
"Mantan istri, bagaimana bisa"
"Sebenarnya Ummi kamu adalah istri kedua Abi yang dipilih oleh Ummi aku sendiri waktu Ummi belum bisa punya keturunan"
"Masya Allah".
"Iya, Na. Kamu juga punya kakak namanya Al. Al adalah anak Abi aku dan Ummi kamu yang meninggal saat kecelakaan".
"Innalilahi wa Inna ilaihi Raji'un. Ya Allah"
"Iya... Aku aja kaget, aku coba cari tahu sendiri lewat foto-foto yang tersimpan di ruang kerja Abi"
"Jadi kita harus bagaimana. Apa kamu berniat untuk mempersatukan mereka kembali" tanya Nahla penasaran.
"Iya. Kalau kamu tidak keberatan kita jadi satu keluarga"
"Aku gak masalah, tapi bagaimana dengan Dimas. Apa dia bisa menerima itu semua"
"Insya Allah, nanti aku coba bicara sama dia sebagai kakak dan juga ustadzahnya" jelas Maryam
▪️▪️▪️
Dimas yang mendengar penjelasan Maryam dibuat tak percaya. Ternyata Ummi dan Ustadz Hasan pernah menikah dan sudah memiliki seorang anak.
"Kenapa mereka menyembunyikan semua ini dari kami" tanya Dimas sedikit kecewa.
"Mereka punya pertimbangan sendiri. Kita sebagai anak harus menghormati keputusan yang mereka ambil" jelas Maryam.
"..."
"Kamu mau kan membahagiakan mereka, Abi kak Maryam masih sangat mencintai Ummi kamu"
__ADS_1
Dimas masih terus terdiam meskipun telah mendengar penjelasan dari Maryam. Entah apa yang ada dalam pikirannya.
▪️▪️▪️
Tibalah hari dimana akad nikah Maryam dan Yusuf dilaksanakan. Seluruh santri dan santriwati diliburkan.
Pondok pesantren mengadakan Walimatul ursy untuk seluruh santri dan warga masyarakat sekitar.
Seluruh keluarga besar pesantren Darussalam senang dengan pernikahan Ustadzah Maryam dan Yusuf. Kakek dan nenek Maryam juga hadir.
Ibu Fatimah bahagia akhirnya masih bisa menyaksikan cucu semata wayangnya menikah dan berharap bisa secepatnya menggendong cicitnya. Setelah sekian lama Ibu Fatimah akhirnya bertemu kembali dengan mantan menantunya Zahra.
"Zahra... Bagaimana kabar kamu Nak"
"Alhamdulillah Bu, Zahra dan keluarga baik. Ibu sama bapak bagaimana"
"Alhamdulillah baik. Tapi Ibu sudah renta Nak, sering sakit-sakitan"
"Aamiin Nak. Ibu juga berharap kalian bisa bersama kembali"
Zahra terdiam sejenak, bingung akan merespon seperti apa soal perkataan Ibu ustadz Hasan itu.
"Insya Allah Nek. Ummi Dimas pasti akan bersatu lagi dengan ustadz Hasan" sambung Dimas yang langsung menyalami Nenek Maryam.
"..."
Zahra kaget bukan kepalang, ternyata anaknya Dimas sudah mengetahui tentang hubungan dirinya dan Ustadz tampan itu.
"Dimas dan Kak Nahla udah tahu semuanya Ummi"
"Kalian... Sejak kapan kalian tahu. Kenapa tidak pernah cerita ke Ummi"
__ADS_1
"Justru kita yang bertanya-tanya kenapa Ummi bisa merahasiakannya selama ini"
"Ummi takut kalian gak suka, dan takut hubungan Nahla dan Maryam jadi renggang karena masa lalu Ummi dan Ustadz Hasan"
"Ummi begitu banyak berkorban untuk kebahagiaan kita, bagaimana bisa kita marah"
Dimas memberikan pelukan hangat pada Umminya. Nahla pun ikut bergabung.
Ustadz Hasan yang sedang mendampingi anak dan menantunya di pelaminan terheran heran. Apa yang membuat mereka begitu sedih dan saling memberi pelukan. Tapi tidak dengan Maryam, Maryam yakin kalau Dimas sudah memberi restunya pada Abi dan Ummi Zahra. Sehingga mereka terharu dan saling mencurahkan kasih sayang.
Ibu Fatimah yang mengetahui kalau anak-anak Zahra merestui hubungan orang tuanya menjadi ikut senang dan terharu.
"Ya Allah Terima kasih. Alhamdulillah" ucap Ibu Fatimah bahagia...
Bersambung...
Hai pembaca setia ku,
Jika suka dengan novel ini jangan lupa tinggalkan jejak ya...
Like 👍
Comments 💬
Rate ⭐⭐⭐⭐⭐
Vote 🥇💰 ( Di halaman depan sampul novel)
Tambahkan juga ke favorit ♥️ Anda, agar segera mendapat pemberitahuan up episode terbarunya.
Terima Kasih.
__ADS_1