Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Bukan Istri Kedua, Bagian 5


__ADS_3

Bismillahirrahmanirrahim...


Kita lanjut lagi ya...


Jangan lupa tinggalkan jejaknya.


▪️▪️▪️


Makan malam bersama diadakan di pinggir pantai dengan cahaya temaram lampu resort.


Maryam kali ini mengenakan setelan berwarna pastel yang sederhana namun sangat cantik ditubuhnya.


Yusuf menggandeng mesra tangan istrinya yang cantik, suasana pantai yang indah mendukung keromantisan mereka.


Davis sedikit gerah melihat pemandangan itu, hatinya mulai gelisah dan tidak karuan.


"Malam pak" sapa Yusuf.


"Malam" jawab Davis singkat.


Ia tidak dapat menyembunyikan kekesalannya dengan dingin menjawab sapaan Yusuf.


Maryam sedikit heran dengan tanggapan bos suaminya yang tiba-tiba ketus itu.


Davis Yonathan CEO yang playboy hanya karena seorang Maryam bisa dibuat kesal.


"Kenapa mereka begitu mesra, Yusuf tidak mau melepaskan genggaman tangan nya biar sedetik pun" batin Davis.


Agh...


Davis begitu frustasi karena itu cukup membuat hatinya cemburu.


"Woi, kakak kenapa sih. Teriak-teriak gak jelas begitu" ujar Davina.


"Ah Kamu ngagetin kakak" jawab Davis singkat.

__ADS_1


"Kaget...? Aku yang kaget tahu, kakak tiba-tiba teriak gitu" jawab Davina tak terima.


"Ah maaf, kakak lagi banyak pikiran".


"Seorang Davis bisa kacau karena memikirkan sesuatu. Selain Celine dan aku siapa yang membuat kakak seperti ini" tanya Davina penuh selidik.


Davis terdiam, ternyata perasaannya kepada Maryam bertumbuh dengan cepat. Padahal selama ini ia menjalin hubungan tanpa didasari oleh embel-embel rasa suka dan sayang.


▪️▪️▪️


Acara makan malam bersama telah selesai, semua karyawan dan keluarga nya beristirahat di kamar yang telah disediakan perusahaan.


"Sayang, kita berasa bulan madu dadakan ya" ucap Yusuf senang.


"Bulan madu kok rombongan" ejek Maryam sambil bercanda.


"Hahaha... Gak apalah, biar seru" sambung Yusuf.


" Yuk, kita istirahat, besok pagi kita kan udah pulang" ucap Maryam.


Davis yang mendengar pembicaraan mereka dibuat terbakar. Yup, Davis dengan sengaja memesan kamar berdekatan dengan kamar Maryam.


Karena kegilaan nya membuat Davis susah sendiri melihat kemesraan antara Yusuf dan Maryam.


"Sudah gila rupanya aku, terobsesi sama istri orang".


▪️▪️▪️


Maryam menyempatkan diri untuk berjalan-jalan pagi disekitar resort. Ia tak menyangka akan berpapasan dengan bos suaminya.


Davis sedang termenung menatap ke arah lautan luas hingga tak menyadari kehadiran Maryam.


"Nampak nya aku beneran sudah gila, semalaman tidak bisa tidur memikirkan dia" ucap Davis


Maryam mendengar apa yang dikatakan Davis.

__ADS_1


Tanpa sadar terus memasang kuping dengan seksama untuk mendengar setiap perkataan bos suaminya.


"Padahal dia bukan tipeku, istri orang pula. Hanya demi melihatnya aku mengadakan gathering keluarga ini"


"Hasilnya malah aku dibuat cemburu dengan kemesraan mereka"


"Maryam, kau membuatku gila" ucap Davis


Maryam yang mendengar itu terperanjat kaget hingga tanpa sengaja menginjak ranting pohon dan menyebabkan Davis mengetahui keberadaan dirinya.


"Maryam" ucap Davis tergagap.


"Maaf pak, saya sedang jalan-jalan pagi" ucap Maryam seolah-olah tak terjadi apa-apa.


"Kamu mendengarnya bukan" tanya Davis.


"Maaf pak saya tidak bermaksud. Saya permisi dulu".


"Tunggu, bisa kita bicara sebentar" pinta Davis.


"Kayaknya tidak ada yang perlu dibicarakan".


Maryam beranjak meninggalkan Davis.


"Saya minta maaf kepada Maryam karena perasaan saya ini" ucap Davis lantang.


Maryam menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Davis yang tengah terduduk sambil menunduk mengucapkan kata maaf.


"Saya mengerti dan saya maafkan. Saya harap bapak bisa membuang perasaan itu secepatnya" ujar Maryam tegas.


"Saya tidak janji, karena baru kali ini saya merasa seperti ini" jawab Davis.


"..."


▪️▪️▪️

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2