Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
dr. Nahla


__ADS_3

Zahra dan Hasan kembali ke rumah dengan selamat. Hasan masih terus waspada tentang keselamatan keluarganya terutama sang istri tercinta.


"Sayang, seminggu ini jangan dulu ke butik ya" pinta Hasan.


"Iya, Mas. Maaf udah buat mas Hasan khawatir seperti ini".


"Kenapa minta maaf sih. Bukan salah kamu kok, Mas hanya ingin melindungi kamu aja. Karena dulu mas pernah gagal"


▪️▪️▪️


Maryam dan Yusuf selalu dicecar pertanyaan soal momongan. Padahal usia pernikahan mereka saja baru menginjak dua bulanan.


"Nak, gimana udah ada kabar baik belum" tanya ibunda Yusuf.


"Maafkan Maryam Bu, Maryam belum isi"


"Ibu kok setiap bulan selalu bertanya seperti itu. Kita juga lagi ikhtiar dan berdoa biar bisa segera diberi kepercayaan untuk mendapatkan momongan" jawab Yusuf yang merasa tak tega melihat istrinya sedih.


"Ibu hanya bertanya, Nak. Ibu pengen banget segera menimang cucu".


"Iya Yusuf paham. Tapi kita harus bersabar Bu, biar Allah SWT yang memutuskan. Yusuf sayang ibu, Yusuf dan Maryam akan berusaha yang terbaik".


"Iya, Nak. Maafin ibu ya" sambil mengusap kepala menantunya.


▪️▪️▪️


Nahla akhirnya bekerja di rumah sakit kakeknya, setelah dibujuk tentunya. Sebelumnya Ia menolak karena ingin berusaha mandiri, tapi kakek neneknya terus membujuk dengan alasan hanya Nahla lah yang bisa jadi penerus menggantikan Dimas, Abinya.


"Selamat pagi, Dok" sapa beberapa perawat yang sedang di meja resepsionis.


"Pagi semuanya, Assalamu'alaikum" jawab Nahla.


Nahla sudah bisa menebak pasti semua yang bekerja di sini sudah mengetahui perihal dirinya yang adalah cucu dari pemilik rumah sakit ini.


"..."

__ADS_1


Nahla menuju ruangannya dengan terus menunduk.


Bruk...


"Ah" ucap sosok laki-laki yang ditabrak Nahla.


"Astaghfirullah... Maaf ya maaf"


"Gak apa-apa, dr. Nahla. Ini juga salah saya yang terburu-buru".


Nahla mengangkat kepalanya menatap sosok itu penuh keheranan.


"Kamu kenal saya"


"Iya, Dok. Itu..." menjawab sambil menunjuk papan nama yang disematkan di jas dokternya.


"Ah iya... Mmm sekali lagi saya minta maaf ya"


"Iya, Dok. Perkenalkan saya Soni Koas baru disini"


"Ok, Dok. Saya permisi dulu, Karena masih ada panggilan" sambung Soni ramah.


"Iya, silahkan"


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum" sapa Nahla


"Wa Alaikum Salam" jawab Ummi Zahra dan ustadz Hasan barengan.


"Lo, Nahla. Kesini kok gak ngabarin dulu" ucap Zahra.


"Nahla kangen, dari rumah sakit langsung mampir ke sini" ucapnya sambil menyalami tangan keduanya.


"Ya paling tidak kan Ummi bisa masak makanan kesukaan kamu".

__ADS_1


"Lain kali deh, Mi. Gimana kabar Abi dan Ummi"


"Alhamdulillah baik, Nak"


"Gimana tadi, hari pertama kerja di rumah sakit kakek kamu" tanya Abi Hasan.


"Alhamdulillah lancar, Bi. Tapi semua orang tau kalo Nahla cucu dari pemilik rumah sakit. Jadi semuanya pada sungkan dan hati-hati".


"Ya mau gimana lagi kakek, nenek, dan Abi kamu dokter. Dan sekarang kamu bakalan menggantikan kakek kamu. Cepat atau lambat semua orang di sana juga tahu" jelas Zahra.


"Yah... Mau gimana lagi"


"Yang penting kamu jangan sombong ,Nak. Dan jadilah dokter yang berakhlak baik" ucap Zahra.


"Iya, Mi. Nahla akan melakukan yang terbaik semampu yang Nahla bisa".


"Bi, gimana kabar Maryam. Udah lama gak contact kan. Takut ganggu pengantin baru"


"Baik, Alhamdulillah. Ngomong-ngomong soal pengantin baru, kamu kapan jadi manten" tanya Abi Hasan.


"Hahaha... Belum kepikiran Bi, Nahla Masih no lanjut ambil spesialis kandungan"


"Terus nunggu gelar spesialis baru nikah" sambung Ummi Zahra.


"Insya Allah, kalo belum datang jodohnya" jawabnya singkat.


"Hmmm".


▪️▪️▪️


Bersambung....


هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاءِ


“Di sanalah Zakaria berdoa kepada Tuhannya. Dia berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa.” (QS. Al-Imran: 38)

__ADS_1


__ADS_2