Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Awan kelabu


__ADS_3

"Kenapa dok" desak Hasan


"supir dan anak bapak tidak dapat kami selamatkan" jelas dokter


Seketika air mata yang ditahannya sedari tadi akhirnya meluncur deras pipi Hasan.


"Al kenapa Al ninggalin ayah secepat ini" ucap Hasan sesegukan.


Ponsel Hasan berdering, mama Ariyani melakukan panggilan.


"Ya halo ma Assalamu'alaikum" ucap Hasan terbata-bata.


"Wa Alaikum salam nak, lagi dimana, kamu di rumah gak, kok ponsel Zahra gak aktif" tanya mama Ariyani penasaran.


"Ma, Hasan lagi di rumah sakit. Zahra kecelakaan ma" jawab Hasan bergetar...


"A..pa..." mama Ariyani jatuh pingsan mendengar kabar tersebut.


Bima Arya yang melihat istrinya pingsan langsung memberikan pertolongan pertama,agar Ariyani segera siuman.


Pesan singkat masuk ke ponsel Ariyani, pesan berisi tempat dimana anak dan cucunya dirawat.


▪️▪️▪️


Di rumah sakit Hasan benar-benar merasa kalut, anak laki-laki buah cintanya dengan Zahra telah pergi menghadap Sang Illahi. Sementara istrinya masih dalam keadaan kritis.


"Ya Allah maafkan hamba-Mu ini, yang masih belum ikhlas melepas kepergian putra hamba" Hasan terus menangis memandangi wajah pucat anak nya.


Ruang IGD kini menjadi ramai, Bima Arya sekeluarga tiba di rumah sakit untuk mengetahui keadaan Zahra dan Al.


"Dokter. Dimana anak dan cucu saya" tanya Ariyani histeris

__ADS_1


"Mama, papa" Hasan menghampiri mertuanya.


"Mana Zahra dan Al" tanya Bima


Hasan menangis sambil memeluk mertua lelaki.


"Pah, Al sama pak Yanto meninggal"


Bruk...


Ariyani jatuh ke lantai rumah sakit, Ia kembali pingsan.


"Terus bagaimana dengan Zahra" tanya mas Fahri


"Zahra kritis, dokter akan segera melakukan tindakan operasi darurat" jawab Hasan.


Semua begitu terpukul, Al meninggal Zahra kritis. Lengkap sudah awan kelabu menyelimuti keluarga mereka.


▪️▪️▪️


"Assalamu'alaikum" ucap Hasan


"Wa Alaikum salam, mas kok baru pulang" tanya Sarah khawatir


Hiks... hiks...


"Zahra dan Al kecelakaan, Al meninggal" ucap Hasan.


"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Bagaimana bisa mas" tanya Sarah tak percaya


"Mobil mereka ditabrak truk. Zahra baru selesai di operasi, Al meninggal di tempat begitu juga pak Yanto" jelas Hasan

__ADS_1


Sarah terdiam mematung, air matanya mengucur deras tak terbendung.


"Ya Allah, cobaan apa lagi ini" ucap Sarah


skip


Hasan mengajak Sarah untuk bergegas ke rumah nya dengan Zahra, untuk mempersiapkan proses pemakaman untuk anaknya. Sarah tidak ke ruang sakit karena sibuk mengurus keperluan untuk Al. Hasan kembali ke rumah sakit untuk mengurus administrasi anaknya.


▪️▪️▪️


"Pah, titip Zahra ya. Hasan mau urus pemakaman Al dulu"


"Iya,papa sama mama akan jagain Zahra, nanti Fahri dan Aisyah bakalan ikut kamu" ucap Bima


▪️▪️▪️


Di kediaman Hasan, semua sibuk mempersiapkan semuanya, besok pagi jam 10 Al dimakamkan. Orang tua Hasan sudah dalam perjalanan subuh diperkirakan sampai karena mereka lewat jalur darat, tiket pesawat full.


"Al anak mama Sarah, kenapa Al pergi begitu cepat, padahal sebentar lagi Al bakalan jadi Abang" ucap Sarah sedih.


Mereka bergantian melantunkan ayat suci Al-Qur'an, Fahri kini berada didepan jenasah ponakan tersayang.


Hasan berusaha menenangkan pikirannya dengan melaksanakan shalat Sunnah.


"Ya Allah, beri hamba kesabaran, keikhlasan dan kekuatan untuk menjalaninya. Berilah kesembuhan kepada istri hamba Ya Allah, jangan ambil dia juga" Hasan kembali menangis tersedu-sedu.


Bersambung....


*Terima kasih semuanya,,, masih setia menunggu update ceritanya....


Maaf masih banyak tipo...

__ADS_1


Mohon sekiranya meninggalkan jejaknya.


Terima kasih 🙏🙏🙏*


__ADS_2