
Dimas duduk termenung kearah jendela kamar asramanya, hatinya begitu gusar mengetahui jawaban yang telah diambil Maryam.
Flashback
Maryam mengutarakan keputusan yang diambilnya dengan begitu hati-hati, agar tidak ada yang sakit hati.
"Terima kasih sebelumnya sudah memilih Maryam, Tapi maaf Maryam tidak bisa menerima pinangan Dimas" ucapnya melalui sambungan telpon dengan Ummi Zahra.
"Maaf Nak, apa Ummi boleh tahu alasannya. Biar Dimas mengerti"
"Dari segi usia udah terlampau jauh, meskipun Nabi Muhammad juga menikahi wanita yang lebih tua darinya. Tapi Maryam belum sanggup Ummi. Dimas juga adalah santri kami disini, tidak sepantasnya Maryam bersanding dengannya. Dan ada satu alasan khusus yang buat Maryam tidak bisa menerima nya".
"Alasan apa itu Nak. Bisakah kamu beri tahu Ummi"
"Karena Maryam tahu Ummi Zahra adalah mantan istri Abi. Dan Abi beberapa hari yang lalu juga sudah berniat untuk kembali bersama lagi"
"..."
Zahra terdiam mendengar penjelasan dari Maryam. Rahasia yang selama ini tersimpan rapi, akhirnya terbongkar juga.
"Ummi... Sudah saatnya kalian bahagia, tidak perlu mengorbankan kebahagiaan kalian lagi dan lagi" ucap Maryam terisak.
"Maryam... Terima kasih. Kamu memang seperti ibu mu, begitu baik dan berhati lapang"
Flashback Off
__ADS_1
Dimas masih belum tahu apa alasan dibalik penolakan Maryam. Meskipun masih belum menerima keputusan yang diambil Maryam. Dimas berusaha sabar dan menerima jalan takdir Allah SWT.
▪️▪️▪️
POV Maryam
Di kamar, aku masih terisak memikirkan pengorbanan yang telah Abinya lalui. Begitu sabarnya Abi menunggu dan memberanikan diri untuk rujuk kembali bersama Ummi Zahra. Pada akhirnya mengalah demi kebahagiaan orang-orang yang dicintainya.
Untung saja Maryam mengetahui rahasia itu tepat sebelum mengambil keputusan yang begitu penting.
Inilah buah dari Istikharah, Allah membukakan jalan untuk keputusan yang begitu sulit untuk dipilihnya. Hampir saja Maryam mengambil keputusan yang salah.
"Ya Allah, Terima kasih atas petunjuk yang Kau berikan. Meskipun pada awalnya aku berniat menerima Dimas karena ingin memiliki ibu mertua sebaik Ummi Zahra. Disaat yang tepat aku mendengar kegusaran hati Abi yang tengah berdoa di sepertiga malam, tentang mengubur niatan untuk bersatu kembali" ucapnya lirih.
"Ternyata Ummi Zahra adalah orang yang begitu penting dihati Abi".
Benar saja di rak buku bertuliskan memory terdapat foto saat Abi dan Ummi Zahra menikah 27 tahun lalu.
Dibacanya keterangan yang ada difoto tersebut dan senyum mengembang di bibirnya.
▪️▪️▪️
Ustadz Hasan tak menyangka anaknya bakalan menolak pinangan Dimas, Padahal Ia sudah pasrah akan akhir cintanya pada Zahra.
Perasaan campur aduk, itu yang dirasakannya saat ini. Apa ini pertanda ia bisa kembali lagi bersama Zahra.
__ADS_1
▪️▪️▪️
Acara lamaran Maryam akan dilaksanakan seminggu lagi. Nahla bahagia, mendengar kabar sahabatnya akan segera melepas masa lajangnya.
"Alhamdulillah, akhirnya Ustadzah kita yang cantik ini sebentar lagi sold out" goda Nahla.
"Alhamdulillah... Nahla, Ada yang mau aku omongin sama kamu"
"Soal apa nih, serius banget kayaknya"
"Gini, mau gak menerima Abi aku sebagai Abi sambung kamu"
"Maksudnya... Abi kamu mau nikahin Ummi gitu"
"Iya, Na. Kamu tahu gak ternyata sebelum Dimas berencana meminang aku, ternyata Abi sudah lebih dulu meminang Ummi kamu" jelas Maryam hati-hati.
"Terus”
"Mereka mengalah karena tidak ingin membuat Dimas sedih"
"Masya Allah"
"Satu lagi yang bakal buat kamu kaget. Ummi kamu adalah mantan istri Abi sebelum nikah sama Abi Dimas"
"..."
__ADS_1
Bersambung...
"Terkadang dua orang harus berpisah untuk menyadari betapa mereka sangat membutuhkannya untuk kembali bersama."