
Kedua keluarga disibukkan dengan berbagai persiapan menuju hari H.
Melaksanakan pengajian di rumah masing-masing calon mempelai.
Salsa bertugas untuk menemani sahabatnya yang tengah dipingit hampir seminggu lamanya, agar Zahra tidak merasa jenuh.
Rumah mempelai wanita sudah dihias sedemikian rupa hingga terlihat begitu indah dan mewah.
"Ra, semoga kali ini kalian berjodoh hingga maut yang memisahkan" ucap Salsa haru.
"Aamiin sa, semoga kamu juga segera dipinang Abang pilot" goda Zahra.
"Pilot mana coba yang pantas jadi suamiku" canda Salsa.
"Denis. Calon adik ipar aku" goda Zahra tanpa henti.
"Astaghfirullah amit-amit dah. Kemarin sih iya kagum sekarang ilfeel".
"Awas lo kualat. Benci jadi cinta" ledek Zahra.
Pembicaraan mereka terhenti, mama Ariyani datang memanggil keduanya turun karena acara pengajiannya akan segera dimulai.
Dilantai bawah sanak keluarga sudah duduk manis bersiap mengikuti pengajian, tidak ketinggalan ustadz Hasan dan istrinya. Karena mama Ariyani sudah menganggapnya sebagai anak sendiri, meskipun hubungan Zahra dan Hasan berakhir. Tapi Hasan merupakan sahabat karib Fahri.
Pengajian berlangsung dengan khidmat dan penuh tangis haru. Zahra tidak menyangka jodohnya datang secepat ini setelah apa yang dia alami.
Hasan memandang Zahra dari kejauhan besok status Zahra akan menjadi seorang istri dari dr. Dimas, dokter yang merawatnya disaat-saat kritisnya.
Sarah paham apa yang dirasakan suaminya. Hasan masih memiliki Zahra dihatinya.
▪️▪️▪️
__ADS_1
Keesokan harinya Zahra sudah siap dengan pakaian pengantinnya, rombongan mempelai pria juga telah tiba dikediaman Zahra.
Dimas nampak begitu gugup, Denis sesekali menggoda kakaknya.
"Santai aja kak, Bismillah. Kalo kakak gugup bisa Denis wakilkan" ledek Denis
Dimas langsung memelototi adiknya, mama Anita yang mendengarnya juga langsung menjewer kuping anak bungsunya.
Skip...
Saya terima nikah dan kawinnya Zahra Khumaira binti Bima Arya dengan maskawin tersebut,tunai
Sah...
Sah...
Alhamdulillah...
"Alhamdulillah Ra" ucap Salsa menahan haru.
"Alhamdulillah"...
Sang mempelai wanita akhirnya turun dan berjumpa dengan kekasih halalnya setelah seminggu lamanya mereka tidak bertatap muka.
Dimas terpesona melihat kecantikan istrinya, akhirnya sekarang dia bisa dengan leluasa memandang wajah cantik nan teduh istri tercintanya tanpa takut dosa. Yah, sekarang Zahra resmi menyandang status sebagai nyonya Dimas.
"Cie... cie... terpesona" goda Denis sambil berbisik.
Dimas tersenyum kikuk mendengar ledekan Denis.
"Biarin yang penting udah halal" jawab Dimas dengan pedenya.
__ADS_1
Kedua mempelai akhirnya bertatap muka secara langsung, Zahra mencium tangan suaminya dan Hasan mencium kening istrinya.
Dag Dig Dug.
Suara jantung keduanya terdengar jelas oleh telinga mereka masing-masing saat jarak mereka begitu dekat.
▪️▪️▪️
Akad nikah berjalan dengan lancar kini keduanya tengah berada di kamar pengantin untuk mengganti pakaiannya.
Suasana canggung begitu terasa dikamar yang penuh dengan dekorasi khas kamar pengantin.
Dimas memecahkan keheningan dengan berkata "Kamu mo ganti baju duluan aku bisa keluar dulu kok" ucapnya sambil menggaruk tengkuknya.
"Ah maaf, gak perlu. Nanti apa kata mereka kalau tau. Mas disini gak apa-apa kok".
Deg...
"Ah iya nanti malah orang bertanya-tanya" sambung Dimas.
"Kalo gitu Zahra duluan ya bersih-bersih, soalnya gak betah pake makeup setebal ini" pamit Zahra pada suaminya sambil berlalu masuk ke kamar mandinya.
"Iya. Aku ganti pakaian disini saja" ucap Dimas.
POV Dimas
"Ah apa-apaan sih, kok aku jadi grogi gini. Pake acara mo nunggu diluar lagi tadi. Apa ya yang ada dalam pikirannya liat aku yang salah tingkah tadi".
"Gini ya rasanya kalo nikah pake cara yang sesuai syariat, gugupnya makin nambah. Gak ada pacar-pacaran cuman ta'aruf,khitbah, langsung nikah*"
Bersambung....
__ADS_1