas memberi kabar pada anak istrinya bahwa Ia sudah tiba dengan selamat di kota M.
▪️▪️▪️
Keesokan paginya, Dimas melakukan aktifitas untuk melihat kinerja rumah sakitnya. Setelah itu lanjut makan siang bersama para dokter disalah satu restaurant samping rumah sakit.
"Dimohon bantuannya ya, Dok. Kita sama-sama menjadikan Rumah sakit ini menjadi yang lebih baik" ucap Dimas pada para dokter.
"Iya, Dok. Terima kasih atas kepercayaannya" ucap salah satu dokter yang tak lain adalah sepupu wanita yang terobsesi dengan Dimas.
▪️▪️▪️
Skip...
__ADS_1
"Astagfirullahu hal adzim ... Dimana ini, kok bukan di kamar hotel aku. Terus kenapa begini. Siska ... Kenapa dia bisa ada di sebelahku. Apa yang sudah kami lakukan. Ya Allah... Ampuni hamba Mu ini, bagaimana ini bisa terjadi" batin Dimas yang tersadar telah melakukan dosa besar.
Dimas bergegas mandi dan kembali ke kamar hotelnya. Siska yang telah bangun sedari tadi tersenyum puas dengan rencananya kali ini.
Beberapa bulan yang lalu Siska telah bebas dari penjara dengan remisi khusus dan denda.
Masih ingat gak sama Siska, Dokter Koas yang tergila-gila pada Dimas yang divonis penjara setelah mencoba mencelakai Zahra.
Udah ingatkan ...?
Kalo gitu kita lanjut lagi.
▪️▪️▪️
Entah kenapa perasaan Zahra jadi tidak karuan, apa ini yang namanya insting seorang istri.
Drrt ... drrt ...
"Assalamu'alaikum, sayang" ucap Zahra setelah melihat panggilannya direspon.
"Wa Alaikum salam sayang" balas Dimas gugup.
"Kenapa mas, kok kelihatan khawatir gitu. Mas gak kenapa-kenapa kan"
"Gak sayang, nanti mas cerita di rumah. Maafin mas sayang. Mas mencintaimu dan anak kita" ucapnya menahan tangis.
__ADS_1
"Iya mas, Zahra juga sangat mencintai dan menyayangi mu. Semoga kita selalu dalam lindungan Nya. Udah dulu ya, Mas. Zahra dicariin Nahla. Assalamu'alaikum"
"Wa Alaikum Salam" jawab Dimas.
▪️▪️▪️
Di derasnya hujan yang mengguyur malam yang begitu dingin menambah kesedihan yang dialami sepasang suami istri yang tengah berpelukan sambil berisak tangis. Dimas menceritakan segala hal yang terjadi padanya di kota M, Ia tidak ingin menutupinya dari istri tercinta.
Berkali-kali Dimas melakukan shalat taubat semenjak dari kota M sampai sekarang. Ia betul-betul merasa bersalah dan tidak menyangka kenapa ada yang berusaha menjebaknya.
Zahra merasakan sakit yang teramat sangat, tapi Ia yakin Dimas berkata jujur. Zahra merasa yakin kalau suaminya adalah korban dari kelicikan Siska.
Zahra berusaha membuang amarahnya dengan terus beristighfar.
"Maafkan mas, sayang. Mas sudah melakukan dosa besar" ucap Dimas terisak.
"Hiks ... hiks ... hiks ... . Astagfirullahu hal adzim. Zahra marah bukan sama mas kok, Zahra marah sama keadaan yang membuat semua ini terjadi".
"Maaf sayang" ucap Dimas berkali-kali.
"Cukup, Mas. Zahra percaya mas berkata jujur. Zahra yang minta maaf, udah bereaksi seperti ini".
"I love you, Zahra Khumaira ku" sambil mengecup kening istrinya yang masih terisak di dalam dekapan Dimas.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Bersambung....