
Hai pembaca setia ku,
Jika suka dengan novel ini jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like 👍
Comments 💬
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote 🥇💰 ( Di halaman depan sampul novel)
Tambahkan juga ke favorit ♥️ Anda, agar segera mendapat pemberitahuan up episode terbarunya.
Terima Kasih.
Selamat Membaca
▪️▪️▪️
Setelah menempuh perjalanan udara selama dua jam lebih akhirnya Nahla sampai di kota P dan bergegas menemui Ummi nya yang tengah terbaring di ranjang rumah sakit.
"Dek, bagaimana kondisi Ummi"
"Ummi masih proses pemulihan pasca operasi, cedera kepala Ummi cukup serius" jawab Dimas.
"Nenek bagaimana"
"Alhamdulillah nenek hanya cedera ringan, Nenek sudah di ruangan rawat inap" jelas Dimas lagi.
"Ya Allah berikanlah kesembuhan kepada Ummi dan nenek, Semoga Ummi baik-baik saja dan kembali sehat seperti sediakala" batin Nahla.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Ustadz Hasan yang tengah memberikan kajian pada santrinya,menoleh ke segala arah mencari sosok santri yang dimaksudnya.
"Ada yang tau dimana Dimas, kenapa tidak masuk kajian hari ini" tanya Ustadz Hasan.
"Dimas ijin tadi pak Ustadz, Tadi terima kabar kalau Ummi sama neneknya kecelakaan"
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Kita bantu doa ya anak-anak supaya keluarga Dimas selalu dalam lindungan Allah SWT dan diberi kesembuhan" pinta Ustadz Hasan cemas, tapi berusaha terlihat biasa di depan santrinya.
▪️▪️▪️
"Anak Abi yang cantik dan shalihah, kenapa tidak ngabarin Abi kalo mo pulang hari ini. Kan Abi bisa jemput"
Hasan tengah melepas rindu terhadap putri tercintanya, Maryam mencium tangan Abi nya sembari menitikkan air mata.
"Maaf Bi, Maryam ingin buat kejutan. Maryam akhirnya bisa pulang dan menyelesaikan kewajiban di sana. Maryam senang bisa kumpul sama Abi lagi".
"Alhamdulillah, Nak. Abi bangga sama kamu"
"Jadi kapan Maryam bisa mulai ngajar di sini" tanya nya antusias.
Maryam hanya memperlihatkan senyum manisnya sambil menggaruk-garuk kepala yang terbungkus hijab.
▪️▪️▪️
Di malam hari pukul sepuluh di teras rumahnya Hasan tengah mondar-mandir dengan wajah yang bingung.
Pikirannya sekarang tengah tertuju pada Zahra yang berada di rumah sakit.
"*Kalau aku jenguk, masalah gak ya. Nanti kalau Dimas tanya mau jawab apa coba"
"Apa aku alasan aja sebagai ustadz yang mau menjenguk wali muridnya" batin Hasan ragu*.
"Abi kenapa mondar-mandir dari tadi, Maryam perhatikan dari tadi Abi kayak orang kebingungan"
__ADS_1
"Mmm... Itu... Ummi nya teman kamu Nahla masuk rumah sakit, kecelakaan sore tadi"
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Di rumah sakit mana Bi"
"Di rumah sakit milik Kakeknya Nahla, kamu mau jenguk. Biar Abi temani" ucap Hasan mendapatkan alasan yang cukup masuk akal untuk menjenguk mantan istrinya.
"Iya Bi, besok temani Maryam ya. Maryam udah lama gak ketemu Nahla dan Ummi nya"
▪️▪️▪️
"Bagaimana Dok, kondisi ibu saya" tanya Nahla pada dokter yang menangani Ummi nya.
"Operasi nya berjalan lancar, tapi ibu kamu belum sadar. Jadi belum tahu bagaimana kondisi sebenarnya, apakah ada efek samping dari cedera kepalanya. Mengingat ibu kamu pernah mengalami hal yang sama bertahun tahun lalu" jelas dokter yang baru saja mengecek perkembangan pasien pasca operasi.
"Terima kasih dokter".
Zahra masih berada di ruang ICU, untuk memantau kondisinya. Nahla dan Dimas masih tetap setia menunggu di depan ruangan.
"Nak, istirahat dulu ya. Sudah larut malam, kalian ke tempat kakek saja" bujuk pak Budi kakek sekaligus pemilik rumah sakit mereka.
"Kalo kita pergi gak ada yang jagain Ummi" jawab Dimas khawatir.
"Tenang saja, Ummi kalian setiap saat dipantau perawat dan dokter jaga. Kalian harus istirahat biar besok bisa jagain Ummi lagi".
"Iya, Kek. Tapi kalau Ummi sudah sadar langsung kasih tahu kita ya"
"Iya, Nak".
▪️▪️▪️
*Bersambung...
Maaf ya jarang Update soalnya author lagi kurang sehat...
__ADS_1
*Mohon doanya 🙏🙏**🙏*