Istri Kedua Ustadz Tampan

Istri Kedua Ustadz Tampan
Hilang kontak


__ADS_3

*S**elamat membaca*...


▪️▪️▪️


Sebulan kemudian, hari H pernikahan Denis dan Salsa. Akad nikah di adakan disalah satu masjid terbesar di kota P.


"Bagiamana saksi... Sah" tanya sang wali nikah uang tak lain adalah ayah Salsa sendiri.


"Sah" jawab mereka serempak.


"Alhamdulillah"


Senyum manis terukir di wajah pasangan yang baru saja sah menjadi sepasang suami istri.


Mereka nampak masih malu untuk saling bertukar pandangan.


"Selamat sayangku, Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah" ucap Zahra.


"Aamiin, Ra".


▪️▪️▪️


Usia kandungan Zahra sekarang udah memasuki bulan ke-7. Zahra dan Dimas sedang melangsungkan pengajian di rumahnya dengan mengundang kerabat dan puluhan anak yatim-piatu dari salah satu panti asuhan dekat rumah mereka.


Semua keluarga bahagia menyambut kelahiran calon cucu mereka. Denis tidak sempat hadir karena sedang berada diluar kota.


Hanya Salsa yang ikut serta, Salsa juga tengah mengandung. Kandungannya masih muda masih trimester pertama.


▪️▪️▪️


"Alhamdulillah pengajiannya berjalan lancar" ucap Dimas yang tengah berbaring di pangkuan istrinya sambil mengelus perutnya.


"Alhamdulillah mas".


"Oh iya sayang, Mas seminggu lagi mau keluar kota. Mau ninjau Rumah sakit kita di sana"


"Iya Mas, Hati-hati di sana. Jangan sampai kejadian dulu terulang kembali" ucap Zahra cemas.


Entah kenapa hati Zahra menjadi gelisah, jika ingin mengikuti keegoisan hatinya sudah pasti Ia tak ingin suaminya pergi. Apalagi dalam kondisinya sekarang yang tengah hamil tua.


"Insya Allah gak sayang, Mas akan lebih hati-hati".


▪️▪️▪️

__ADS_1


Pesawat yang membawa Dimas sudah mendarat di kota M. Tak lupa Ia memberikan kabar pada istri tercinta.


Dua hari lamanya Ia meninjau rumah sakit milik mereka. Alhamdulillah semua berjalan seperti yang diharapkan dan kejadian dulu tidak terulang.


Cuaca hari ini kurang bersahabat, kota M sedang dilanda Hujan dan angin kencang. Penerbangan Dimas ditunda satu jam lamanya.


"Assalamu'alaikum sayang" ucap Dimas melalu sambungan telpon.


"Wa Alaikum salam. Lo kok masih nelpon bukannya ini jadwal nya pesawat udah take off".


"Penerbangan ku ditunda sejam. Cuaca buruk" jawab Dimas.


"Oh gitu. Ya udah kabarin ya kalo udah berangkat" ucap Zahra.


"Iya sayang. I love u. Mas sayang kalian"


"Kita semua disini sayang mas juga"


"Yang sabar hadapi anak-anak, Mas yakin kamu adalah ibu sekaligus istri yang dirindu syurga" ucap Dimas tiba-tiba.


Deg...


Zahra seketika terdiam, entah kenapa hatinya perih. Tapi Ia coba menepisnya.


"Iya mas. Kita semua nunggu kamu disini"


"Wa Alaikum Salam" balas Zahra menitikkan air mata yang lolos begitu saja.


▪️▪️▪️


Dua jam berlalu semenjak panggilan telpon Dimas, tapi belum ada lagi kabar tentang nya.


Zahra mulai gelisah, Ia berkali-kali mencoba menghubungi ponsel suaminya tapi hasilnya nihil.


"Ya Allah, Mas. Kamu dimana sih. Jangan bikin panik dong".


Zahra mencoba menghubungi Denis menanyakan tentang Dimas, mungkin saja Dimas menghubunginya. Tapi Dimas juga tidak menghubunginya.


Zahra makin panik, Denis berusaha mengecek ke kantor maskapai nya. Karena kakaknya menggunakan maskapai yang sama tempat ia bekerja.


Tiga jam berlalu kabar dari Dimas belum juga ada. Denis yang menghubungi kantor mendapat kabar kalo pesawat yang ditumpangi kakaknya lepas landas sejam yang lalu dan sekarang hilang kontak.


Bruk...

__ADS_1


Tubuh Denis merosot ke lantai.


Semua Bandara belum mendapat laporan pendaratan pesawat tersebut.


Status pesawat hilang kontak.


Denis bergegas ke rumah orang tuanya bersama Salsa sang istri. Mama Anita syok, dan menangis mendengar penuturan anaknya Denis. Mama Anita berharap Dimas dan pesawat yang ditumpangi nya baik-baik saja.


Salsa mencoba menenangkan mertuanya, dan mengajaknya untuk ke rumah Zahra.


Zahra pasti sangat cemas, kondisinya yang hamil tua juga sangat rawan untuk kelahiran mendadak.


"Iya Nak. Zahra pasti membutuhkan kita" ucap mama Anita.


Pak Budi yang masih di rumah sakit bergegas pulang dan menemani Denis ke kantor maskapai penerbangan untuk mencari kejelasan.


Orang tua Zahra juga telah mendapat kabar dari Salsa tentang kondisi Dimas yang belum diketahui.


Semua orang bergegas menuju rumah Zahra.


▪️▪️▪️


Zahra terus mondar mandir sambil menggenggam handphone nya. Nahla tengah asik menonton kartun tanpa tau apa yang sedang terjadi.


Tiba-tiba tontonan nya berubah menjadi berita.


Nahla berteriak.


"Yah, kok jadi berita sih"


"Kenapa Nak. Kok teriak" tanya Zahra panik.


"Ini Mi, lagi asik nonton kartun eh tiba-tiba kepotong berita"


Breaking News.


Sebuah pesawat milik maskapai penerbangan S dilaporkan hilang kontak dengan menara pengawas. Pesawat tujuan kota P yang bertolak dari bandara kota M dinyatakan hilang kontak sejak 45 menit yang lalu.


Bruk...


Zahra terduduk dilantai rumahnya. Air matanya mengalir tak terbendung.


"Mas Dimas... "

__ADS_1


▪️▪️▪️


Bersambung...


__ADS_2