
▪️▪️▪️
"Mas tidak bermaksud begitu, mas hanya takut kamu direbut Soni karena kalian sudah terlebih dahulu dekat dibandingkan dengan mas" jelas Bagas.
"Jodoh sudah diatur Allah SWT mas, kenapa mesti takut. Apa kalau Soni jadi mengutarakan perasaannya lantas aku jadi nikah sama dia gitu" ujar Nahla sedikit kesal.
Nahla kecewa ternyata selama ini suaminya menyembunyikan sesuatu darinya.
Mobil yang mereka kendarai akhirnya menepi ke sisi jalan untuk melanjutkan pembicaraan mereka yang cukup serius.
"Maafkan mas dek, mas salah. Mas tidak terus terang dari awal sama kamu" ucap Bagas menyesal.
"Sudahlah mas, tidak ada yang perlu dimaafkan" jawab Nahla.
"..."
"Ayo lanjut lagi, udah mau magrib. Kita bahas nanti di rumah. Gak jadi singgah ke supermarket, aku mau istirahat, capek" ujar Nahla datar.
Bagas paham betul istrinya kecewa terhadapnya, Ia memberikan waktu istrinya untuk menenangkan pikiran. Karena ini juga kesalahannya.
▪️▪️▪️
"Sayang, bangun yuk. Kamu belum shalat isya lo, belum makan juga" ucap Bagas.
"Egh... Mas shalat aja, aku lagi dateng bulan. Nanti habis mas shalat baru kita makan sama-sama" jawab Nahla yang masih berbaring di tempat tidur.
"Iya deh".
Beberapa menit kemudian setelah Bagas menunaikan shalat isya, keduanya menuju ruang makan untuk mengisi perut yang sudah mulai keroncongan.
"Kenapa dek, kok mukanya gitu. Kamu masih marah" tanya Bagas.
__ADS_1
"Sakit mas..."
"Maaf, kalo kamu jadi sakit karena mas" ujar Bagas polos.
"Astaghfirullah mas, aku sakit perut bukan sakit hati" ujar Nahla sebal.
"Sakit perut, kenapa bisa".
"Ya Allah suamiku, aku kan lagi datang bulan" jawab Nahla ketus.
"Maaf dek, mas gak fokus. Mas masih kepikiran yang tadi sore".
"Udah ah, gak usah di bahas" jawab Nahla.
Mereka melanjutkan makannya yang telah disediakan oleh asisten rumah tangga, Bi Idah namanya.
▪️▪️▪️
"Sayang" ucap Bagas pelan.
"Iya mas, ada apa" jawab Nahla santai.
"Boleh ngomong nggak".
"Kan itu udah ngomong" jawab Nahla.
"Hais. Maksud mas, ngomong masalah tadi" ujar Bagas frustasi.
"Kenapa soal tadi".
"Jangan marah ya, mas tahu mas salah" ucap Bagas.
__ADS_1
"Udah mas, gak ada yang perlu dimaafkan. Itu sudah jalan dari Allah SWT" ucap Nahla serius.
"Jadi maksud kamu apa, apa kamu menyesal nikah sama mas" ujar Bagas khawatir.
" Tidak mas, mas adalah jodoh yang dikirimkan Allah di waktu yang tepat, tepat sebelum aku tahu perasaan Soni" jelas Nahla serius.
"Sayang" ucap Bagas.
Nahla yang sedang menahan senyumannya, berpaling kearah suaminya.
"Kenapa" jawab Nahla.
"Kok gitu ngomong nya" ucap Bagas lirih.
"..."
"Kamu kalo marah mending bilang aja dek, jangan kayak gini" ucapnya lagi.
"Aku gak marah mas".
"Sekali lagi mas minta maaf sayang, mas takut kamu lebih memilih Soni dari pada mas. Mas takut kamu direbut" jelas Bagas terus terang.
"Hahaha... Ya ampun mas, kok kamu segitunya" ucap Nahla sambil terbahak.
"Lo, kamu malah ketawa".
"Nahla gak marah mas, Nahla tadi hanya sedikit kecewa karena mas tidak jujur dari awal. Nahla juga menyesal, kalau saja aku tahu Soni punya perasaan spesial aku gak mungkin dengan entengnya menyapa dia seperti biasanya. Aku pasti akan lebih berhati-hati" ujar Nahla.
▪️▪️▪️
Bersambung...
__ADS_1