
Di kamarnya Zahra masih terus memikirkan perkataan dokter Dimas.
Zahra masih bingung dengan keputusan yang akan diambilnya.
"Ya Allah apa yang harus hamba perbuat, Apa hamba pantas bersanding dengan dokter Dimas yang statusnya masih lajang. Hamba hanyalah seorang janda, bahkan hamba dulu pernah menjadi istri kedua. Sementara beliau seorang dokter yang statusnya belum pernah menikah" batin Zahra.
Tok.. tok.. tok..
Pintu kamar Zahra diketuk mama Ariyani.
"Zahra sayang, boleh mama masuk"
"Iya ma, masuk aja gak dikunci kok" jawab Zahra
"Kamu kenapa nak, pulang dari rumah sakit kamu jadi diam saja. Apa ada hubungannya dengan cedera kepala mu" tanya mama Ariyani.
"Alhamdulillah gak ma. Ini ma, itu, tadi, itu" jawab Zahra terbata.
"Apa itu, tadi, bicara yang jelas nak. Kamu bikin Mama khawatir"
"Itu dokter Dimas pengen Zahra jadi istrinya. Dia mau ta'arufan sama aku mah" jelas Zahra.
"Apa... mama gak salah dengarkan"
"Gak ma, Zahra bilang akan memberi jawabannya sebulan kemudian. Zahra butuh waktu untuk berpikir"
"Ya Allah nak, padahal dia masih lajang, kok mau dia menerima kondisi mu ini" ucap mama.
"Zahra juga gak tau mah"
▪️▪️▪️
Dokter Siska memberikan perintah untuk mengecek semua informasi tentang Zahra saingan cinta nya itu.
"Ini cari informasi yang banyak tentang wanita ini" Siska menunjukkan selembar foto Zahra.
__ADS_1
"Siap bos, ada duit semua urusan tidak akan sulit" jawab mata-mata bayaran Siska.
"Semuanya gampang, asal semua informasi kalian dapatkan"
Skip....
Sehari kemudian mata-mata bayaran Siska telah memiliki informasi lengkap mengenai wanita berjilbab panjang yang tak lain adalah Zahra.
Zahra Khumaira usia 25 baru saja menjadi seorang janda. Menikah dengan Ustadz Hasan Maulidi dengan status sebagai istri kedua. Memiliki seorang putra yang belum lama meninggal karena kecelakaan yang juga mengakibatkan Zahra amnesia.
Anak kedua dari konglomerat ternama Bima Arya dan Ariyani.
"Hah ternyata janda. Tidak tau diri, berani-beraninya dia mendekati dokter Dimas" ucap Siska penuh amarah.
"Besok jalankan rencana selanjutnya. Jangan sampai gagal" ucapnya lagi.
"Siap bos. Semua pasti beres" jawab sang mata-mata.
▪️▪️▪️
Keesokan harinya Zahra beraktifitas seperti biasa, Ia mulai diijinkan untuk menyetir sendiri lagi. Zahra berangkat ke butik dengan tergesa-gesa karena ada janji temu dengan kliennya.
"Alhamdulillah ya Allah, selamat sampai tujuan" ucapnya.
"Assalamu'alaikum Bu bos" ucap para karyawan butik.
"Wa Alaikum salam wr. wb. kliennya belum datang kan" tanya Zahra cemas.
"Belum Bu, mungkin sebentar lagi tiba"
"Ah, baiklah. Saya mau ke depan dulu tadi belum sempat sarapan. Kalian udah sarapan" tanya Zahra penuh kasih.
"Sudah kok Bu, ibu sarapan saja" jawab mereka.
"Ok, kalo kliennya sudah datang, informasi kan ya"
__ADS_1
"Siap Bu"
▪️▪️▪️
Zahra sarapan nasi uduk di warung kaki lima depan butiknya. Meskipun keluarganya kaya raya Zahra tetaplah pribadi yang sederhana.
Disaat Zahra hendak menyeberang jalan, tiba-tiba ada sebuah motor yang melaju dengan kecepatan penuh. Seakan-akan sengaja menargetkan dirinya.
"Awas Zahra" teriak laki-laki yang langsung berlari menyelamatkan Zahra.
Karena kesigapan laki-laki itu yang langsung menarik Zahra, Zahra hanya mengalami lecet di telapak tangannya.
"Astaghfirullah" ucap Zahra kaget.
"Kamu gak apa-apa kan Ra" tanya Denis
Denis lah lelaki yang menyelamatkan Zahra. Tapi entah bagaimana posisi jatuh mereka sangat tidak nyaman.
Zahra jatuh tersungkur di atas tubuh Denis.
"Saya gak apa-apa, ah maaf. Maafkan saya" Zahra bangkit dari posisi yang kurang nyaman itu.
"Saya yang minta maaf Ra, karena nariknya kekencangan akhirnya kita jatuh. Saya tidak bermaksud kurang sopan" jelas Denis.
"Ah iya. Itu spontan tidak disengaja. Terima kasih udah nyelamatin saya"
Dari kejauhan di dalam sebuah mobil sedan putih seorang wanita tampak sangat marah dan kesal karena rencananya gagal.
"Ah sial. siapa sih yang nyelamatin janda tidak tau diri itu" ucap Siska.
"Ah ini bisa dijadikan bukti kalo Zahra bukanlah wanita polos. Ternyata keberuntungan masih berpihak kepadaku"
Siska mengambil beberapa foto disaat Zahra dan Denis tengah terjatuh..
"Selamat tinggal Zahra, Dimas hanya milikku seorang" ucapnya dengan tawa bahagia.
__ADS_1
▪️▪️▪️
Bersambung...