Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
7 Bulanan


__ADS_3

Zahra melepas rindu pada mama Ariyani, sore menjelang Zahra segera pamit pulang,karena Hasan tidak mengijinkan istrinya menginap.


"Ma,pa Zahra pamit ya" mencium tangan orang tuanya dengan muka ditekuk.


"Kok mukanya gitu, kamu harus nurut perkataan suami sayang" jelas Bima.


"Nanti mama jalan-jalan ke sana deh, boleh kan nak Hasan". sambung Ariyani


"Boleh dong ma" jawab Hasan


"Beneran ya ma, mama nanti ke rumah kami" Zahra begitu antusias.


"iya sayang".


"Ya udah ma,pa. Kita pamit dulu. Assalamu'alaikum". ucap mereka serentak.


"Wa Alaikum salam"


▪️▪️▪️


skip...


Beberapa bulan berlalu usia kandungan Zahra sudah menginjak 7 bulan. Keluarga kedua belah pihak memutus untuk mengadakan pengajian dan syukuran untuk kehamilannya.


Besok pengajian akan dilaksanakan dengan mengundang anak yatim dan tetangga sekitar saja. Hari ini orang tua Hasan tiba dikediaman mereka.


Pak Husein dan ibu Fatimah begitu antusias menyambut kelahiran cucu mereka yang tinggal 2 bulan lagi.


"Assalamualaikum" sapa Husein dan Fatimah.


"Wa Alaikum salam" jawab Sarah yang memang sedang nonton di ruang keluarga.

__ADS_1


Sarah menyalami mertuanya sebagai bentuk penghormatan.


"Zahra mana" tanya ibu Fatimah


"Dikamar Bu," jawab Sarah sedikit cemburu.


"Ya sudah ibu ke kamar dulu"


▪️▪️▪️


Tok tok tok


"Zahra, ibu boleh masuk nak" ucap Fatimah


"Iya Bu,, masuk aja Bu gak dikunci kok"


"Mantu ibu,ibu kangen, bagaimana Dede bayi nya" sambil mengelus perut Zahra yang sudah membesar.


"Jaga kesehatan ya sayang, jangan terlalu capek".


"Iya Bu, ibu sudah lama sampenya"


"Belum sayang, baru aja. langsung ketemu cucu ibu ini" lagi dan lagi mengelus perut buncit Zahra.


Tanpa disadari dari balik kamar zahra, Sarah sudah berdiri sejak tadi tidak sengaja mendengar percakapan mertuanya itu.


Niat hati memanggil mereka makan siang, malah mendapati pemandangan yang membuatnya cemburu dan berkecil hati.


"Ibu, Zahra yuk makan. Sudah ditungguin ayah sama mas Hasan".


▪️▪️▪️

__ADS_1


Malam harinya Ariyani juga sudah tiba di rumah menantunya itu. Mereka bersenda gurau di halaman samping, Zahra, mama Ariyani, mertua perempuan dan Hasan suaminya.


"Bagaimana sayang, udah USG belum. cewek apa cowok nak" tanya mama Ariyani.


Hasan dan Zahra tersenyum bersama.


"Insya Allah kata dokternya cowok mah"


"Alhamdulillah, cowok atau cewek yang penting sehat" sambung ibu Fatimah.


Sarah datang membawa beberapa camilan dan minuman hangat.


"Ayo bu,ma, silahkan" tawarnya .


"Iya sayang makasih" ucap mama Ariyani.


"Kamu belum ada tanda-tanda lagi nak". tanya Fatimah.


"Belum Bu," jawab Sarah sedih.


"Insya Allah mba sarah segera nyusul kok Bu" sambung Zahra yang merasa tidak enak dengan situasi saat ini..


▪️▪️▪️


Keesokan harinya pukul 10 pagi acara pengajian dimulai, para undangan dan anak yatim-piatu sudah hadir untuk memeriahkan acara syukuran tsb.


Acara tersebut penuh khidmat dan haru, Ustadz Hasan sampai meneteskan air mata bahagia, karena telah diberikan kepercayaan kesempatan atas kehamilan pertama istri keduanya.


"Saat Kamu merasa lelah akan kehamilanmu. Ingatlah bahwa malaikat beristighfar untukmu setiap waktu. 1000 kebaikan tercatat untukmu dan 1000 keburukan terhapus darimu. Sholatmu terbilang 80 rakaat untuk setiap rakaat yang terdapat seorang janin di dalam rahimmu".


Kata penutup untuk sang istri yang membuat Zahra terharu.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2