
Seminggu sudah Zahra berada di rumah sakit, meskipun Ia tidak mengingat anak-anaknya tapi Zahra tetap mencintai mereka. Sebab darah lebih kental dari pada air. Ikatan batin diantara mereka membuat Zahra percaya dan yakin kalau Nahla dan Dimas adalah benar anak-anak yang sangat dicintainya.
Mama Ariyani sudah menjalani rawat jalan, kondisinya sudah pulih dan sedang menjaga Zahra yang masih butuh perawatan.
"Ma, nanti selepas Zahra keluar dari rumah sakit. Zahra mau ke makam mas Dimas, Ibu temenin ya. Zahra lupa tempatnya"
"Iya Nak, yang penting kamu sehat dulu" ucap Mama Ariyani.
Flashback
Hari ketiga pasca operasi Papa dan Mama Zahra menceritakan yang sebenarnya pada putrinya.
Hasan adalah mantan suaminya yang sudah bercerai saat Zahra tengah amnesia.
Sementara Nahla dan Dimas adalah anak dari pernikahan keduanya dengan dr. Dimas. Anak dari pemilik rumah sakit ini.
Zahra nampak begitu terkejut dengan jalan takdir hidupnya di masa lalu, tapi Ia bersyukur masih diberikan kesempatan untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.
▪️▪️▪️
Dimas sudah kembali belajar di pondok, mempersiapkan ujian kenaikan kelasnya.
"Gimana kondisi Ummi kamu" tanya Arya teman sekamar Dimas.
"Alhamdulillah Ummi udah baikan, tapi ingatan Ummi jadi mundur. Ingatan Ummi kembali pada saat Ummi kecelakaan 25 tahun yang lalu".
"Kenapa bisa"
"Karena Ummi mengalami cedera kepala yang cukup serius" jelas Dimas lagi.
"Oh... Oh iya kamu udah denger belom, ada ustadzah baru yang akan ngajar. Masih muda, lulusan Kairo" ucap Arya penuh semangat.
__ADS_1
"Emangnya mo ngajar dimana, di pondok santriwati mungkin, bukan disini"
"Disini, tapi di kelas XII"
"Oh".
Percakapan mereka berhenti karena sudah waktunya untuk kajian dan shalat ashar.
▪️▪️▪️
Zahra berada di kamarnya dengan memegang album foto. Kumpulan kenangan antara dirinya dan almarhum suaminya dan masa-masa emas tumbuh kembang kedua anaknya yang belum di ingatnya kembali.
"Maafkan Zahra Mas, meskipun Zahra lupa tapi hati Zahra dapat merasakannya"
"Maafkan Ummi juga ya anak-anak, Ummi sayang kalian" batin Zahra berurai air mata.
Tok... Tok... Tok...
"Ummi... Boleh Nahla masuk"
Zahra menghapus air mata dari balik niqob nya dan menghampiri anaknya yang sudah duduk di sofa dalam kamar mereka.
"Kenapa sayang"
"Ummi... Nahla mau balik ke kota S, Nahla masih harus menyelesaikan Koas di sana" ucap Nahla
"Udah mau balik ya Nak"
"Iya Ummi. Nahla udah hampir dua minggu cuti"
"Iya nak, hati-hati di sana. Jaga diri kamu baik-baik ya. Ummi sayang kalian"
__ADS_1
"Iya Ummi, Nahla juga sayang Ummi".
▪️▪️▪️
Maryam yang tengah serius memberikan bimbingan pada santrinya merasa ada yang mengawasi.
Benar saja, dari balik jendela ada beberapa santri yang tengah memperhatikannya.
Arya, Dimas dan beberapa temannya begitu asik melihat Ustadzah muda yang sedang serius memberikan mata pelajaran tafsir pada murid kelas XII.
Sayup-sayup terdengar sampai ke telinga Maryam percakapan murid yang tengah sibuk memperhatikannya.
"Itukan benar apa aku bilang, Ustadzahnya masih muda dan Cantik" ucap Arya.
"Iya bener" ucap yang lainnya.
"Itukan Ka Maryam, anak Ustadz Hasan dan sahabat mba Nahla" batin Dimas.
"Hei... Kenapa bengong, terpesona ya" goda Arya pada Dimas.
"Kalian gak tahu Ustadzah itu siapa"
"Emangnya siapa" sambung yang lainnya.
"Ustadzah Maryam itu anak dari Ustadz Hasan, pemilik pesantren ini"
"Apa..." jawab yang lainnya tak percaya
▪️▪️▪️
Bersambung...
__ADS_1
Note:
Kau hanya perlu menggunakan waktu menunggumu dengan hal baik karena Allah SWT itu tahu kapan waktu yang tepat untuk dia menyentuh hatimu.